Daerah  

Pertalite di SPBU Blitar Mendadak Tak Bisa Dibeli, Polisi Temukan 6.000 Liter Mengendap

Pertalite di SPBU Blitar Mendadak Tak Bisa Dibeli, Polisi Temukan 6.000 Liter Mengendap
Pertalite di SPBU Blitar Mendadak Tak Bisa Dibeli, Polisi Temukan 6.000 Liter Mengendap

Cakrawala News – 23 Oktober 2026 | Fenomena Pertalite di SPBU Blitar ini mendadak tak bisa dibeli, polisi temukan stok 6.000 liter yang dibiarkan mengendap di tangki penyimpanan SPBU Kebon Rojo, Kota Blitar, Jawa Timur. Temuan itu mencuat di tengah keluhan warga yang kesulitan memperoleh bahan bakar minyak bersubsidi, sehingga memicu dugaan adanya penyimpangan dalam penyaluran. Satreskrim Polres Blitar Kota pun turun tangan menyelidiki kasus tersebut.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Blitar Kota, Ipda Aristoteles Urat Natogu Sirait, mengatakan pihaknya masih mendalami prosedur operasional standar (SOP) pengelolaan stok di SPBU tersebut. Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau pelanggaran aturan dalam pengelolaan dan penyaluran Pertalite.

“Yang di SPBU Kebonrojo masih kami dalami SOP-nya. Kalau mungkin ada indikasi mencurigakan akan kami tindak lanjuti. Tetap akan dilaksanakan penyelidikan,” kata Aristoteles di Blitar, Senin (19/10/2026).

Pemantauan tidak hanya dilakukan di SPBU Kebonrojo. Polisi juga menyisir SPBU di Jalan Kalimantan dan SPBU Kenari, Kota Blitar, untuk memeriksa ketersediaan BBM sekaligus menelusuri penyebab antrean kendaraan yang belakangan mengular.

Pengelola SPBU Membantah Menimbun

Kabar mengendapnya ribuan liter bensin itu berbuntut gaduh di media sosial. Menanggapi tudingan publik, pihak pengelola SPBU Kebon Rojo membantah keras narasi penimbunan bahan bakar.

Manajer Operasional SPBU Kebon Rojo, Hermawan, berdalih bahwa stok ribuan liter tersebut sengaja ditahan bukan untuk mengejar keuntungan dari kenaikan harga, melainkan demi strategi operasional pembagian sif penjualan selama 24 jam. Menurutnya, definisi menimbun adalah menerima BBM tetapi tidak dijual, lalu baru dijual saat harga naik.

Hermawan menjelaskan, kuota Pertalite tersebut sengaja dicicil penjualannya ke dalam tiga sif karena keterbatasan lahan antrean di SPBU mereka. Alasan serupa disampaikan Pengawas SPBU Kebonrojo, Khoirul Huda.

Khoirul menyebut penjualan Pertalite saat ini diatur dalam tiga sif, yakni pukul 06.00 WIB, 14.00 WIB, dan 20.00 WIB. Setiap sif mendapat alokasi penjualan sekitar 2.500 liter dari total 7.500 liter per hari. Menurutnya, pengaturan jadwal itu bertujuan mencegah antrean kendaraan meluas hingga ke jalan raya dan mengganggu arus lalu lintas.

“Kalau di los (dibiarkan) nanti antrean mengular ke jalan dan menyebabkan kemacetan. Makanya agar semua sif jualan dan masyarakat bisa menyesuaikan,” katanya.

Pasokan Turun Separuh

Di balik persoalan tersebut, polisi menemukan fakta bahwa antrean BBM di Kota Blitar turut dipengaruhi pengurangan pasokan. Aristoteles menjelaskan, pasokan BBM sebelumnya sekitar 16 kiloliter (KL) per SPBU per hari, kini dipangkas menjadi 8 KL per SPBU per hari. Pengurangan itu berkaitan dengan keterbatasan pasokan di wilayah Malang dan sekitarnya.

Khoirul membenarkan pasokan Pertalite ke SPBU Kebonrojo berkurang sejak sepekan terakhir. Jika sebelumnya mencapai 16.000 liter per hari, kini SPBU tersebut menerima sekitar 8.000 liter per hari.

Meski pasokan berkurang, polisi menegaskan distribusi BBM ke Kota Blitar masih berlangsung setiap hari. Aristoteles juga menyebut stok Pertalite, Pertamax, dan Solar di wilayah Kota Blitar cukup aman. Ia mengimbau masyarakat tidak panik dan menghindari pembelian berlebihan, karena kepanikan justru membuat antrean di SPBU membeludak dan BBM lebih cepat habis.

Polres Blitar Kota juga meminta petugas SPBU mengawasi oknum pengendara yang mencurigakan saat membeli BBM, guna mencegah praktik penimbunan.

Kasus Pertalite di SPBU Blitar ini mendadak tak bisa dibeli, polisi temukan stok 6.000 liter menjadi sorotan karena bersinggungan langsung dengan hak warga atas BBM bersubsidi. Polisi masih mendalami mekanisme pengaturan penjualan di SPBU Kebonrojo untuk memastikan pelaksanaannya sesuai prosedur, sekaligus menentukan langkah hukum bila ditemukan indikasi pelanggaran.

Ke depan, publik menanti hasil penyelidikan apakah dalih pembagian sif penjualan dapat dipertanggungjawabkan menurut regulasi penyaluran bahan bakar bersubsidi. Persoalan Pertalite di SPBU Blitar ini mendadak tak bisa dibeli, polisi temukan stok 6.000 liter juga menjadi pengingat bahwa transparansi stok dan pasokan di tingkat SPBU perlu diawasi agar kelangkaan tidak terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *