Cakrawala News – 08 November 2026 | Alasan Persib punya kans besar hingga ke perempat final ACL 2 terletak pada catatan sempurna yang belum tertandingi di fase grup. Maung Bandung menjadi tim pertama yang memastikan tiket ke babak 16 besar AFC Champions League Two 2026/2027 setelah menyapu bersih empat pertandingan pertama dengan koleksi 12 poin. Bersama Machida Zelvia asal Jepang, Persib menjadi satu dari dua tim yang meraih nilai sempurna di fase grup, dan keduanya sama-sama berasal dari Wilayah Timur. Tidak ada satu pun dari 16 tim di Wilayah Barat yang mampu menyamai pencapaian tersebut.
Kepastian itu datang lewat kemenangan 2-0 atas Melbourne Victory di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026). Dua gol Balsa Sekulic memastikan Persib meraih poin penuh di hadapan pendukung sendiri. Sebelumnya, tim asuhan Igor Tolic juga menaklukkan FC Seoul, The Cong-Viettel, dan Melbourne Victory di Australia pada 4 November 2026.
Melampaui Tim dari Negara Berkoefisien Tinggi
Yang membuat capaian Persib kian istimewa adalah posisi Indonesia dalam koefisien kompetisi Asia. Menurut data yang dirilis, Persib berasal dari negara dengan poin kompetisi paling rendah di antara 32 peserta fase grup ACL Two, yakni 18.653 poin. Sebagai perbandingan, Korea Selatan memiliki koefisien 90.982 poin, Australia 40.240 poin, dan Vietnam 35.038 poin.
Kendati demikian, Persib justru mengalahkan perwakilan dari ketiga negara tersebut. FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, serta The Cong-Viettel dari Vietnam semuanya merasakan kekalahan dari Maung Bandung. Fakta ini menegaskan bahwa Persib bukan sekadar memanfaatkan keuntungan bermain di kandang, melainkan juga mampu tampil kompetitif di laga tandang.
Grafik Permainan Terus Meningkat
Selain hasil, perkembangan permainan Persib dari laga ke laga menjadi alasan lain mengapa peluang melangkah jauh di ACL Two terbuka lebar. Igor Tolic perlahan membangun tim dengan pendekatan yang lebih terstruktur, progresif, tetapi tetap fleksibel menyesuaikan karakter lawan. Pola itu terlihat ketika Persib bertandang ke markas FC Seoul pada 16 September 2026. Setelah unggul cepat melalui gol Julio Cesar pada menit kelima, Maung Bandung harus bekerja keras meredam tekanan tuan rumah yang menguasai 60 persen penguasaan bola dan menciptakan 12 peluang. Namun, lini pertahanan Persib mampu menggagalkan enam peluang bersih lawan.
Ketangguhan itu tercermin dari catatan pertahanan Persib yang belum sekalipun kebobolan di fase grup. Soliditas di lini belakang menjadi modal penting ketika kompetisi memasuki babak gugur, di mana setiap kesalahan bisa berujung fatal.
Format kompetisi juga memberi keuntungan tersendiri. ACL Two membagi peserta ke dalam dua wilayah, Barat dan Timur. Klub dari dua wilayah tersebut tidak bertemu di fase grup hingga babak semifinal, sehingga Persib hanya perlu menghadapi tim-tim dari Wilayah Timur untuk bisa menembus perempat final dan bahkan semifinal. Dua tim yang lolos ke final baru akan saling berjumpa, masing-masing mewakili zona Barat dan Timur.
Modal Berharga Menuju Fase Gugur
Rekor sempurna di fase grup menjadi modal berharga bagi Persib. Sebelumnya, Persib sudah memastikan tempat di babak 16 besar bahkan sebelum matchday keempat, setelah mengoleksi sembilan poin dari tiga laga. Kemenangan atas Melbourne Victory di Australia hanya menegaskan dominasi mereka di Grup E, dengan keunggulan lima poin atas Melbourne Victory yang berada di posisi kedua.
Di kompetisi domestik, Persib juga memiliki jadwal padat yang harus dikelola dengan baik. Selain Super League dan ACL Two, Maung Bandung masih menjalani ASEAN Club Championship Shopee Cup serta telah dipastikan langsung tampil di perempat final League Cup 2026/27 berkat status juara Super League 2025/26. Manajemen rotasi pemain oleh Igor Tolic akan menjadi kunci agar performa tetap terjaga di semua kompetisi.
Dengan modal 12 poin, pertahanan yang belum kebobolan, dan grafik permainan yang terus meningkat, alasan Persib punya kans besar hingga ke perempat final ACL 2 memang bukan sekadar klaim. Tantangan sesungguhnya baru akan diuji di babak gugur, ketika kualitas skuad dan kedalaman bangku cadangan menjadi penentu. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Persib melangkah lebih jauh dari yang diperkirakan banyak pihak.












