Daerah  

Masjid Apung Jakarta yang Dicanangkan Anies Akhirnya Diresmikan, Kini Jadi Landmark Wisata Religi Ancol

Masjid Apung Jakarta yang Dicanangkan Anies Akhirnya Diresmikan, Kini Jadi Landmark Wisata Religi Ancol
Masjid Apung Jakarta yang Dicanangkan Anies Akhirnya Diresmikan, Kini Jadi Landmark Wisata Religi Ancol

Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Masjid Apung Jakarta yang dicanangkan Anies akhirnya diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat, 16 Oktober 2026. Masjid bernama An-Nur itu berdiri di atas perairan kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, dan menjadi masjid apung pertama di Ibu Kota. Peresmian ini menutup penantian panjang sejak peletakan batu pertama pada November 2019.

Pramono menyatakan pembangunan masjid merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang dirintis sejak 2019, ketika Anies Baswedan masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Proyek tersebut sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, lalu dilanjutkan kembali hingga akhirnya dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini sudah selesai,” kata Pramono saat meresmikan Masjid Apung An-Nur Jakarta, seperti dikutip dari pemberitaan Republika.co.id.

Filosofi Bahtera Iman dan Kapasitas Jemaah

Masjid ini dirancang oleh arsitek Andra Matin dengan mengusung filosofi “Bahtera Iman”. Menurut Pramono, dasar bentuk bangunan merepresentasikan bintang dengan lima sudut yang terinspirasi dari lima rukun Islam. Sementara komposisi bangunan dibagi menjadi lima bagian sebagai simbol lima waktu salat dalam sehari.

Secara ukuran, Masjid Apung An-Nur memiliki luas bangunan sekitar 2.241 meter persegi. Ruang utama masjid mampu menampung 600 jemaah, terdiri dari 460 jemaah laki-laki dan 140 jemaah perempuan. Area plaza masjid menyediakan kapasitas tambahan sekitar 300 jemaah, sehingga total daya tampungnya mencapai 900 orang.

“Masjid ini direncanakan bisa menampung 600 jemaah, terdiri dari 460 jemaah pria dan kemudian 140 jemaah wanita dan nantinya direncanakan untuk extension akan ditambah kurang lebih 300 jemaah,” ujar Pramono.

Alasan Nama An-Nur Dipilih

Pramono mengungkapkan bahwa nama An-Nur dipilih setelah dirinya mendapat sejumlah opsi nama untuk masjid tersebut. Ia menilai tempat itu memiliki kesan penuh cahaya sehingga nama An-Nur dianggap paling sesuai.

“Saya akhirnya memutuskan Masjid An-Nur karena saya begitu melihat rencana dan sebagainya, tempatnya itu penuh cahaya. Dan kemudian mudah-mudahan ini akan membawa berkah bagi masyarakat Jakarta,” tuturnya.

Ia berharap keberadaan masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata keagamaan baru bagi warga Jakarta maupun pengunjung kawasan Ancol.

Terbuka untuk Umum dan Dikelola Jaya Ancol

Gubernur memastikan Masjid Apung An-Nur terbuka bagi masyarakat umum dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai agenda keagamaan. Meski demikian, pengelolaannya akan dilakukan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol agar fasilitas tersebut digunakan dan dirawat dengan tertib.

“Terbuka. Siapa saja boleh melakukan kunjungan ke masjid ini, tetapi dalam pengelolaannya tentunya nanti akan dikelola oleh PT Jaya Ancol supaya berlangsung dengan tertib,” kata Pramono usai peresmian, seperti dilaporkan Metro TV.

Seusai peresmian, Pramono bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat turut melaksanakan salat Jumat di masjid tersebut.

Jadwal Pembangunan yang Sempat Molor

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pembangunan fisik masjid dimulai pada 1 Mei 2024 dan rampung pada 29 Juli 2026. Sebelumnya, peletakan batu pertama dilakukan pada November 2019, namun proses konstruksi sempat terkendala pandemi Covid-19 sehingga molor beberapa tahun.

Perbedaan rentang waktu pembangunan sempat disebut dalam sejumlah laporan. Ada yang menyebut pembangunan fisik baru dilakukan pada 2024 tanpa merinci tanggal, ada pula yang menyebut proyek dimulai 1 Mei 2024 hingga selesai 29 Juli 2026. Yang jelas, masjid ini resmi dioperasikan pada 16 Oktober 2026.

Dengan rampungnya proyek ini, Masjid Apung Jakarta yang dicanangkan Anies akhirnya diresmikan dan diharapkan menjadi landmark baru wisata religi di pesisir Jakarta. Kehadirannya disebut bakal memperkuat daya tarik kawasan Ancol, tidak hanya sebagai destinasi rekreasi tetapi juga tujuan wisata keagamaan.

“Masjid ini dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai landmark baru di pesisir Jakarta,” ujar Pramono.

Ke depan, publik akan menantikan bagaimana pengelolaan masjid berjalan, termasuk rencana penambahan kapasitas sekitar 300 jemaah melalui perluasan bangunan. Jika terealisasi, Masjid Apung An-Nur berpotensi menjadi salah satu ikon baru Jakarta yang memadukan fungsi ibadah, pariwisata, dan ruang publik terbuka bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *