Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Alasan Rocky Gerung bersedia masuk ke Istana sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) akhirnya terungkap. Pengamat politik yang akrab disapa RG itu membuka suara soal keputusannya menerima jabatan dari Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menyinggung isu partai hingga raja dalam perbincangan bertajuk [Full] Rocky Gerung bongkar alasan masuk istana, reshuffle kabinet Prabowo hingga karhutla | ROSI [titlebase].
Rocky dilantik sebagai anggota Watimpres di Istana pada Jumat, 2 Oktober 2026. Keputusan itu langsung menyedot perhatian publik dan memicu beragam komentar, termasuk kritik dari sejumlah kalangan yang mempertanyakan motif di balik langkah tersebut.
Banyak warganet menghujat dan mengkritik Rocky di media sosial tanpa mengetahui alasan sebenarnya. Baru pada Minggu, 11 Oktober 2026, ia membeberkan dasar keputusannya saat menjadi narasumber dalam sebuah program diskusi televisi yang dipandu Karnie Ilyas.
Alasan Berbasis Kapasitas Akademik
Dalam perbincangan itu, host menanyakan langsung mengapa Rocky bersedia menjadi Watimpres. Ia menjawab bahwa dirinya harus menyampaikan persoalan-persoalan yang ada, lalu menegaskan dasar pengangkatannya.
“Oke, saya diangkat sebagai anggota pertimbangan presiden (Watimpres), karena kapasitas akademik, dan itu diucapkan presiden. Jadi saya tidak mewakili umat beragama, tidak mewakili hobi saya yang ikut panjat tebing,” ujar Rocky seperti dikutip dari tayangan Indonesia Lawyers Club.
Ia juga menegaskan tidak mewakili partai politik, tidak mewakili purnawirawan, dan tidak mewakili pejabat. Menurut Rocky, posisinya yang tidak terikat kepentingan kelompok mana pun memberinya kebebasan dan kemerdekaan untuk membawa gagasan ke ruang publik.
Meski begitu, ia menekankan ada etika yang harus dijaga. Nasihat yang disampaikan kepada Presiden Prabowo, kata dia, tidak boleh dibuka ke publik. Pernyataan ini sekaligus menjawab rasa penasaran publik soal sejauh mana perannya di dalam istana.
Dorong Pembacaan Persoalan Lewat Perspektif Akademik
Rocky juga mengajak publik membongkar berbagai persoalan dengan pendekatan akademik. Seruan itu sejalan dengan alasan yang ia kemukakan, yakni bahwa kapasitas keilmuan menjadi dasar pengangkatannya sebagai anggota Watimpres.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena publik sebelumnya hanya menerima kabar pelantikan tanpa penjelasan rinci. Kritik yang beredar di media sosial sebagian besar bertumpu pada asumsi, bukan pada keterangan langsung dari yang bersangkutan.
Dengan membuka alasannya, Rocky berupaya meluruskan anggapan bahwa ia mewakili kepentingan tertentu. Ia menempatkan diri sebagai pihak yang membawa pemikiran ke publik, sementara urusan nasihat kepada kepala negara dijalankan dengan aturan etika yang berlaku.
Pembahasan dalam forum tersebut tidak berhenti pada jabatan Watimpres. Topik yang diangkat juga mencakup isu reshuffle kabinet Prabowo hingga persoalan karhutla, sebagaimana tergambar dalam judul lengkap diskusi [Full] Rocky Gerung bongkar alasan masuk istana, reshuffle kabinet Prabowo hingga karhutla | ROSI [titlebase].
Kritik Publik dan Etika Watimpres
Pelantikan Rocky sebagai Watimpres pada 2 Oktober 2026 memang menimbulkan reaksi beragam. Sebagian publik mempertanyakan konsistensi sikapnya sebagai pengamat yang selama ini dikenal kritis, sementara sebagian lain menunggu penjelasan resmi.
Keterangan yang disampaikan Rocky menunjukkan bahwa posisi anggota Watimpres memiliki batas jelas antara peran publik dan kewajiban menjaga kerahasiaan nasihat kepada presiden. Ia membedakan antara gagasan yang boleh disuarakan terbuka dan rekomendasi yang harus tetap tertutup.
Pembedaan itu menjadi kunci untuk memahami posisinya. Di satu sisi, ia mengaku tetap memiliki ruang menyampaikan pikiran ke publik. Di sisi lain, ia mengakui ada rambu etika yang tidak bisa dilanggar begitu saja selama menjabat.
Hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai agenda kerja Rocky di Watimpres maupun bentuk nasihat yang akan ia berikan. Publik tampaknya masih akan menantikan bagaimana peran barunya itu berjalan, terutama saat isu-isu strategis seperti reshuffle kabinet dan karhutla menjadi perhatian.
Yang jelas, pengakuan Rocky soal dasar pengangkatannya sebagai Watimpres menjadi rujukan awal untuk menilai langkah politiknya. Penjelasan itu sekaligus menegaskan bahwa posisinya tidak mewakili partai, kelompok agama, purnawirawan, maupun pejabat, melainkan bertumpu pada kapasitas akademik yang disebutnya diucapkan langsung oleh presiden.












