Daerah  

Lansia 78 Tahun di Bandung Dijambret di Rumahnya, Kalung Emas 10 Gram Raib

Lansia 78 Tahun di Bandung Dijambret di Rumahnya, Kalung Emas 10 Gram Raib
Lansia 78 Tahun di Bandung Dijambret di Rumahnya, Kalung Emas 10 Gram Raib

Cakrawala News – 19 Oktober 2026 | Seorang lansia 78 tahun di Bandung dijambret di rumahnya, kalung emas 10 gram raib. Peristiwa itu menambah daftar kasus penjambretan yang menimpa warga lanjut usia di wilayah Jawa Barat, dan menjadi perhatian karena korban dirampok saat berada di kediamannya sendiri. Kalung emas seberat 10 gram yang dikenakan korban menjadi sasaran utama pelaku sebelum mereka melarikan diri.

Kasus ini mencuat ke publik setelah rekaman video yang memperlihatkan seorang perempuan berinisial MA tengah ditolong aparat kepolisian beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, MA tampak mendapat pertolongan dari anggota Sat Samapta Polres Cimahi sebelum dibawa ke rumah sakit karena menderita luka akibat kejadian yang menimpanya.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, membenarkan adanya laporan mengenai peristiwa pencurian dengan kekerasan yang dialami MA. Menurut keterangannya kepada awak media pada Jumat (16/10/2026), kejadian tersebut berlangsung di sekitaran Kerkoff, Leuwigajah, pada Rabu malam.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa nahas itu bermula ketika MA sedang mengendarai sepeda motor dari arah Kota Cimahi menuju rumahnya di Batujajar. Di tengah perjalanan, tepatnya saat melintas di Jalan Kihapit, ia diikuti oleh orang tak dikenal yang kemudian memepet kendaraannya.

Pelaku lantas merampas tas yang diselempangkan di bahu kanan korban. Akibat tarikan tersebut, MA kehilangan kendali dan terjatuh dari sepeda motornya. Insiden itu membuat korban mengalami sejumlah luka.

“Korban mengalami luka lecet di bagian lutut sebelah kanan, luka lecet di bagian pinggul sebelah kanan, dan bahu sebelah kanan patah,” ujar Teguh, seperti dikutip dari keterangannya.

Selain luka fisik, korban juga kehilangan barang berharga yang dibawanya. Kasus penjambretan ini pun menjadi sorotan karena korban merupakan warga lanjut usia yang tengah dalam perjalanan pulang menuju rumahnya.

Polisi Masih Menyelidiki

Hingga kini, kepolisian belum mengungkap identitas pelaku. Teguh menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dan kasusnya masih dalam tahap penyelidikan.

“Sudah ditindaklanjuti, sekarang sedang dalam penyelidikan. Mudah-mudahan segera terungkap,” kata Teguh.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengidentifikasi pelaku penjambretan yang merampas tas korban.

Dalam kasus penjambretan, keterangan korban dan saksi mata biasanya menjadi kunci awal penyelidikan. Rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian, bila tersedia, juga dapat membantu aparat memetakan rute pelaku sebelum dan sesudah beraksi.

Modus yang Sering Terjadi

Peristiwa yang menimpa MA mencerminkan pola penjambretan yang kerap terjadi di jalanan, terutama pada malam hari. Pelaku umumnya mengikuti calon korban dari belakang, lalu memepet dan merampas barang bawaan secara paksa. Sasaran yang paling sering diincar adalah tas, ponsel, perhiasan, dan barang berharga lain yang mudah dibawa kabur.

Karena dilakukan secara mendadak, korban sering kali tidak sempat bereaksi. Akibatnya, korban tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga berisiko mengalami cedera fisik akibat terjatuh dari kendaraan, seperti yang dialami MA.

Kasus ini juga relevan dengan perhatian terhadap keselamatan kelompok rentan, termasuk lansia. Warga lanjut usia yang bepergian sendiri, terlebih pada malam hari, dinilai lebih berisiko menjadi sasaran kejahatan jalanan. Hal ini menjadikan kasus penjambretan terhadap lansia 78 tahun di Bandung dijambret di rumahnya, kalung emas 10 gram raib sebagai pengingat akan pentingnya kewaspadaan bersama.

Imbauan bagi Masyarakat

Meski belum ada penangkapan, kepolisian memastikan proses hukum tetap berjalan. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di ruas jalan yang cenderung sepi pada malam hari. Penggunaan tas yang disimpan di dalam kendaraan dan tidak dipamerkan di jalan dapat mengurangi risiko menjadi korban.

Selain itu, warga diminta segera melapor ke pihak berwenang jika melihat atau mengalami tindak kejahatan serupa. Laporan cepat memungkinkan polisi bergerak lebih sigap, baik untuk menolong korban maupun untuk memburu pelaku.

Bagi keluarga yang memiliki anggota lanjut usia, pendampingan saat bepergian menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko. Kejadian yang menimpa MA menunjukkan bahwa ancaman kejahatan jalanan bisa datang kapan saja, termasuk saat korban sedang dalam perjalanan pulang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan, termasuk apakah polisi telah mengantongi identitas pelaku. Publik menantikan hasil penyelidikan agar kasus penjambretan ini segera terungkap dan korban mendapatkan keadilan.

Peristiwa ini sekaligus menandai pentingnya pengawasan dan pengamanan di ruas-ruas jalan yang dinilai rawan. Kasus lansia 78 tahun di Bandung dijambret di rumahnya, kalung emas 10 gram raib diharapkan menjadi perhatian bersama, bukan hanya bagi aparat kepolisian, tetapi juga bagi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *