Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Kerap disorot, Kiky Saputri klarifikasi soal statement berjuang dari dalam yang menuai polemik di media sosial. Komika tersebut akhirnya menjelaskan kronologi pernyataannya dalam acara Pagi Pagi Ambyar yang ditayangkan pada Selasa (20/10/2026). Ia menegaskan bahwa ucapan itu muncul dalam konteks pekerjaannya sebagai co-host podcast bersama Kaesang Pangarep, bukan sebagai bentuk dukungan politik terhadap aksi demonstrasi.
Menurut Kiky, pernyataan tersebut pertama kali disampaikan saat ia menjadi co-host podcast bersama Kaesang Pangarep dan komika Ate. Ketika itu, muncul wacana bahwa Kaesang akan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta, yang memicu demonstrasi di jalan.
Sebagai co-host, Kiky mengaku sempat menanyakan langsung kabar tersebut kepada Kaesang. Ia menyebut dalam podcast itu dirinya bertanya apakah Kaesang benar-benar akan maju, dan Kaesang menjawab tidak.
“Soal berjuang dari dalem itu, karena itu kan konteksnya saat itu aku punya podcast sama Mas Kaesang, aku jadi co-host sama Bang Ate, standup comedian juga dan waktu itu demonya karena orang ngira Mas Kaesang bakal maju jadi gubernur DKI. Ya kan karena aku co-host aku nanya, ‘Emang beneran Mas mau maju?’, (Kaesang menjawab) ‘Gak kok,'” ungkap Kiky.
Kiky kemudian menjelaskan bahwa dirinya pernah mengunggah foto bersama Ate disertai pesan kepada masyarakat yang mengikuti demonstrasi. Dalam unggahan itu, ia mengingatkan para demonstran agar berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya dan Ate tidak bisa ikut turun ke jalan karena sedang menjalani proses syuting. Selain itu, Kiky saat itu tengah hamil. Karena itulah, ia menyebut akan berjuang dari dalam sebagai co-host yang bisa berbicara langsung kepada Kaesang.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Dalam penjelasannya, Kiky menegaskan bahwa maksud pernyataan tersebut adalah upaya menyampaikan aspirasi melalui perannya sebagai co-host, bukan ajakan untuk menjauh dari aksi di jalan. Namun, ia menilai ucapannya itu kemudian digulirkan dan digoreng oleh netizen hingga seolah-olah dirinya paling mengetahui setiap persoalan.
“Aku foto sama Bang Ate, aku bilang, ‘Yang berjuang di jalan hati-hati, jangan sampai terprovokasi. Maaf kita gak bisa (ikut), karena kita lagi syuting, aku juga lagi hamil. Terus kita akan berjuang dari dalam, karena kita kan co-host, maksudnya kita ngomong ke Mas Kaesang, tapi jadi digulir digoreng sampai sekarang. Seolah-olah kalau ada berita apa, aku yang paling tau gitu,” ujar Kiky sambil menahan tangis.
Di tengah polemik tersebut, Kiky menyadari bahwa sebagian masyarakat mungkin kecewa dengan pilihan politiknya. Ia pun menyampaikan permintaan maaf apabila sikap dan pilihannya selama ini mengecewakan publik.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap orang berhak menentukan pilihan dalam negara demokrasi. Kiky juga menegaskan tidak pernah melarang orang lain untuk memilih pihak yang berbeda dengannya.
“Aku tahu mungkin mereka kecewa karena kita gak satu suara. Tapi ini kan negara demokrasi, aku juga gak pernah melarang orang untuk memilih siapa. Aku minta maaf kalau pilihanku mengecewakan. Aku juga gak pernah tahu pilihanku jadi sebaik apa, seburuk apa, aku juga gak tahu,” pungkasnya.
Klarifikasi ini menjadi penting karena menyangkut cara publik memaknai pernyataan seorang figur publik di ruang digital. Ucapan yang awalnya disampaikan dalam konteks perbincangan podcast dapat dengan cepat bergeser makna ketika beredar di media sosial tanpa konteks lengkap.
Hingga kini, pernyataan Kiky Saputri soal berjuang dari dalam masih menjadi perbincangan warganet. Publik menantikan apakah klarifikasinya dapat meredakan sorotan yang terus mengarah kepadanya, sekaligus menjadi pengingat bahwa potongan pernyataan di ruang digital perlu dipahami bersama konteks aslinya.












