Cakrawala News – 16 Oktober 2026 | Gelandang club atlético de madrid, Johnny Cardoso, absen dalam sesi latihan kelompok pada Kamis waktu setempat. Pemain internasional Amerika Serikat itu disebut mengalami sakit yang belum dijelaskan penyebabnya, dua hari sebelum tim kembali berlaga di kompetisi domestik menghadapi Espanyol pada Sabtu.
Kabar absennya Cardoso pertama kali dilaporkan oleh COPE. Laporan tersebut menyebut sang pemain tidak mengikuti latihan di ibu kota Spanyol karena kondisinya yang tidak fit. Statusnya untuk pertandingan melawan Espanyol pun dinyatakan belum jelas.
Dalam sesi latihan yang sama, kapten tim Koke terlihat menjalani latihan secara terpisah di ruang gym. Kondisi ini menambah daftar hal yang perlu dipantau pelatih Diego Simeone menjelang laga pekan berikutnya.
Peran Cardoso yang Semakin Penting
Absennya Cardoso menjadi perhatian karena belakangan ia mulai menempati posisi penting di lini tengah Atlético. Pemain berusia 25 tahun itu dipercaya menjadi starter dalam tiga pertandingan terakhir tim, yaitu melawan Real Madrid, Deportivo Alavés, dan Manchester United.
Rangkaian penampilan tersebut menandai kebangkitan Cardoso setelah periode panjang yang diwarnai cedera. Ia sempat menjalani operasi pergelangan kaki pada Mei, sebuah keputusan yang membuatnya harus melewatkan Piala Dunia 2026 yang digelar di kandang sendiri.
Namun, ia memilih menjalani operasi lebih awal agar bisa kembali dalam persiapan pramusim Atlético. Menurut laporan AS, keputusan itu kini mulai membuahkan hasil.
Titik terangnya terjadi ketika melawan Osasuna pada September. Saat itu Cardoso mencatatkan 77 umpan dengan akurasi 95,1 persen, lima kali merebut penguasaan bola, dan berkontribusi pada tiga dari empat gol Atlético. Salah satu momen menonjol adalah kontrol tumitnya yang cerdik sebelum memberi assist kepada Álex Baena.
Kapten Koke bahkan menghampiri dan memeluknya setelah momen tersebut. Simeone disebut senang dengan penampilan itu, tetapi menuntut konsistensi. Cardoso tampaknya menjawab tuntutan itu.
Kemenangan 2-0 atas Manchester United di Liga Champions pada Selasa menjadi bukti tambahan. Yang tak kalah penting, ia mulai memadukan disiplin bertahan dengan distribusi bola yang semakin percaya diri, memberi Atlético opsi lini tengah yang andal di samping Koke dan Pablo Barrios.
Dilema Lini Tengah Jelang Espanyol
Jika Cardoso benar-benar tidak bisa tampil melawan Espanyol, Simeone harus menyusun ulang komposisi lini tengahnya. Kondisi ini juga menjadi ujian bagi kedalaman skuad club atlético de madrid di sektor tengah, terutama dengan jadwal padat yang tengah dijalani tim.
Sementara itu, situasi berbeda dialami gelandang muda asal Meksiko, Obed Vargas. Agennya, Rafaela Pimenta, mengungkapkan bahwa manajemen Atlético menolak peluang peminjaman bagi kliennya pada bursa transfer musim panas.
Menurut Pimenta, beberapa klub Spanyol yang berminat mendatangkan Vargas dengan status pinjaman harus menerima kenyataan bahwa pihak Atlético memilih menahannya. Valencia dan Sevilla disebut sebagai dua klub yang paling kuat dikaitkan dengan pemain tersebut.
Pimenta menilai keputusan itu bisa mengandung pertimbangan ekonomi. Ia menyebut pihaknya melihat pesan yang sangat jelas ketika klub menyatakan tetap membayar gaji pemain dan memilih menahannya.
Kendati demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan Vargas belum mendapat menit bermain sama sekali di pertandingan resmi musim ini. Musim lalu, ia sempat memanfaatkan sejumlah cedera di lini tengah untuk mendapatkan kesempatan tampil setelah baru bergabung.
Falcao Masuk Paseo de Leyendas
Di sisi lain, club atlético de madrid baru saja menambah satu nama ke dalam daftar Paseo de Leyendas. Radamel Falcao García terpilih melalui pemungutan suara yang melibatkan lebih dari 47.000 anggota dan penggemar klub.
Pemilihan itu membuat Falcao melewati syarat awal yang sempat membuatnya tersisih dari penghormatan tersebut, yakni minimal 100 pertandingan resmi bersama tim. Selama membela Atlético pada 2011 hingga 2013, striker asal Kolombia itu mencatatkan 91 pertandingan resmi dan mencetak 70 gol.
Meski tidak mencapai ambang jumlah laga yang ditetapkan klub, performa dan trofi yang diraihnya dinilai cukup berbobot bagi para penggemar. Falcao menjadi bagian penting dalam tiga gelar Atlético, yaitu Europa League 2012, Supercopa de Europa pada tahun yang sama, dan Copa del Rey 2013.
Keputusan memasukkan Falcao ke Paseo de Leyendas menegaskan bagaimana kontribusi singkat namun tajam seorang pemain bisa meninggalkan jejak panjang dalam sejarah klub.
Bagi Atlético, perhatian utama saat ini tetap tertuju pada kondisi Cardoso menjelang lawatan ke Espanyol. Perkembangan kebugarannya dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah Simeone bisa mempertahankan komposisi lini tengah yang mulai menemukan keseimbangan, atau harus kembali melakukan rotasi di sektor yang kian krusial bagi permainan tim.












