Cruz Azul Hancurkan Juárez 5-0, Empat Pemain Meksiko Cetak Sejarah Baru

Cruz Azul Hancurkan Juárez 5-0, Empat Pemain Meksiko Cetak Sejarah Baru
Cruz Azul Hancurkan Juárez 5-0, Empat Pemain Meksiko Cetak Sejarah Baru

Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Laga cruz azul vs juárez berakhir dengan skor telak 5-0 untuk kemenangan Cruz Azul di Estadio Banorte. Namun, di balik pesta gol tersebut, La Máquina menorehkan catatan bersejarah: untuk pertama kalinya pada abad ke-21, empat pemain Meksiko mencetak gol dalam satu pertandingan Liga MX dengan seragam klub cementera itu.

Keempat pemain tersebut adalah Andrés Montaño, Carlos “Charly” Rodríguez, Omar Campos, dan Roger González. Gol kelima Cruz Azul dalam pertandingan itu dicetak oleh pemain Argentina, Agustín Palavecino.

Catatan ini disebut sebagai yang pertama sejak era milenium baru. Selama lebih dari 28 tahun, Cruz Azul tidak pernah lagi mengumpulkan empat pencetak gol berkebangsaan Meksiko dalam satu laga resmi. Kemenangan atas Bravos di kandang sendiri akhirnya mengembalikan rekor yang sempat terlupakan itu.

Jejak Sejarah yang Terulang dari 1998

Peristiwa serupa terakhir kali terjadi pada Verano 1998. Saat itu, pada Jornada 14, Cruz Azul menggulung Atlético Celaya dengan skor 5-0. Empat pemain Meksiko yang mencetak gol kala itu adalah Agustín Morales, Benjamín Galindo, Carlos Hermosillo, dan Joahan Rodríguez. Gol kelima disumbangkan pemain Paraguay, Julio César Yegros.

Generasi akhir dekade 1990-an itu dikenal lewat sosok Hermosillo sebagai ujung tombak dan Galindo sebagai otak lini tengah. Sejak periode tersebut, dominasi pemain asing di lini serang Cruz Azul membuat situasi serupa kian sulit diulang.

Pada pertandingan melawan Juárez, Andrés Montaño membuka keunggulan lebih awal. Carlos Rodríguez kemudian memperbesar jarak dengan gol yang menegaskan perannya dalam membangun permainan. Omar Campos, bek sayap dengan naluri menyerang tinggi, menambah gol ketiga sebelum turun minum. Roger González melengkapi malam para pemain Meksiko lewat tendangan dari luar kotak penalti.

Makna di Tengah Debat Pemain Lokal

Hasil ini tidak hanya mendatangkan tiga poin penting dan memperbaiki posisi Cruz Azul di klasemen. Kemenangan tersebut juga memberi pesan tentang kapasitas pemain nasional di dalam skuad yang memadukan pengalaman pemain asing, hasil pembinaan akademi, serta rekrutan lokal.

Di tengah perdebatan yang terus berlangsung soal jumlah dan peran pemain Meksiko di Liga MX, rekor Cruz Azul ini memiliki nilai simbolis. Bukan sekadar anekdot statistik, melainkan bukti bahwa empat pemain Meksiko bisa menjadi penentu kemenangan salah satu klub besar Tanah Air dalam satu pertandingan yang sama.

Pelatih Cruz Azul, Joel Huiqui, disebut telah memberi kepercayaan berupa menit bermain dan peran besar kepada sejumlah pemain tersebut. Goleada melawan Juárez dan catatan sejarah yang menyertainya menjadi jawaban atas kepercayaan itu.

Huiqui dan Hubungan Hangat dengan Media

Kemenangan atas Juárez juga membawa dampak pada suasana internal tim. Cruz Azul kembali ke jalur kemenangan setelah tiga pertandingan tanpa hasil maksimal. Suasana positif itu terlihat ketika Huiqui menepati janjinya mengundang wartawan yang meliput klub untuk menyantap tacos de canasta.

Janji tersebut bermula pada Minggu, 11 Oktober, ketika Huiqui datang beberapa menit terlambat ke konferensi pers usai laga imbang 3-3 melawan Pumas. Setelah meminta maaf kepada para reporter, ia menyatakan berutang tacos kepada mereka. Para jurnalis yang hadir sempat menanggapinya sebagai candaan ringan.

Namun, sang pelatih membuktikan ucapannya. Ia tidak hanya mentraktir tacos, tetapi juga turut menyajikan porsi pertama di fasilitas latihan La Noria, markas latihan klub juara Liga MX tersebut. Huiqui sendiri mencicipi tacos isi chicharrón yang menjadi favoritnya. Menurutnya, momen itu adalah kesempatan bagus untuk lebih mengenal para jurnalis yang sehari-hari meliput aktivitas klub.

Fokus Berikutnya: Pachuca dan Querétaro

Seusai pertandingan melawan Juárez, Cruz Azul langsung mengalihkan perhatian ke Jornada 13 Torneo Apertura 2026. La Máquina dijadwalkan bertandang ke markas Pachuca di Estadio Hidalgo pada Rabu, 21 Oktober, pukul 21.00 waktu setempat. Setelah itu, mereka akan melakoni laga tandang lain ke Querétaro pada Minggu.

Dua pertandingan away tersebut dinilai menentukan posisi Cruz Azul dalam perburuan tiket Liguilla. Huiqui menegaskan pendekatannya tetap sederhana, yakni menjalani setiap pertandingan satu per satu tanpa melompat jauh ke depan.

Menjelang laga melawan Pachuca, kondisi skuad masih diliputi tanda tanya. Rodolfo Rotondi, yang lama absen karena masalah pada tumit dan robekan otot, disebut hampir pulih sepenuhnya dan berpeluang tersedia. Sementara itu, José Paradela masih menjalani kehati-hatian karena gangguan otot sejak laga persahabatan melawan LA Galaxy. Willer Ditta juga diragukan setelah mengalami kontusio, sedangkan Ralph Orquín berada di tahap akhir readaptasi.

Dengan modal kemenangan besar atas Juárez dan sejarah baru yang tercipta, Cruz Azul berharap tren positif ini berlanjut. Rekor empat pencetak gol Meksiko dalam satu laga menjadi pengingat bahwa kedalaman skuad lokal bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi La Máquina pada fase krusial musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *