ADRO dan AADI Milik Boy Thohir Mulai Buyback Saham, Sinyal Keyakinan di Tengah Pasar Modal

ADRO dan AADI Milik Boy Thohir Mulai Buyback Saham, Sinyal Keyakinan di Tengah Pasar Modal
ADRO dan AADI Milik Boy Thohir Mulai Buyback Saham, Sinyal Keyakinan di Tengah Pasar Modal

Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Dua emiten Grup Adaro milik pengusaha Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), mulai melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) pada Selasa, 20 Oktober 2026. Langkah ini memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar: apakah aksi borong saham Boy Thohir, mampu kembalikan keyakinan pasar? Kedua perusahaan menyatakan aksi korporasi tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis perseroan sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung stabilitas pasar modal Indonesia.

Pelaksanaan buyback ADRO sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April lalu. Berdasarkan persetujuan itu, program buyback ADRO memiliki periode pelaksanaan selama 12 bulan sejak 18 April 2026, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Manajemen Alamtri menyatakan perseroan memiliki kesiapan yang solid untuk melaksanakan buyback, dengan didukung kondisi keuangan dan pengelolaan likuiditas yang prudent. Pernyataan itu disampaikan manajemen ADRO dalam keterangannya pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Perseroan juga meyakini pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kondisi keuangan, kebutuhan investasi, maupun kegiatan operasional, termasuk rencana bisnis yang telah ditetapkan. Dengan demikian, program ini diposisikan sebagai langkah yang tidak mengorbankan prioritas bisnis jangka panjang.

AADI Juga Mulai Buyback Bertahap

Sementara itu, AADI juga mulai melaksanakan buyback secara bertahap pada hari yang sama. Program tersebut merupakan tindak lanjut keputusan RUPST AADI Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada 22 Mei lalu. Sesuai persetujuan pemegang saham, periode pelaksanaan buyback AADI akan berlangsung hingga 22 Mei 2027.

Manajemen AADI menegaskan perseroan tetap berfokus pada pengembangan bisnis di Indonesia. Pelaksanaan buyback menjadi bagian dari komitmen tersebut, dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dari sisi waktu, kedua program memiliki kerangka yang berbeda. Buyback ADRO berjalan dalam periode 12 bulan sejak April 2026, sedangkan AADI memiliki tenggat hingga Mei 2027. Perbedaan ini menunjukkan bahwa masing-masing emiten mengikuti keputusan RUPST-nya sendiri, bukan skema yang diseragamkan.

Mengapa Buyback Dilakukan?

Pembelian kembali saham umumnya dipandang sebagai sinyal bahwa manajemen menilai harga saham perseroan belum mencerminkan nilai fundamentalnya. Dalam keterangan resminya, kedua emiten menempatkan buyback sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek bisnis dan komitmen mendukung stabilitas pasar modal Indonesia.

Namun, pernyataan perusahaan tidak secara otomatis menjawab keraguan pasar. Aksi borong saham Boy Thohir, mampu kembalikan keyakinan pasar? Jawabannya akan bergantung pada realisasi program, konsistensi pelaksanaan di pasar, serta kondisi makroekonomi dan sentimen investor yang menyertainya.

Yang jelas, buyback bukan sekadar aksi simbolik. Program ini menuntut kesiapan likuiditas dan disiplin pelaksanaan agar tidak mengganggu kebutuhan investasi maupun operasional perusahaan. Kedua manajemen menegaskan bahwa kondisi keuangan dan tata kelola menjadi landasan dalam menjalankan program tersebut.

Bagi investor, yang perlu dicermati adalah bagaimana realisasi buyback berjalan dari waktu ke waktu, termasuk konsistensi pelaksanaan sesuai periode yang telah disetujui pemegang saham. Selain itu, fokus pengembangan bisnis di Indonesia yang ditegaskan AADI menjadi indikator lain yang relevan untuk memantau arah strategi Grup Adaro.

Dengan dimulainya program pada hari ini, ADRO dan AADI telah mengambil langkah konkret. Apakah aksi borong saham Boy Thohir, mampu kembalikan keyakinan pasar? Pasar akan menilai melalui pelaksanaan nyata di lapangan, bukan hanya melalui pernyataan resmi perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *