Cakrawala News – 08 November 2026 | BMKG peringatkan hujan lebat dan angin kencang di sejumlah kota Indonesia pada periode 6–15 November 2026, dengan Sumatra Utara berstatus Awas terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem. Peringatan itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui prakiraan cuaca harian maupun prospek cuaca sepekan yang dirilis pada Sabtu (7/11/2026).
Dalam prakiraan harian, prakirawan BMKG Adelia F menerangkan bahwa dinamika atmosfer menunjukkan potensi pembentukan awan hujan, perlambatan angin, dan pertemuan angin di Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya. Kondisi tersebut disebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Karena itu, sejumlah kota diprakirakan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kota-kota tersebut adalah Padang, Banjarmasin, Samarinda, Manado, dan Nabire.
Daftar kota dengan hujan ringan hingga berawan
Sementara itu, sejumlah kota besar lain diprakirakan hanya mengalami hujan ringan. Wilayah-wilayah itu meliputi Banda Aceh, Medan, Jambi, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Selor, Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke.
Adapun kota besar yang diprakirakan hanya berawan pada hari itu adalah Pekanbaru, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Kupang, dan Kendari.
BMKG juga memprakirakan gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia bagian selatan Jawa Timur. Masyarakat di pesisir Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Maluku diminta mewaspadai potensi banjir rob.
Sumatra Utara berstatus Awas pada 9–12 November
Dalam dokumen prakiraan cuaca sepekan untuk periode 6–12 November 2026, BMKG menetapkan Sumatra Utara berstatus Awas terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem pada 9–12 November 2026. Pada periode yang sama, Aceh dan Sumatra Barat masuk kategori Siaga untuk potensi hujan deras yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Untuk periode 6–8 November 2026, kategori Siaga hujan deras mencakup lima provinsi, yakni Aceh, Jawa Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Potensi peningkatan hujan berintensitas sedang juga tercantum untuk sejumlah daerah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Meski demikian, BMKG menyatakan cuaca Indonesia secara umum pada periode ini didominasi hujan ringan.
Potensi angin kencang juga menjadi perhatian. Pada 6–8 November 2026, wilayah yang diprediksi mengalami angin kencang meliputi Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Adapun pada 9–12 November 2026, potensi serupa diprediksi terjadi di Papua Selatan.
Bandung Raya panas, tetapi hujan lebat masih mengintai
Di Jawa Barat, BMKG memprakirakan sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan selama periode 9–15 November 2026, termasuk hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang secara lokal. Prakiraan ini muncul meski cuaca panas dan angin cukup kencang belakangan mewarnai aktivitas masyarakat di Bandung Raya.
Kepala BMKG Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa cuaca panas pada siang hari perlu dilihat dari dinamika atmosfer yang memengaruhi pembentukan awan hujan. Ketika pertumbuhan awan hujan tidak merata, sebagian wilayah dapat mengalami periode tanpa hujan sehingga paparan sinar matahari terasa lebih dominan.
“Kondisi tersebut memungkinkan adanya perbedaan cuaca antardaerah, termasuk kawasan Bandung Raya,” kata Suaidi melalui siaran pers, Minggu (8/11/2026).
Berdasarkan prospek cuaca mingguan BMKG, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada Senin, 9 November, dan Selasa, 10 November 2026. Pada Rabu, 11 November 2026, potensi hujan diprakirakan terjadi di Kabupaten Bandung, sedangkan pada Kamis, 12 November 2026, Kabupaten Bandung Barat masuk daftar wilayah yang perlu diwaspadai.
Potensi hujan kembali tercatat di Kabupaten Bandung pada Jumat, 13 November 2026. Pada Sabtu, 14 November 2026, tidak ada wilayah yang masuk dalam daftar potensi hujan sedang hingga lebat. Adapun pada Minggu, 15 November 2026, potensi tersebut diprakirakan terjadi di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.
Kekeringan masih berlangsung
Di tengah peringatan hujan, BMKG mencatat kondisi kekeringan yang masih berlangsung di sebagian daerah. Dalam konteks El Nino kuat dan IOD positif, 543 titik masih mengalami kekeringan panjang hingga ekstrem, dengan titik panas terbanyak terdeteksi di Papua Selatan.
Kombinasi antara potensi hujan lebat dan kondisi kekeringan menunjukkan bahwa dampak cuaca tidak merata antardaerah. BMKG mengingatkan risiko banjir, longsor, serta pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang, dan meminta warga memantau informasi resmi.
Bagi masyarakat, peringatan ini sebaiknya dijadikan dasar untuk menyiapkan langkah antisipasi, terutama di wilayah berstatus Awas dan Siaga. Warga pesisir juga perlu memperhatikan peringatan banjir rob dan gelombang tinggi, sementara pengguna jalan diminta waspada terhadap genangan, luapan air sungai, dan longsor yang berpotensi mengganggu aktivitas.












