Cakrawala News – 02 November 2026 | Lazio kembali menorehkan sejarah di Serie A. Menjamu Cagliari di Stadio Olimpico, Minggu (1/11/2026), tim asuhan Gennaro Gattuso menang 2-1 lewat gol Gustav Isaksen dan Andrea Pinamonti, sekaligus memastikan posisi puncak klasemen secara soliter dengan 28 poin dari sepuluh pertandingan.
Hasil ini membuat Lazio unggul tiga poin atas Inter Milan yang berada di peringkat kedua dengan 25 poin, disusul AS Roma (24), Como (23), dan AC Milan (21). Menurut catatan Football Italia, ini menjadi kali pertama Lazio sendirian di puncak Serie A sejak musim 2010/11, atau 16 tahun lalu.
Jalannya Pertandingan
Lazio sebenarnya memulai laga dengan tempo yang kurang menggigit. Cagliari justru mengejutkan tuan rumah lebih dulu pada menit ke-20 atau 21. Alieu Fadera berhasil menyelamatkan bola di garis akhir lapangan sebelum mengirim umpan kepada M’Bala Nzola, yang dengan sontekan cerdik menaklukkan kiper Christos Mandas.
Gol itu menjadi pukulan bagi Lazio yang kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Cagliari. Namun tuan rumah akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-36. Kerja sama Tijjani Noslin dan Kenneth Taylor membuka ruang bagi Isaksen, yang melepaskan tembakan lob indah ke sudut kanan gawang Elia Caprile.
Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Gattuso melakukan perubahan dengan memasukkan Alfonso Pedraza, Dele-Bashiru, dan Pinamonti. Lazio tampil lebih agresif dan menciptakan sejumlah peluang, meski beberapa keputusan wasit soal potensi penalti sempat menjadi sorotan.
Gol kemenangan akhirnya datang pada menit ke-83. Umpan silang tajam Isaksen disambut Pedraza dengan gerakan akrobatik ke tiang jauh, lalu Pinamonti muncul menyundul bola masuk. Gol itu membuat Stadio Olimpico bergemuruh dan Gattuso ikut larut dalam selebrasi bersama para pemain.
Situasi Cagliari makin sulit di masa injury time. Adam Obert menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Isaksen, sehingga tim tamu harus bermain dengan sepuluh pemain. Lazio pun menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Rekor dan Catatan Penting
Kemenangan ini menjadi yang kesembilan bagi Lazio dalam sepuluh pertandingan musim ini. Menurut laporan media Italia, hanya Juventus, Milan, Napoli, Roma, dan Torino yang pernah mencatat rekor serupa dalam sejarah Serie A.
Lazio juga masih belum terkalahkan. Di Eropa, hanya Roma, Bayern Munich, dan Borussia Dortmund yang dapat mencatatkan rekor tak terkalahkan serupa sejauh musim ini.
Menariknya, laga ini mempertemukan dua nama yang pernah bersinggungan di masa lalu. Pada 7 November 2010, Lazio asuhan Edy Reja terakhir kali memimpin klasemen sendirian, ketika itu di atas Milan yang dilatih Gattuso. Kini Gattuso berada di sisi seberang, membawa Lazio ke posisi yang sama.
Bagi Cagliari, kekalahan ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-11 dengan 13 poin. Pelatih Pisacane harus mencari solusi sebelum menjamu Frosinone pada pekan berikutnya, tanpa Obert yang terkena akumulasi kartu.
Tantangan Berikutnya
Posisi puncak belum berarti apa-apa tanpa konsistensi. Pekan depan, Lazio akan menghadapi ujian berat dengan bertandang ke markas Napoli. Laga itu akan menjadi tolok ukur apakah rekor tak terkalahkan Lazio mampu bertahan di tengah tekanan klub-klub papan atas.
Dengan selisih poin yang masih tipis, persaingan di puncak klasemen Serie A diprediksi tetap ketat. Namun untuk saat ini, Lazio dan Gattuso berhak menikmati posisi yang sudah 16 tahun tidak mereka rasakan.












