Empat Unggulan Teratas Melaju ke Semifinal US Open 2026, Sabalenka Bidik Gelar Ketiga Beruntun

Cakrawala News – 11 September 2026 | Fenomena langka terjadi di grand slam US Open 2026. Untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2009, seluruh empat unggulan teratas sebuah turnamen grand slam berhasil menembus babak semifinal. Keempat petenis tersebut adalah Aryna Sabalenka, Elena Rybakina, Coco Gauff, dan Jessica Pegula. Dengan demikian, 4 wanita top markotop dunia masuk semifinal US Open 2026 [titlebase] dan menyajikan duel-duel kelas atas di Flushing Meadows, New York.

Keempat nama itu bukan petenis sembarangan. Sabalenka, Rybakina, dan Gauff sudah pernah mengangkat trofi grand slam. Sementara Pegula, unggulan ketiga, masih memburu gelar grand slam pertamanya. Komposisi ini menjadikan semifinal US Open tahun ini sebagai salah satu yang paling dinanti dalam beberapa tahun terakhir.

Sabalenka Lolos Dramatis

Juara bertahan dua kali, Aryna Sabalenka, melaju ke semifinal keenamnya secara beruntun di US Open. Petenis Belarusia itu harus melewati ujian terberat ketika menghadapi juara Wimbledon, Linda Noskova, di perempat final. Sabalenka sempat tertinggal satu break pada set ketiga sebelum akhirnya menang 7-6 (1), 3-6, 7-6 (7) dalam pertandingan yang berlangsung dua jam 22 menit.

Sempat tertinggal 2-4 di set penentuan, Sabalenka bangkit dengan bermain lebih agresif, mengurangi kesalahan sendiri, dan merebut momentum hingga menyamakan kedudukan 4-4. Pada tiebreak penentuan, ia menunjukkan ketenangan melalui servis yang sulit dikembalikan dan menutup match point pertamanya dengan ace dari servis kedua.

Kemenangan tersebut memperpanjang rekor kemenangan Sabalenka di Flushing Meadows menjadi 18 pertandingan. Hasil itu juga menjaga peluangnya menjadi perempuan pertama sejak Serena Williams pada 2012-2014 yang mampu menjuarai US Open tiga kali berturut-turut. Sabalenka juga meraih kemenangan pertamanya atas pemain 10 besar sejak mengalahkan Coco Gauff di final Miami pada Maret 2026.

Rybakina ke Final Usai Tumbangkan Gauff

Di semifinal, Sabalenka menghadapi rival lamanya, Jessica Pegula. Sabalenka mengalahkan unggulan ketiga itu dengan skor 7-5, 6-2, memperpanjang rekor kemenangannya di US Open menjadi 20 pertandingan beruntun. Secara keseluruhan, Sabalenka unggul 9-4 dalam rekor pertemuan melawan Pegula, meski Pegula memenangkan dua dari tiga pertemuan terakhir, termasuk semifinal Berlin Open awal tahun ini.

Sementara itu, Elena Rybakina melaju ke final US Open 2026 untuk pertama kalinya setelah menaklukkan wakil tuan rumah, Coco Gauff, dengan skor 3-6, 6-4, 6-4. Pertandingan di Arthur Ashe Stadium itu berlangsung selama dua jam delapan menit, lebih lama ketimbang duel Sabalenka kontra Pegula yang hanya satu jam 20 menit.

Gauff sempat mendominasi set pertama dengan skor 6-3. Namun, Rybakina bangkit di set kedua, melakukan break di game keempat untuk unggul 4-1, dan mengamankan set kedua 6-4. Pada set ketiga, Rybakina kembali menunjukkan kelasnya dan menutup laga dengan kemenangan 6-4.

Menanggapi jalannya set penentu, Rybakina mengakui sengitnya pertarungan. “Set ketiga berjalan sangat seru, saya merasa sedikit beruntung saat memegang servisnya,” ujar Rybakina. “Beberapa pengembalian bola yang dalam, satu kesalahan dari dia, situasi langsung berbalik menguntungkan saya. Itu adalah pertarungan yang sesungguhnya.”

Rybakina Naik ke Peringkat Satu Dunia

Kemenangan atas Gauff diraih Rybakina sehari setelah ia mengukuhkan diri sebagai peringkat satu dunia untuk pertama kali dalam kariernya. Petenis berusia 27 tahun itu dipastikan menduduki puncak peringkat WTA setelah menundukkan juara Olimpiade asal Tiongkok, Zheng Qinwen, pada perempat final dengan skor 3-6, 6-1, 6-4 dalam pertandingan yang berlangsung dua jam 14 menit.

“Saya bangga sekali mewakili Kazakhstan,” ujar Rybakina. Keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi luar biasa sejak akhir musim lalu. Rybakina memulai momentumnya dengan menjuarai turnamen di Ningbo pada Oktober 2025, sebelum menutup tahun dengan mengalahkan Sabalenka di final WTA Finals Riyadh.

Dominasi tersebut berlanjut pada awal 2026. Ia kembali menumbangkan Sabalenka dalam perjalanannya merengkuh gelar grand slam Australian Open, disusul gelar juara di Stuttgart pada April lalu. Rangkaian hasil positif ini membuat selisih poin Rybakina dengan Sabalenka menyusut drastis. Pada akhir 2025, Sabalenka memimpin jauh dengan 9.870 poin, sementara Rybakina mengoleksi 4.350 poin. Namun, dalam sembilan bulan, jarak tersebut terpangkas hingga hanya tersisa 414 poin sebelum turnamen di New York dimulai.

Duel Puncak dan Harapan Publik Tuan Rumah

Final US Open 2026 mempertemukan nomor satu dunia melawan nomor dua. Rybakina akan menghadapi juara bertahan dua kali, Sabalenka, pada partai puncak yang dijadwalkan berlangsung Sabtu mendatang. Final ini menjadi kesempatan bagi Rybakina untuk kembali memberikan tekanan kepada Sabalenka, terutama setelah ia berhasil menggeser posisi petenis Belarusia itu dari peringkat satu dunia hanya dengan mencapai semifinal.

Bagi publik Amerika Serikat, hasil ini tentu menyesakkan. Mimpi melihat Coco Gauff bermain di final kandang harus buyar setelah Rybakina meremukkan harapan tuan rumah. Wajah-wajah fan AS di tribune tampak sering tegang, dan banyak tokoh serta artis AS yang sontak berdiri dari tempat duduknya ketika Gauff mendapat poin.

Menyongsong duel akbar melawan Sabalenka, Rybakina menekankan pentingnya peningkatan performa. Laga final nanti tidak hanya menentukan juara, tetapi juga menjadi pembuktian siapa yang layak berada di puncak klasemen dunia saat ini. Dengan kualitas yang dimiliki keempat petenis, semifinal dan final US Open 2026 menjadi panggung yang membuktikan bahwa 4 wanita top markotop dunia masuk semifinal US Open 2026 [titlebase] bukan sekadar catatan statistik, melainkan bukti kedalaman persaingan tenis putri dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *