Sosial  

Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026: 24-26 Oktober, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026: 24-26 Oktober, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026: 24-26 Oktober, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Cakrawala News – 25 Oktober 2026 | Umat Islam di Indonesia akan kembali menunaikan puasa sunnah Ayyamul Bidh pada akhir Oktober 2026. Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama RI, puasa Ayyamul Bidh bulan Oktober 2026 jatuh pada tanggal 24, 25, dan 26 Oktober, yang bertepatan dengan 13, 14, dan 15 Jumadil Awal 1448 H. Sebelum melaksanakan amalan ini, penting untuk mengetahui bacaan niat puasa ayyamul bidh, tata cara pelaksanaan, hingga keutamaannya agar ibadah dapat dilakukan dengan benar dan khusyuk.

Penetapan awal Jumadil Awal 1448 H ini sejalan dengan pengumuman Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) yang menyatakan bahwa awal Jumadil Ula 1448 H dimulai pada Senin, 12 Oktober 2026. Dengan demikian, umat Islam disunnahkan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh mulai Sabtu, 24 Oktober 2026, berlanjut Minggu, 25 Oktober 2026, dan Senin, 26 Oktober 2026.

Arti dan Hukum Puasa Ayyamul Bidh

Ayyamul Bidh secara harfiah berarti hari-hari cerah, yaitu hari yang malamnya disinari bulan purnama. Hari-hari tersebut jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriyah. Dalam kalender Masehi, ketiga hari putih itu pada bulan Jumadil Ula 1448 H bertepatan dengan akhir pekan hingga awal pekan, sehingga cukup memudahkan bagi sebagian muslim yang ingin menjalankannya di sela aktivitas.

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas, puasa di Ayyamul Bidh dihukumi sunnah muakkad, yakni amalan yang sangat dianjurkan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw sering tidak makan atau berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, baik di rumah maupun dalam bepergian. Hadits ini diriwayatkan an-Nasa’i dengan sanad hasan.

Landasan syariat lain datang dari hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah ra. Ia berkata, “Kekasihku, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” Hadits tersebut diriwayatkan Bukhari nomor 1178.

Selain itu, mengutip buku Catatan Fikih Puasa Sunnah karya Hari Ahadi, anjuran pelaksanaan puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bersumber dari hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk berpuasa tiga hari di setiap bulan, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Hadis ini diriwayatkan An-Nasa’i nomor 2422, Ahmad nomor 21335, dan At-Tirmidzi nomor 761.

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustaz Ali Amrin al-Qurawy, bacaan niat puasa ayyamul bidh adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah Yaumul Bidh (Hari Putih) karena Allah Ta’ala.”

Pembacaan niat puasa Ayyamul Bidh dapat dilafalkan di dalam hati maupun diucapkan secara lisan. Niat ini idealnya dibaca pada malam hari hingga sebelum terbitnya fajar.

Namun, karena puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah, niat puasa juga dapat dilakukan setelah terbit fajar. Ketentuannya, orang yang berniat di siang hari belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Tata Cara Pelaksanaan

Mengutip buku Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin, terdapat beberapa tata cara yang perlu diperhatikan saat menjalankan puasa Ayyamul Bidh. Pertama, membaca niat pada malam hari atau sebelum terbit fajar. Kedua, melaksanakan sahur sebagaimana puasa pada umumnya. Ketiga, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Keempat, menyegerakan berbuka ketika waktu magrib tiba.

Pelaksanaan puasa ini tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya, sehingga umat Islam tetap dianjurkan menjaga adab berpuasa, memperbanyak ibadah, serta menghindari perbuatan yang dapat mengurangi pahala.

Keutamaan yang Dianjurkan untuk Diraih

Dikutip dari buku Rahasia Puasa Sunah karya Ahmad Syahirul Alim, keutamaan utama puasa Ayyamul Bidh adalah ganjaran pahalanya yang sangat besar. Dengan berpuasa selama tiga hari setiap bulan, seorang muslim akan memperoleh pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun.

Puasa ini bukan sekadar puasa sunah biasa, melainkan amalan langsung yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya. Hal ini menunjukkan kedudukannya yang sangat istimewa dalam Islam. Amalan yang dilakukan secara rutin oleh Nabi Muhammad SAW tentu memiliki nilai keutamaan yang tinggi. Dengan meneladani kebiasaan Rasulullah SAW, seorang muslim diharapkan memperoleh keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi umat Islam yang ingin menunaikan amalan ini, tiga hari pada akhir Oktober 2026 menjadi kesempatan yang dapat dipersiapkan sejak sekarang. Mengetahui jadwal, bacaan niat puasa ayyamul bidh, serta tata caranya menjadi langkah awal agar ibadah sunnah yang dijalankan tetap sah dan sesuai tuntunan.

Meski hukumnya sunnah, konsistensi menjalankan puasa Ayyamul Bidh setiap bulan disebut menjadi bagian dari keistimewaan amalan tersebut. Karena itu, selain menyiapkan niat, umat Islam dianjurkan menjaga kondisi tubuh dan mengatur jadwal agar dapat menjalani ketiga hari puasa dengan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *