Siswi SMKN 1 Karanganyar Meninggal saat Napak Tilas Joko Songo, Ibu Ungkap Kondisinya Menurun Sebelum Berangkat

Siswi SMKN 1 Karanganyar Meninggal saat Napak Tilas Joko Songo, Ibu Ungkap Kondisinya Menurun Sebelum Berangkat
Siswi SMKN 1 Karanganyar Meninggal saat Napak Tilas Joko Songo, Ibu Ungkap Kondisinya Menurun Sebelum Berangkat

Cakrawala News – 06 November 2026 | Seorang siswi SMKN 1 Karanganyar meninggal saat napak tilas, ibu ungkap sang anak sakit sebelum berangkat, menjadi kabar duka yang menyelimuti kegiatan Napak Tilas Perjuangan Pahlawan Joko Songo XXXI Tahun 2026 di Kabupaten Karanganyar. Korban bernama Califfa Marwa Nabila, warga Genengan RT 02/RW 04, Kecamatan Jumantono, yang meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026) setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa ini mencuat setelah ibunda korban, Martalia Anggun, mengungkapkan bahwa putrinya sempat mengalami penurunan kondisi fisik sebelum berangkat mengikuti kegiatan tersebut. Menurut Martalia, Califfa telah menjalani latihan fisik intensif bersama pihak sekolah selama sepekan menjelang napak tilas, dengan jarak tempuh latihan yang terus ditingkatkan setiap harinya.

Martalia menduga rangkaian aktivitas itu turut menguras kondisi fisik putrinya. Terlebih, Califfa sempat mengalami diare dan kehilangan nafsu makan. Setiap kali makan, putrinya juga kerap muntah.

“Saya sudah mengingatkan istirahat saja dulu, cuma anaknya nekat. Dia memang ingin ikut,” ungkap Martalia saat ditemui di rumah duka, Kamis (5/11/2026).

Komunikasi Terakhir Sebelum Kejadian

Martalia mengaku masih berkomunikasi dengan putrinya melalui WhatsApp pada Selasa (3/11/2026) malam. Saat itu, Califfa berada di kawasan Delingan dan menyampaikan kondisinya mulai membaik, meskipun masih muntah setiap kali makan. Martalia kemudian menyarankan putrinya makan sedikit demi sedikit agar kondisinya berangsur pulih.

Dalam komunikasi terakhir tersebut, Califfa kembali menyampaikan bahwa kondisinya sudah membaik. Martalia juga mendapat informasi dari pembina bahwa kondisi Califfa terlihat bugar sebelum pemberangkatan napak tilas pada Rabu pagi. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti kapan kondisi putrinya kembali menurun hingga akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit.

“Saya dikabari sekitar pukul 14.00 WIB kalau anak saya sudah di rumah sakit. Waktu saya sampai di IGD, kondisinya sudah kritis dan sudah tidak merespons ketika saya panggil,” tuturnya.

Menurut Martalia, putrinya kemudian dipindahkan dari instalasi gawat darurat (IGD) ke ruang perawatan intensif atau intensive care unit (ICU). Kondisinya semakin kritis sehingga tim medis memberikan penanganan intensif. Pihak rumah sakit bahkan sempat merencanakan rujukan ke RSUD dr. Moewardi Solo. Namun, sebelum rencana rujukan terlaksana, kondisi Califfa terus memburuk. Pihak rumah sakit juga sempat meminta persetujuan keluarga untuk memasang alat bantu pernapasan.

Kronologi di Lokasi Kegiatan

Kegiatan napak tilas dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-109 Kabupaten Karanganyar ini mengambil start dari Lapangan Mojoroto, Kecamatan Mojogedang. Rute kemudian menuju Kecamatan Karangpandan, Kecamatan Matesih, hingga titik akhir di Bumi Perkemahan Delingan, Kecamatan Karanganyar.

Namun, baru berjalan sekitar 4 kilometer dari garis start, persisnya di kawasan hutan karet sebelah timur Ponpes MTA, korban mendadak mengeluh amat lelah dan mengalami muntah-muntah. Korban sempat dirawat di RSUD Karanganyar sekitar pukul 13.00 WIB, dan dilaporkan meninggal dunia pada pukul 19.10 WIB.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMKN 1 Karanganyar Darmadi mengungkapkan, almarhumah dikenal sebagai sosok siswi yang sehat, ceria, dan memiliki rekam jejak keaktifan yang tinggi. Pihak sekolah juga mengklaim telah melewati prosedur cek kesehatan sebelum kegiatan berlangsung.

Perhatian pada Keselamatan Peserta

Kematian Califfa menjadi sorotan terkait keselamatan peserta kegiatan fisik berskala besar seperti napak tilas. Keterangan keluarga mengenai kondisi putrinya yang sempat diare dan sulit makan sebelum berangkat, berbanding dengan klaim sekolah bahwa peserta telah melalui cek kesehatan, menunjukkan adanya informasi yang perlu ditelusuri lebih jauh.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan kesehatan yang dijalani korban maupun penyebab pasti kematiannya. Keluarga masih menunggu kejelasan sambil menerima ucapan duka dari berbagai pihak.

Kasus siswi SMKN 1 Karanganyar meninggal saat napak tilas, ibu ungkap sang anak sakit sebelum berangkat, menjadi pengingat pentingnya pemantauan kondisi fisik peserta secara berkelanjutan, terutama bagi pelajar yang mengikuti kegiatan dengan beban fisik berat. Evaluasi prosedur pemeriksaan kesehatan dan pengawasan di lapangan dinilai perlu diperhatikan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *