Sosial  

Marsha Aruan Kenang Sosok Ibunda di Hari Pemakaman: Baik, Tulus, dan Sering Diprotes

Marsha Aruan Kenang Sosok Ibunda di Hari Pemakaman: Baik, Tulus, dan Sering Diprotes
Marsha Aruan Kenang Sosok Ibunda di Hari Pemakaman: Baik, Tulus, dan Sering Diprotes

Cakrawala News – 24 Oktober 2026 | Kabar duka menyelimuti aktris Marsha Aruan. Ibundanya, Lisa Diana Tambunan, meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) dan dimakamkan dua hari kemudian, Rabu (21/10/2026), di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Di hari pemakaman itulah, Bun ngga kuat loh, Marsha Aruan ungkap isi hati di hari pemakaman sang bunda [titlebase] menjadi momen yang menyentuh, ketika ia mengenang sosok sang ibu sebagai pribadi yang sangat baik, ramah, dan tulus kepada semua orang.

Di lokasi pemakaman, Marsha berbicara kepada awak media tentang bagaimana banyak teman dan orang di sekitarnya mengenal Lisa sebagai sosok yang hangat. Sang ibu, menurut Marsha, kerap menyapa dan menemani anaknya saat syuting.

“Iya, aku sih senang juga ya. Bunda itu orang yang sangat baik sama semua orang, enggak memandang dia siapa, sangat welcome. Jadinya setiap orang punya memorinya masing-masing,” ujar Marsha Aruan saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

Ia menambahkan bahwa hampir setiap orang memiliki kesan tersendiri terhadap almarhumah. Menurut Marsha, kenangan itu bukan hanya tentang kebaikan sang ibu, tetapi juga tentang bagaimana Lisa memperlakukan orang lain dengan tulus.

“Benar-benar setiap orang punya memori bersama Bunda yang berkesan, yang bisa dikenang, dan yang baik juga,” sambungnya.

Protes Anak karena Ibunda Terlalu Baik

Di balik citra sebagai pribadi yang ramah, Marsha mengaku pernah memprotes sikap ibunya. Sebagai anak, ia sempat melihat sang ibu berbuat baik kepada orang lain, tetapi balasannya justru kurang menyenangkan.

“Oh iya. Namanya anak ya, pasti kan melihat orang tuanya baik sama semua orang, terus kadang-kadang ada yang membalasnya enggak enak. Pasti kan kita yang, ‘Bunda kenapa sih? Ngapain harus kayak gitu?’ Pasti kan kita protes-protes begitu,” ujarnya.

Meski begitu, protes tersebut tidak mengubah sikap Lisa. Bagi Marsha, kebiasaan menolong dan ketulusan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari karakter ibunya. Sifat itulah yang membuat banyak orang merasa kehilangan.

“Tapi ya itulah karakter Bunda, suka menolong, baik, tulus sama semuanya. Makanya banyak yang kehilangan Bunda,” jelas Marsha.

Ungkapan Bun ngga kuat loh, Marsha Aruan ungkap isi hati di hari pemakaman sang bunda [titlebase] menggambarkan bagaimana perasaan seorang anak yang harus merelakan kepergian sosok yang selama ini menjadi panutan dalam keluarganya. Di tengah suasana berkabung, Marsha tetap berusaha mengenang ibunya dengan cara yang positif.

Pelajaran Kebaikan dan Iman dari Sang Ibu

Dari sang ibu pula Marsha belajar banyak hal, terutama soal kebaikan dan iman. Ajaran tersebut ia terima bersama adiknya, Michelle. Marsha mengaku bersyukur memiliki ibu seperti Lisa.

Menurut Marsha, nilai-nilai yang ditanamkan sang ibu tidak hanya tentang berbuat baik kepada sesama, tetapi juga tentang menjaga keimanan yang kuat kepada Tuhan. Hal itu menjadi bekal berharga bagi Marsha dan adiknya dalam menjalani kehidupan.

Kepergian Lisa Diana Tambunan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi orang-orang yang pernah merasakan kebaikannya. Dalam momen pemakaman, Marsha tampak berusaha tegar meski harus menghadapi kehilangan besar.

Kisah Bun ngga kuat loh, Marsha Aruan ungkap isi hati di hari pemakaman sang bunda [titlebase] juga menjadi pengingat bahwa sosok ibu memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Bagi Marsha, Lisa bukan sekadar ibu, tetapi juga teladan dalam bersikap kepada sesama.

Hingga kini, keluarga dan kerabat masih berada dalam suasana berkabung. Publik pun memberikan dukungan dan doa agar almarhumah mendapat tempat terbaik, serta agar Marsha dan keluarganya diberi ketabahan menghadapi masa sulit ini.

Kepergian Lisa Diana Tambunan menjadi pengingat akan pentingnya menghargai waktu bersama orang terdekat. Bagi Marsha Aruan, kenangan tentang kebaikan sang bunda akan terus hidup, sebagaimana ia ungkapkan di hari pemakaman dalam momen yang penuh haru tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *