Cakrawala News – 02 November 2026 | Kiper muda Persib Bandung, Fitrah Maulana, mensyukuri debut dan cleansheet di ACL Two bersama Persib Bandung. Penjaga gawang berusia 20 tahun itu tampil penuh selama 90 menit saat Maung Bandung mengalahkan wakil Australia, Melbourne Victory, dengan skor 2-0 pada laga Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (28/10/2026).
Melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (30/10/2026), Fitrah menyatakan bahwa ia sudah menantikan kesempatan tampil di kasta Asia. Menurutnya, peluang semacam itu tidak bisa diprediksi kapan datangnya, sehingga seorang pemain harus siap memberikan yang terbaik ketika kepercayaan itu diberikan.
“Kita tidak akan pernah tau kesempatan itu datang kapan, tetapi di saat kita mempunyai kesempatan kita harus memberikan yg terbaik, Alhamdulillah debut di Asia, 3 poin dan cleansheet, tetap fokus karena perjalanan ini masih panjang. Terimakasih coach dan Bobotoh,” tulis Fitrah Maulana di Instagram, Jumat (30/10/2026).
Raihan nirbobol itu menjadi catatan penting bagi kiper Timnas U-20 Indonesia tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih Igor Tolic dan Bobotoh yang terus mendukungnya.
Kepercayaan di Tengah Absennya Teja Paku Alam
Kesempatan tampil di ACL Two datang ketika Persib kehilangan Teja Paku Alam. Kiper berusia 32 tahun itu disebut rentan cedera dan tercatat sudah empat kali absen dalam jadwal padat Persib musim ini, termasuk pada dua laga krusial terakhir melawan Garudayaksa FC dan Melbourne Victory.
Musim ini Persib hanya mengandalkan dua pilihan utama di bawah mistar setelah dilepasnya kiper asal Inggris, Adam Przybek. Meski Teja memiliki rekam jejak mentereng dengan koleksi 19 cleansheet di kompetisi domestik musim lalu, faktor kebugaran fisik menjadi kendala utama sang senior.
Di tengah situasi itu, Fitrah menjawab kepercayaan pelatih dengan penampilan matang. Ia bermain di depan benteng tiga bek tengah yang terdiri dari Patricio Matricardi, Julio Cesar, dan Danijel Loncar. Kombinasi tersebut membuat gawang Persib sulit ditembus Melbourne Victory.
Keputusan Persib untuk tidak merekrut kiper asing baru di musim 2026/2027 pun dinilai mulai membuahkan hasil. Keberhasilan membungkam Melbourne Victory menjadi panggung pembuktian bagi kiper belia tersebut.
Statistik dan Reaksi Pelatih
Secara statistik, Fitrah tampil solid. Melansir data Fotmob, ia melakukan satu penyelamatan dan dua tangkapan bola atas selama bermain 90 menit. Penampilannya memberikan rasa nyaman bagi lini belakang Persib.
Pelatih Igor Tolic menyoroti performa gemilang Fitrah di ACL 2 dan memuji ketenangan kiper muda itu. Pujian tersebut menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Fitrah bukan tanpa dasar.
Dalam keterangannya di Bandung, Jumat (30/10/2026), Fitrah menegaskan siap menjawab kepercayaan tim pelatih. Ia tidak ingin menyia-nyiakan peluang yang diberikan, siapa pun lawan yang harus dihadapi Persib.
“Kalau misalnya diberikan kepercayaan, pastinya saya lakukan dengan baik, apa pun dan siapa pun lawannya. Bagaimana caranya, tetap saya berikan yang terbaik,” tegasnya.
Sebelum laga melawan Melbourne Victory, Fitrah juga tampil saat Persib menghadapi Garudayaksa FC. Dalam laga itu ia kebobolan satu gol, tetapi kemudian mencatatkan clean sheet di kompetisi Asia.
Raihan cleansheet Fitrah meneruskan kinerja apik Teja Paku Alam. Dalam dua laga ACL Two, kiper 32 tahun tersebut mampu menjaga gawang Persib tanpa kebobolan saat melawan FC Seoul dan The Cong – Viettel FC.
Dampak bagi Persib
Kemenangan atas Melbourne Victory membuat Persib kukuh di puncak klasemen sementara Grup E ACL 2 dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan. Dua gol Persib dalam laga itu dicetak striker asal Montenegro, Balsa Sekulic, pada babak kedua.
Gol pertama lahir pada menit ke-47 berawal dari umpan Danijel Loncar. Gol kedua tercipta pada menit ke-67 setelah Balsa memaksimalkan umpan menusuk Berguinho dan melepaskan tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper Melbourne Victory, Jack Warshawsky.
Hasil tersebut juga menjadi clean sheet ketiga Maung Bandung di ACL 2. Catatan ini menunjukkan lini belakang Persib, termasuk saat dipercayakan kepada Fitrah, mampu menjaga konsistensi di kompetisi Asia.
Bagi Fitrah, penampilan di ACL Two menjadi pengalaman berharga. Ia dipercaya menggantikan Teja Paku Alam yang selama ini menjadi andalan Persib di bawah mistar gawang.
Muncul spekulasi publik apakah sudah saatnya kiper berusia 20 tahun ini didapuk sebagai penjaga gawang nomor satu permanen Persib menggantikan Teja. Namun, hal itu masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab dan bergantung pada keputusan tim pelatih.
Yang jelas, Fitrah Maulana Syukuri debut dan cleansheet di ACL Two bersama Persib Bandung menjadi penanda bahwa kiper muda tersebut siap bersaing. Performa apiknya di kompetisi Asia memberi Persib opsi tambahan di bawah mistar, terutama ketika jadwal padat dan cedera mengganggu stabilitas lini belakang.
Ke depan, Persib masih harus membagi perhatian antara kompetisi domestik dan Asia. Rotasi pemain berpotensi menjadi pertimbangan tim pelatih, dan kesempatan bermain bagi Fitrah bisa terus berlanjut jika ia mampu menjaga konsistensi.












