Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Persija belajar dari Serang, dominasi permainan tak selamanya menang. Kekalahan 2-3 dari Persita Tangerang di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026), menjadi pelajaran penting bagi Macan Kemayoran bahwa penguasaan bola yang besar belum tentu berbuah tiga poin. Hasil itu sekaligus mengakhiri catatan sempurna Persija dalam empat pertandingan pertama Super League 2026/2027.
Secara statistik, Persija memang mendominasi jalannya pertandingan. Penguasaan bola tim asuhan Shin Tae-yong mencapai 76 persen dengan 21 tembakan, 10 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara Persita hanya melepaskan delapan tembakan, lima di antaranya tepat sasaran.
Namun, keunggulan dalam membangun serangan tidak berbanding lurus dengan hasil akhir. Persija gagal memaksimalkan peluang yang tercipta, sementara efektivitas di depan gawang menjadi aspek yang perlu segera dibenahi.
Jalannya Pertandingan di Serang
Dalam duel sengit tersebut, Persija yang mengandalkan kiper Nadeo Argawinata sempat tertinggal lebih dulu lewat gol cepat Luquinhas pada menit kelima. Fabio Calenego menyamakan kedudukan pada menit ke-18.
Di babak kedua, gol Rayco Rodriguez pada menit ke-61 kembali dibalas melalui eksekusi penalti Alexander Jeremejeff pada menit ke-74. Mimpi Persija mengamankan satu poin sirna setelah Aleksa Andrejic mencetak gol kemenangan tuan rumah di masa injury time, tepatnya pada menit 90+5.
Shin Tae-yong menyoroti kegagalan anak asuhnya membongkar barisan pertahanan rapat Pendekar Cisadane. Ia juga memuji kerja keras para pemain Persita sepanjang laga.
“Hari ini, kegagalan kami menembus dinding pertahanan lawan tampaknya menjadi penyebab kekalahan kami. Di sela-sela pertandingan, ada situasi di mana pertandingan tidak berjalan semestinya. Bagian ini terasa cukup mengecewakan. Namun, saya pikir para pemain Persita bertarung lebih keras daripada kami,” ucap pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Shin menilai timnya tidak bisa terus berharap pada keberuntungan untuk melewati setiap pertandingan dengan hasil positif. Menurutnya, kerja keras dan upaya meningkatkan ketajaman harus tetap menjadi prioritas, termasuk ketika peluang kemenangan sebenarnya terbuka.
“Dari hari ke hari, saya percaya bahwa keberuntungan tidak akan selalu memihak kami di setiap laga. Untuk hari ini, saya merasa kami kurang beruntung dalam mencetak gol. Tentu saja, kami harus berusaha lebih keras lagi agar keberuntungan mencetak gol itu datang,” ujar Shin Tae-yong.
Pemain Persija, Rayhan Hannan, juga mengakui kekalahan ini memberi pelajaran berharga bagi tim. Menurutnya, hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar Persija tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Kekalahan sebagai Momentum Introspeksi
Shin menilai kekalahan perdana tersebut menjadi momentum berharga untuk melakukan introspeksi dan pembenahan. Ia menyebut kesalahan besar terjadi karena lawan mencetak gol ke gawang Persija lewat serangan balik.
“Karena lawan mencetak gol ke gawang kami lewat serangan balik, kesalahan dari pihak kami memang cukup besar. Namun, karena bola itu bulat, kami tidak bisa memenangkan segalanya. Justru kekalahan ini patut disyukuri karena memberi kami kesempatan untuk memikirkan kembali tim kami. Kami harus mempersiapkan diri lebih baik lagi karena situasi seperti ini bisa saja terjadi di setiap pertandingan ke depannya,” kata Shin.
Ia juga menyadari bahwa performa timnya akan menjadi bahan analisis para pesaing. Seiring berjalannya kompetisi, setiap lawan berpotensi datang dengan persiapan lebih matang untuk membatasi keunggulan permainan Macan Kemayoran.
Kekalahan ini membuat Persija gagal memperlebar jarak di papan atas. Skuad Macan Kemayoran masih bertahan di puncak klasemen sementara dengan koleksi 12 poin, tetapi kini hanya berjarak satu angka dari Dewa United Banten FC dan Persita Tangerang yang membuntuti di peringkat kedua dan ketiga.
Ujian Berikutnya: Arema FC
Persija tak punya banyak waktu untuk meratapi hasil di Serang. Pada pekan keenam Super League 2026/2027, Macan Kemayoran dijadwalkan menghadapi Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10) pukul 19.00 WIB.
Laga tersebut menjadi penting bagi kedua tim setelah kompak menelan kekalahan pada pekan kelima. Arema FC dikalahkan tim promosi Garudayaksa FC dengan skor 1-3. Saat ini, Arema menempati posisi ke-10 dengan koleksi enam poin.
Persija terpaksa bermain di Bekasi karena tidak bisa memakai venue utama mereka di Jakarta. Stadion Utama Gelora Bung Karno dijadwalkan menjadi lokasi konser, sementara Jakarta International Stadium sedang menjalani perawatan pasca gelaran konser.
Rekor buruk juga menghantui Persija ketika meladeni Arema FC. Persija tidak pernah menang atas Singo Edan dalam tiga partai kandang terakhir, termasuk kekalahan 0-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno musim lalu. Terakhir kali Persija mengalahkan Arema di kandang adalah pada musim 2022/2023 lewat kemenangan 2-0 di Stadion Patriot Candrabhaga. Sesudahnya, Persija bermain imbang 2-2 pada musim 2024/2025 dan keok 1-3 pada kompetisi 2025/2026.
Shin Tae-yong mengaku tidak mengetahui rekor buruk tim asuhannya saat melawan Arema FC. Namun, ia berambisi mematahkan kutukan tidak pernah menang itu, seperti ketika tim ibu kota menundukkan Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda pada awal musim ini. Sebelum menghajar kedua kesebelasan tersebut, Persija memang sudah lama tidak menang atas Persib dan Borneo FC, khususnya saat bermain di kandang lawan.
Persija belajar dari Serang, dominasi permainan tak selamanya menang. Kini, tantangannya adalah mengubah penguasaan bola dan peluang menjadi gol, terutama menghadapi lawan yang cenderung bermain rapat dan mengandalkan serangan balik. Laga kontra Arema FC akan menjadi ujian pertama bagi Macan Kemayoran untuk membuktikan bahwa pelajaran dari Serang benar-benar diterapkan.










