Cakrawala News – 27 Oktober 2026 | Innalillahi, panglima TNI pertama dari AL laksamana Widodo AS wafat. Laksamana TNI (Purnawirawan) Widodo Adi Sutjipto, yang mencatat sejarah sebagai Panglima TNI pertama dari matra Angkatan Laut, meninggal dunia pada usia 82 tahun di kediamannya di Jakarta. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Pusat Penerangan TNI melalui akun resmi @Puspen_TNI, Minggu (25/10/2026).
Dalam cuitannya, Puspen TNI menyampaikan turut berdukacita atas wafatnya Widodo Adi Sutjipto yang menjabat Panglima TNI periode 1999 hingga 2002. Ucapan belasungkawa juga mengiringi kepergiannya, disertai harapan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Widodo mengembuskan napas terakhir pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, pukul 21.30 WIB, akibat sakit. Meski demikian, sejumlah pemberitaan menyebut tanggal yang berbeda, ada yang menyebut Sabtu (24/10/2026) dan ada pula yang menuliskan Minggu (25/10/2026). Perbedaan ini muncul di berbagai kanal pemberitaan, sementara prosesi pemakaman dijadwalkan pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Jejak Karier Sang Panglima dari Angkatan Laut
Widodo AS lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944. Ia menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Laut dan lulus pada 1968. Setelah lulus, ia bertugas sebagai perwira senjata di KRI Irian sebelum kariernya terus menanjak di lingkungan TNI AL.
Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, antara lain Komandan KRI Monginsidi pada 1986, Komandan KRI Ki Hajar Dewantara pada 1988, dan Komandan KRI Abdul Halim Perdanakusuma pada 1989. Pada 1994 hingga 1995, ia menjabat Kepala Staf Armada RI Kawasan Barat sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) pada 1998.
Kariernya berlanjut ketika Presiden ketiga RI, B.J. Habibie, mengangkatnya sebagai Wakil Panglima TNI pada 1999. Tak lama berselang, pada 26 Oktober 1999, Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengangkatnya sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Ia memimpin TNI hingga 7 Juni 2002.
Penunjukan tersebut menjadikannya perwira pertama dari luar matra Angkatan Darat yang menduduki jabatan Panglima TNI sejak 1962. Kepemimpinannya berlangsung di masa transisi reformasi, ketika TNI tengah menghadapi tuntutan perubahan tata kelola dan hubungan sipil-militer.
Dari Markas Militer ke Kursi Pemerintahan
Usai purnatugas dari dunia militer, Widodo melanjutkan pengabdian di pemerintahan. Pada 2004 hingga 2009, ia menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia tercatat sebagai Menko Polhukam RI ke-10.
Setelah itu, pada 2009 hingga 2014, Widodo dipercaya menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), juga pada masa pemerintahan SBY. Rekam jejak inilah yang membuat kepergiannya disebut sebagai kehilangan besar bagi TNI dan dunia pemerintahan Indonesia.
Ucapan duka cita mengalir dari berbagai pihak. Pangdam XIV/Hasanuddin beserta keluarga besar Kodam XIV/Hasanuddin turut menyampaikan belasungkawa. Hal serupa disampaikan Komando Armada RI melalui akun resmi @koarmada_ri, yang menyebut almarhum sebagai Panglima TNI ke-14.
Komando Armada II juga menyampaikan pernyataan belasungkawa resmi. Panglima Komando Armada II, Laksda TNI I G.P. Alit Jaya, bersama Ketua Gabungan II Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Yully Alit Jaya, dan seluruh prajurit Jalasena Koarmada II menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto.
Semoga amal ibadah beliau diterima, diampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan oleh Allah SWT.
Belasungkawa dari Kemenko Polkam
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI juga menyampaikan belasungkawa mendalam melalui akun Instagram resminya. Kemenko Polkam mengenang Widodo sebagai Menko Polhukam RI ke-10 periode 2004 hingga 2009.
Kabar duka terkait Innalillahi, panglima TNI pertama dari AL laksamana Widodo AS wafat ini menegaskan posisi historis almarhum dalam perjalanan TNI. Hingga kini, ia dikenang sebagai tokoh yang membuka jalan bagi perwira dari matra selain Angkatan Darat untuk memimpin TNI.
Jenazah Widodo Adi Sutjipto dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Prosesi pemakaman secara militer menjadi penutup perjalanan seorang panglima yang mengabdi sejak era Orde Baru hingga masa reformasi.
Bagi publik, kepergian Widodo AS menjadi pengingat akan peran penting sosoknya dalam sejarah TNI dan pemerintahan. Perkembangan selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah prosesi penghormatan terakhir serta tanggapan dari institusi lain yang pernah bekerja sama dengannya.












