Al Riyadh vs Al-Qadisiyah: Quiñones Cs Pesta Gol, Tuan Rumah Hancur 6-0

Al Riyadh vs Al-Qadisiyah: Quiñones Cs Pesta Gol, Tuan Rumah Hancur 6-0
Al Riyadh vs Al-Qadisiyah: Quiñones Cs Pesta Gol, Tuan Rumah Hancur 6-0

Cakrawala News – 31 Oktober 2026 | Hasil laga al riyadh vs al-qadisiyah di pekan ke-12 Saudi Pro League atau Roshn Saudi League berakhir dengan skor telak 6-0 untuk kemenangan tim tamu Al-Qadisiyah, Kamis malam waktu setempat. Pertandingan yang digelar di Riyadh itu menjadi panggung bagi penyerang asal Meksiko, Julián Quiñones, yang menyumbang satu gol dan dua asisten dalam pesta gol tersebut. Kemenangan ini sekaligus menempatkan Al-Qadisiyah untuk sementara di puncak klasemen kompetisi.

Quiñones tampil sebagai protagonis sejak babak pertama. Pada menit ke-37, ia memanfaatkan kesalahan dalam build-up lawan untuk merebut bola, lalu melepas umpan kepada Abdulla Al Salem yang menuntaskan peluang tanpa pengawalan kiper dan mengubah skor menjadi 2-0. Aksi itu menjadi tanda awal dominasi tim tamu di laga al riyadh vs al-qadisiyah.

Memasuki babak kedua, gelandang asal Belanda, Tijjani Reijnders, menjadi bintang utama pertandingan dengan mencetak trigol. Gol pembuka Reijnders lahir pada menit ke-18, sebelum ia menambah dua gol lainnya. Pada menit ke-56, Quiñones kembali mencatatkan namanya di papan assist setelah mengirim bola kepada Reijnders yang menyelesaikan peluang menjadi gol ketiga Al-Qadisiyah.

Gol Penutup Bernuansa Khas Quiñones

Gol pribadi Quiñones baru datang pada menit ke-86. Menerima umpan terobosan dari Musab Al Juwayr, ia berlari cepat menerobos ke tengah kotak penalti, mengontrol bola sambil terus ditekan pemain belakang lawan, lalu melepaskan tembakan rendah ke arah gawang yang tak mampu dibendung kiper Al Riyadh. Gol tersebut tercatat sebagai gol kelima Al-Qadisiyah dalam laga ini.

Selain trigol Reijnders dan gol Quiñones, papan skor juga diwarnai nama Abdulla Al Salem dan Mahamadou Sangaré. Dengan tambahan satu gol itu, Quiñones kini mengoleksi tujuh gol di Liga Arab Saudi musim ini, sementara catatan asistennya terus bertambah. Ia disebut sebagai salah satu pilar utama lini depan Al-Qadisiyah yang tengah bersaing di jalur juara.

Bagi Al Riyadh, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Tim asuhan pelatih asal Brasil, Mauricio Dolac, kebobolan empat dari enam gol di babak kedua, sehingga ambruk total setelah jeda. Kekalahan tersebut merupakan yang kelima bagi Al Riyadh musim ini, dengan koleksi 12 poin dari 3 kemenangan dan 3 hasil imbang, yang membuat mereka tertahan di posisi ke-11 klasemen, mendekati zona berbahaya.

Dolac Mengaku Tak Bisa Berkata Banyak

Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Dolac tampil lesu dan tampak kehilangan kata-kata. Ia menyatakan tidak mampu menjelaskan penyebab kekalahan telak tersebut. Ketika ditanya soal rapuhnya lini pertahanan yang kebobolan enam gol, ia mengaku tidak yakin timnya bisa segera memperbaiki diri. Ditanya soal perubahan apa yang terjadi di babak kedua, jawabannya singkat: tidak ada yang berubah.

Pernyataan-pernyataan itu menggambarkan situasi kepercayaan diri yang sedang runtuh di tubuh Al Riyadh. Padahal, jelang laga al riyadh vs al-qadisiyah, tuan rumah baru saja meraih kemenangan 2-1 atas Al Taawon dan berharap bisa menjaga momentum positif di hadapan pendukung sendiri.

Sementara itu, Al-Qadisiyah datang dengan modal kuat. Sebelum laga ini, mereka menempati posisi ketiga dengan 25 poin dari 11 pertandingan dan selisih gol plus 14, meski sempat menelan kekalahan tipis 3-2 dari Al-Hilal. Produktivitas gol menjadi pembeda jelas: Al-Qadisiyah telah mencetak 26 gol, jauh di atas Al Riyadh yang baru mengemas 11 gol.

Kemenangan besar ini menegaskan ambisi Al-Qadisiyah untuk terus menekan pimpinan klasemen sekaligus memperkecil jarak di papan atas. Bagi Al Riyadh, pekerjaan rumahnya jelas: membenahi pertahanan yang rapuh dan memulihkan mental pemain sebelum menghadapi laga-laga berikutnya. Perkembangan selanjutnya yang perlu dicermati adalah apakah Al-Qadisiyah mampu mempertahankan konsistensi di puncak, dan seberapa cepat Al Riyadh bangkit dari keterpurukan.

Exit mobile version