Kurs USD Hari Ini: Dolar Menguat ke 158,48 Yen, Pasar Menanti Data Perumahan AS

Kurs USD Hari Ini: Dolar Menguat ke 158,48 Yen, Pasar Menanti Data Perumahan AS
Kurs USD Hari Ini: Dolar Menguat ke 158,48 Yen, Pasar Menanti Data Perumahan AS

Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Kurs USD hari ini bergerak di kisaran 158,48 yen per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi, 20 Oktober 2026, setelah pasangan USD/JPY bertahan di level 158 sepanjang sesi sebelumnya. Pergerakan mata uang Amerika Serikat itu menjadi sorotan pelaku pasar menjelang rilis data perumahan AS serta lelang surat utang tenor 20 tahun yang diperkirakan memengaruhi arah dolar dalam jangka pendek.

Laporan pasar dari EBC menyebutkan USD/JPY sempat turun dari sekitar 158,10 ke 157,70 di sesi Tokyo, lalu kembali menguat ke 158,15 seiring pemulihan harga saham dan jeda kenaikan harga minyak. Indeks Nikkei 225 ditutup di 64.916,70 yen atau turun 0,62 persen.

Tekanan dan Penguat Dolar di Tiga Sesi

Di sesi London, pasangan ini sempat menembus level 157,90 sebelum kembali ke kisaran 158,20 akibat aksi jual euro dan pembelian dolar yang dipicu ketidakpastian politik di Prancis. Pada sesi New York, dolar mendapat dukungan dari kenaikan suku bunga AS dan pembelian kembali saham teknologi, sehingga mendorong USD/JPY ke 158,55 dan ditutup di 158,50.

Pergerakan tersebut menggambarkan bagaimana kurs USD hari ini masih sangat sensitif terhadap sentimen global. Selain USD/JPY, pasangan EUR/USD bergerak dalam rentang 1,1183 hingga 1,1235 dan ditutup di 1,1213, sementara GBP/JPY berada di rentang 209,87 sampai 211,09 dan ditutup di 210,88 yen.

Dari pasar saham AS, indeks S&P 500 naik 0,41 persen, Nasdaq menguat 1,11 persen, sedangkan Dow Jones turun 0,07 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat 5,135 persen. Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman November berada di 103,66 dolar AS atau naik 2,22 persen, dan emas untuk pengiriman Desember di 4.160,10 dolar AS atau turun 0,50 persen.

Fokus pada Data Perumahan dan Lelang Obligasi

Hari ini, lelang obligasi tenor 20 tahun senilai sekitar 700 miliar yen dijadwalkan pukul 12.35 waktu setempat. Setelah itu, pasar menantikan rilis data pembangunan rumah baru dan izin mendirikan bangunan AS periode September pada pukul 21.30, disusul indeks penjualan rumah yang belum selesai pada pukul 23.00.

Konsensus pasar memperkirakan pembangunan rumah baru mencapai 1,31 juta unit, naik dari sebelumnya 1,275 juta unit, sedangkan izin mendirikan bangunan diperkirakan 1,39 juta unit dari sebelumnya 1,403 juta unit. Indeks penjualan rumah yang belum selesai diperkirakan stagnan dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut analisis EBC, data perumahan yang kuat berpotensi mendukung dolar melalui jalur suku bunga AS. Sebaliknya, data yang lemah dapat memunculkan kekhawatiran perlambatan permintaan akibat suku bunga tinggi, sehingga membatasi ruang penguatan dolar.

Di sisi lain, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyatakan pihaknya melihat inflasi dasar mendekati 2 persen. Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ menjadi faktor pendukung yen. Sementara itu, Federal Reserve sedang berada dalam periode blackout menjelang rapat FOMC pada 27-28 Oktober.

Batas Penguatan dan Pelemahan

Ruang penguatan USD/JPY dibatasi oleh level tertinggi hari sebelumnya di 158,55, disusul level psikologis 159,00. Jika pasangan ini menembus 158,55 secara jelas, pengujian area 159 yen akan terbuka, meski pasar tetap perlu mencermati peringatan otoritas Jepang terhadap pelemahan yen.

Pada sisi bawah, dukungan berada di level 158,00 dan titik terendah hari sebelumnya di 157,70. Selain fluktuasi suku bunga AS setelah data perumahan, volatilitas juga berpotensi meningkat akibat hasil lelang obligasi 20 tahun dan perkembangan situasi di Timur Tengah.

Di sisi lain, kurs USD hari ini juga tercermin pada pergerakan dolar terhadap mata uang lain. Mengutip data yang mengacu pada bank sentral Polandia, kurs USD/PLN pada 20 Oktober 2026 pukul 12.00 waktu setempat berada di 3,8959 zloty, berubah 0,0015 zloty dibandingkan hari sebelumnya dan 0,0218 zloty dibandingkan pekan lalu.

Bagi pelaku pasar di Indonesia, dinamika kurs USD hari ini tetap relevan karena pergerakan indeks dolar global kerap memengaruhi nilai tukar rupiah dan arus modal. Namun, arah dolar dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap data perumahan AS, hasil lelang obligasi, serta sinyal kebijakan dari Federal Reserve dan Bank of Japan.

Sejumlah bank sentral dan pelaku pasar masih menantikan kejelasan arah suku bunga global. Selama ketidakpastian itu berlanjut, pergerakan dolar diperkirakan tetap berada dalam rentang terbatas, dengan level 158,55 dan 159,00 sebagai ambang penting yang perlu dicermati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *