Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Montpellier menunjukkan kelasnya sebagai kandidat serius promosi ke Ligue 1 setelah menang telak 0-3 atas tuan rumah Rodez pada laga penutup pekan kesembilan Ligue 2 di Stadion Paul-Lignon, Senin malam, 19 Oktober 2026. Kemenangan ini membawa Montpellier naik ke peringkat kedua klasemen dengan 18 poin, tertinggal empat angka dari Saint-Étienne yang kokoh di puncak.
Bagi Rodez, hasil ini memperparah krisis. Kekalahan tersebut menjadi yang kelima secara beruntun dan membuat mereka terpuruk di posisi ke-17 atau tepat di atas dasar klasemen, zona merah yang harus segera mereka tinggalkan.
Babak Pertama Tanpa Gol
Menariknya, Montpellier sebenarnya mendominasi penguasaan bola pada babak pertama dengan catatan 67 persen. Namun dominasi itu tidak berbuah gol. Justru Rodez yang menciptakan peluang lebih berbahaya, tercermin dari angka expected goals (xG) yang lebih tinggi, yakni 0,92 berbanding 0,61 untuk tim tamu.
Beberapa peluang emas tercipta di kubu Rodez. Mathis Saka menyambut umpan silang matang Ryan Ponti, tetapi sundulan pemain itu meleset padahal ia berdiri bebas. Octave Joly sempat melepaskan tembakan terarah dari jarak 18 meter, sementara Théo Sainte-Luce berkorban dengan menahan bola keras dari Mathis Touho menggunakan kepalanya.
Rodez juga sempat menuntut hadiah penalti atas dugaan handball Naoufel El-Hannach, tetapi wasit tidak mengabulkannya. Di sisi lain, Montpellier punya peluang lewat Nicolas Pays yang tembakannya terlalu lemah, serta Mamadou Camara yang digagalkan kiper Quentin Braat. Laga sempat terhenti sesaat setelah suporter Montpellier menyalakan suar di tribun hingga asap memenuhi stadion.
Tiga Gol dalam 21 Menit
Petaka bagi Rodez datang setelah turun minum. Pada menit ke-55, umpan silang Sainte-Luce gagal diantisipasi dengan baik oleh Magnin. Bola jatuh ke Nicolas Pays yang langsung melepaskan tembakan, dan bola yang mengenai Magnin berbelok arah sehingga mengecoh kiper Braat. Gol bunuh diri itu membuka keunggulan Montpellier.
Empat menit berselang, Montpellier menggandakan keunggulan. Camara mengirim bola kepada Lacine Mégnan-Pavé, yang tembakannya sempat ditepis Raphaël Lipinski namun bola memantul kembali ke kakinya sendiri dan ia tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua. Itu menjadi gol kedua sang penyerang muda musim ini.
Gol ketiga lahir pada menit ke-76. Pemain pengganti Daryl Benlahlou merebut bola tinggi sebelum melepaskan tembakan menyilang yang tidak mampu dijangkau Braat. Itu merupakan gol pertamanya di Ligue 2. Braat sempat mencegah kekalahan lebih besar dengan menepis tembakan El-Hannach menggunakan kaki, sementara upaya Ponti di sisi lain hanya tipis menyamping.
Kemenangan ini juga mencatatkan clean sheet keenam Montpellier sepanjang musim. Pasukan asuhan Zoumana Camara kini melewati Reims dan Red Star yang sama-sama mengoleksi 17 poin, dan tetap tak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir.
Rodez Terpuruk
Pelatih Rodez, Magnin, mengakui timnya kehilangan arah setelah kebobolan. Ia menilai babak pertama sebenarnya berjalan menarik meski anak asuhnya sempat kesulitan pada 15 menit awal.
“Di babak kedua, kami kebobolan gol yang sedikit beruntung, punya peluang menyamakan kedudukan, lalu kebobolan lagi dan tidak mencetak gol. Tiba-tiba kami mengubah permainan sepenuhnya, dengan aksi-aksi yang justru kami larang di latihan sepanjang pekan,” ujarnya, seperti dikutip dari laporan media lokal.
Magnin menegaskan situasi timnya sedang tidak baik dan berjanji terus bekerja untuk memperbaiki posisi di klasemen. Ia juga meminta publik memahami bahwa timnya selalu tampil dengan keinginan menang di setiap pertandingan.
Sementara itu, kubu Montpellier menilai performa timnya semakin matang dibanding laga sebelumnya melawan Grenoble. Mereka menyebut kemenangan ini lahir dari soliditas, penguasaan permainan, dan terciptanya peluang, meski diakui masih ada ruang untuk lebih tajam lagi.
Dengan hasil ini, persaingan di papan atas Ligue 2 semakin memanas. Montpellier menempel ketat Saint-Étienne dan mengirim sinyal serius bahwa mereka layak diperhitungkan dalam perburuan tiket promosi. Sebaliknya, Rodez dituntut segera bangkit jika tidak ingin semakin tenggelam di zona degradasi pada pekan-pekan berikutnya.












