Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Ajax Amsterdam harus mengakui keunggulan Hajduk Split dengan skor 1-2 dalam laga perdana fase liga UEFA Conference League 2026/2027 di Stadion Poljud, Split, Kroasia, Kamis (15/10). Usai laga, Ajax kalah dari Hajduk Split, Michel Sanchez soroti buruknya performa babak pertama [titlebase] sebagai akar persoalan timnya. Pelatih berusia asal Spanyol itu menilai anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan sejak awal sehingga membuka ruang bagi tuan rumah untuk tampil agresif.
Kekalahan ini menambah tekanan terhadap Sanchez, yang tengah menjalani periode sulit bersama klub raksasa Belanda tersebut. Hasil di Kroasia juga menjadi catatan buruk karena Ajax tumbang meski sempat menyamakan kedudukan pada babak kedua.
Hajduk Split Menekan Sejak Awal
Sejak peluit pertama, Hajduk Split berani menekan pertahanan Ajax dan berusaha membangun serangan untuk menciptakan peluang. Ajax justru kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama. Tim tamu beberapa kali kehilangan penguasaan bola sehingga memberikan kesempatan kepada tuan rumah untuk melancarkan serangan balik cepat.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-37. Abdoulie Sanyang mencetak gol pembuka lewat tembakan dari sisi kanan kotak penalti setelah menerima umpan Marin Soticek. Gol itu membawa Hajduk Split unggul 1-0 hingga turun minum.
Dalam catatan pertandingan, kesalahan umpan Jofre Torrents menjadi awal mula serangan balik yang berujung gol tersebut. Bek muda berusia 19 tahun itu tampil sebagai starter dengan menggeser Owen Wijndal, sementara Aaron Bouwman kembali masuk setelah pulih dari cedera saat melawan PSV. Kapten Davy Klaassen juga dimainkan untuk menggantikan Jorthy Mokio.
Ajax sebenarnya sempat mendapatkan peluang lebih dahulu. Tolu Arokodare memenangi duel melawan bek Hajduk Split, Dennis Hadzikadunic, tetapi sang bek mampu mengejar kembali dan menggagalkan upaya penyerang asal Nigeria itu sebelum melepaskan tembakan.
Sempat Menyamakan Kedudukan, lalu Lengah
Memasuki babak kedua, Ajax tampil lebih dominan. Tim asal Amsterdam itu berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-53. Davy Klaassen mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan dari tengah kotak penalti yang mengarah ke sudut kiri atas gawang, memanfaatkan umpan silang Thilo Kehrer.
Namun, keunggulan Ajax tidak bertahan lama. Hanya dua menit berselang, Hajduk Split kembali memimpin lewat gol Marin Soticek pada menit ke-55. Penyerang asal Kroasia itu melepaskan tembakan dari tengah kotak penalti setelah menerima umpan Michele Sego.
Proses gol kedua tuan rumah juga tak lepas dari kesalahan Torrents, yang kembali kehilangan bola dan memberikan umpan langsung kepada Sego. Sego kemudian mengirimkan bola kepada Soticek yang dengan mudah menuntaskannya menjadi gol. Hajduk Split unggul 2-1 dan mempertahankan keunggulan tersebut hingga pertandingan berakhir.
Pertandingan sempat terhenti cukup lama setelah kembang api dinyalakan di dalam stadion. Setelah laga dilanjutkan, Ajax gagal membangun serangan berbahaya untuk mengejar ketertinggalan.
Sorotan Sanchez dan Situasi Tim
Kritik Sanchez terhadap performa babak pertama menjadi cerminan masalah yang lebih luas. Ajax kembali menunjukkan inkonsistensi di level Eropa, terutama dalam hal penguasaan bola dan ketenangan saat ditekan. Dua gol Hajduk Split lahir dari situasi transisi yang memanfaatkan kesalahan sendiri, bukan semata karena keunggulan taktik lawan.
Di tengah situasi tersebut, kiper Timnas Indonesia Maarten Paes belum mendapatkan kesempatan tampil. Paes hanya menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan, dengan posisi kiper diisi Marc-Andre ter Stegen yang kebobolan dua gol.
Keputusan itu menjadi sorotan karena Paes baru saja membantu Timnas Indonesia meraih gelar perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada 5 Oktober lalu. Meski demikian, keberhasilan di level internasional belum cukup mengubah posisinya dalam persaingan penjaga gawang Ajax.
Mantan kiper FC Dallas tersebut masih kesulitan mendapatkan menit bermain reguler sejak kedatangan Ter Stegen pada bursa transfer musim panas. Berdasarkan catatan Opta, Paes baru mengumpulkan 450 menit dari lima pertandingan, sedangkan Ter Stegen sudah mencatatkan 810 menit dalam sembilan penampilan sepanjang musim 2026/2027.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Kekalahan ini membuat Ajax mengawali kompetisi dengan hasil negatif dan menambah beban bagi Sanchez. Perbaikan performa pada babak pertama, khususnya dalam menjaga penguasaan bola dan mengurangi kesalahan individu, akan menjadi pekerjaan rumah utama sebelum laga-laga berikutnya.
Selain itu, posisi Paes di bawah mistar gawang masih menjadi pertanyaan. Selama Ter Stegen dipercaya sebagai pilihan utama, kesempatan kiper Timnas Indonesia itu untuk tampil reguler tampaknya belum terbuka lebar. Bagaimana Sanchez merespons tekanan dan mengelola rotasi pemain akan menentukan arah Ajax di kompetisi Eropa musim ini.
