Empat Klub Italia Kalah Bersamaan di Liga Champions, Sejarah Buruk Tercipta

Empat Klub Italia Kalah Bersamaan di Liga Champions, Sejarah Buruk Tercipta
Empat Klub Italia Kalah Bersamaan di Liga Champions, Sejarah Buruk Tercipta

Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Babak belur di Liga Champions, klub-klub Italia ukir sejarah memalukan. Inter Milan, Napoli, Como, dan AS Roma sama-sama menelan kekalahan pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2026/2027. Menurut laporan detikSport, ini menjadi kali pertama dalam sejarah seluruh wakil Italia kalah pada waktu yang sama dalam ajang tersebut.

Kekalahan paling mengejutkan datang dari Inter Milan. Juara bertahan Serie A itu tumbang 3-4 dari Club Brugge di Giuseppe Meazza, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Penyerang Brugge, Niccolo Tresoldi, menjadi momok tuan rumah lewat hat-trick, sementara satu gol lainnya diciptakan Romeo Vermant. Adapun gol Inter dibukukan Lautaro Martinez (2) dan Ange-Yoan Bonny.

Hasil itu memperpanjang tren negatif Nerazzurri. Inter kini menelan kekalahan kedua beruntun setelah sebelumnya takluk 1-2 di markas Real Madrid pada matchday pertama. Secara keseluruhan, Inter tercatat kalah tujuh kali dalam delapan laga terakhir di Liga Champions. Satu-satunya kemenangan diraih saat mengalahkan Borussia Dortmund 2-0 pada musim lalu. Lebih buruk lagi, untuk pertama kalinya Inter menelan empat kekalahan beruntun di kompetisi ini.

Kekalahan tersebut membuat Inter belum mengoleksi satu poin pun dan terpuruk di peringkat ke-28 klasemen sementara fase liga. Penyerang Inter, Ange-Yoan Bonny, mengakui laga melawan Brugge menjadi malam yang mengecewakan. Ia berharap rekan-rekannya segera bangkit dan memperbaiki performa pada pertandingan berikutnya.

Napoli dan Como Ikut Tumbang

Nasib serupa dialami Napoli. Bertamu ke markas Villarreal, Partenopei kalah 1-3. Napoli sebenarnya sempat unggul cepat di babak pertama, tetapi membuang keunggulan itu dan harus menelan kekalahan kedua setelah sebelumnya menyerah 0-1 dari Arsenal di Stadion Maradona.

Como menyusul Inter dan Napoli pada matchday kedua. Lawatan Biancoblu ke markas raksasa Belanda, Feyenoord, berakhir dengan kekalahan tipis 2-3. Hasil ini sekaligus mengakhiri kejutan tim debutan tersebut, yang pada matchday pertama menghabisi RB Leipzig 4-1.

AS Roma, yang bermain paling akhir pada Kamis (15/10) dinihari WIB, juga harus patah hati saat menjamu Real Madrid di Olimpico. Sempat unggul dua gol hingga delapan menit terakhir waktu normal, Roma akhirnya takluk 3-4. Aksi Donyell Malen yang menyumbang dua gol Roma tak berarti karena Madrid menghukum tuan rumah lewat tiga gol terakhir yang seluruhnya lahir dari set-piece.

Posisi di Klasemen

Dari dua pertandingan pertama, Como menjadi tim Italia dengan posisi tertinggi di klasemen hingga matchday kedua. Pasukan Cesc Fabregas berada di urutan ke-12 dengan tiga poin, di atas Roma di posisi ke-25 yang baru mengoleksi satu poin. Inter Milan menghuni urutan ke-28 tanpa angka, sedangkan Napoli berada tiga strip di bawahnya, juga tanpa poin.

Rangkaian hasil ini menjadi peringatan serius bagi klub-klub Italia yang ingin bersaing di level tertinggi Eropa. Babak belur di Liga Champions, klub-klub Italia ukir sejarah memalukan yang menuntut pembenahan cepat, terutama bagi Inter dan Napoli yang sama sekali belum mengoleksi poin.

Inter akan kembali bermain di kandang pekan depan saat menjamu Shakhtar Donetsk. Laga itu menjadi kesempatan bagi Nerazzurri untuk mengakhiri tren buruk dan membuka jalan menuju fase gugur, sekaligus menguji apakah sejarah memalukan wakil Italia musim ini bisa segera diputus.

Exit mobile version