Polisi Bali Identifikasi Empat Warga Australia dalam Kasus Kematian Pria Inggris di Kuta

Cakrawala News – 11 September 2026 | Kepolisian di Bali mengungkap perkembangan baru dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria berusia lanjut asal Perth, Australia Barat, di sebuah bar di Kuta. Empat warga negara Australia telah diidentifikasi sebagai tersangka dalam insiden yang terjadi pada Agustus lalu, tiga pekan setelah korban meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.

Korban bernama Paul Dougan, seorang pria berkebangsaan Inggris yang tinggal di Australia, sedang berlibur bersama teman-temannya di Pulau Bali ketika ia dihadapkan oleh empat orang tak dikenal di One Tribe Bar, Kuta. Menurut keterangan kepolisian, korban dipukuli dan ditendang berulang kali sebelum dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Selama menjalani perawatan, Dougan menjalani tiga kali operasi dan menerima empat transfusi darah. Ia mengalami pendarahan internal, sepuluh tulang rusuk patah, limpa diangkat, serta pemasangan selang di paru-paru dan perut. Korban akhirnya meninggal dunia pada 20 Agustus 2026.

Pada Kamis, kepolisian Bali menyatakan tengah memburu empat warga Australia yang diidentifikasi melalui inisial RGG, PAM, JRM, dan TRZ. Menurut pihak berwenang, keempat orang tersebut telah terbang kembali ke Australia, sehingga aparat setempat berkoordinasi dengan Divisi Kepolisian Internasional Indonesia dan Polisi Federal Australia.

Juru bicara Kepolisian Denpasar, Gede Adi Saputra Jaya, mengungkapkan harapan agar otoritas Australia menangkap keempat pria tersebut dan mengembalikan mereka ke Bali. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas negara diperlukan untuk mengatur prosedur teknis penangkapan atau pemulangan para tersangka agar mereka dapat menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatan yang diduga dilakukan di wilayah hukum Indonesia.

Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama karena melibatkan warga asing dan terjadi di kawasan wisata yang menjadi salah satu denyut nadi perekonomian Bali. Insiden tersebut juga menyoroti pentingnya keamanan di area hiburan malam yang kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang Australia mengenai langkah yang akan diambil terkait permintaan pemerintah Indonesia. Proses hukum lintas negara biasanya memerlukan waktu dan melibatkan sejumlah prosedur, termasuk verifikasi identitas serta kelengkapan bukti yang diajukan kepolisian Bali.

Kepolisian setempat masih terus mengumpulkan keterangan dari saksi dan merekonstruksi kejadian untuk memperkuat berkas perkara. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada aparat yang berwenang, sementara keluarga korban berharap keadilan dapat ditegakkan.

Perkembangan kasus ini akan terus dipantau, terutama terkait respons otoritas Australia dan kelanjutan penyelidikan di Bali. Penegakan hukum yang transparan diharapkan dapat memberikan kepastian bagi semua pihak sekaligus menjaga citra daerah sebagai destinasi wisata yang aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *