Cakrawala News – 31 Oktober 2026 | Eks bintang Arsenal sebut Lionel Messi tak pantas masuk 10 besar Ballon d’Or 2026 menjadi salah satu perbincangan paling hangat setelah gala penghargaan bergengsi tersebut digelar di London Palladium Theatre, Senin (26/10/2026) malam waktu setempat. Kritik yang dilontarkan mantan pemain Arsenal itu mencuat di tengah euforia kemenangan Harry Kane sebagai peraih Ballon d’Or 2026, sekaligus menambah warna perdebatan soal siapa yang layak dianggap sebagai pesepak bola terbaik dunia pada musim ini.
Kritik tersebut menjadi menarik karena Messi, yang telah delapan kali meraih Ballon d’Or, tetap menjadi nama yang paling sering diperdebatkan setiap kali daftar nominasi maupun hasil pemungutan suara diumumkan. Pernyataan eks bintang Arsenal itu disebut menyentuh soal standar penilaian, di mana pencapaian individu dan performa sepanjang musim dinilai seharusnya menjadi ukuran utama, bukan reputasi masa lalu.
Kane Menutup Musim Luar Biasa
Panggung Ballon d’Or 2026 sendiri sebenarnya milik Harry Kane. Striker berusia 33 tahun itu meraih trofi bola emas setelah menjalani musim yang disebut luar biasa bersama Bayern Munich dan Timnas Inggris. Kane menutup musim 2025/2026 dengan torehan 73 gol dalam 65 pertandingan, angka yang menjadikannya layak masuk jajaran pemain terbaik dunia.
Bagi Inggris, kemenangan Kane memiliki arti tersendiri. Ia menjadi pemain Inggris kelima yang memenangkan Ballon d’Or, setelah sebelumnya Michael Owen pada 2005. Dalam pemberitaan yang beredar, jeda antara kemenangan Owen dan Kane disebut mencapai 11 tahun, meski sejumlah catatan sejarah menunjukkan rentang waktu yang lebih panjang. Perbedaan penyebutan angka ini sempat muncul di ruang publik, namun yang jelas Kane kini tercatat sebagai penerima terbaru dari Inggris.
Kemenangan Kane menegaskan bahwa Ballon d’Or edisi kali ini menempatkan performa musim berjalan sebagai pertimbangan utama. Hal ini juga menjadi latar mengapa perdebatan soal posisi Messi dalam daftar 10 besar menjadi semakin ramai dibicarakan.
Ronaldo Menang di Kategori Baru BOAT
Selain Kane, sorotan besar di gala Ballon d’Or 2026 jatuh kepada Cristiano Ronaldo. Ikon sepak bola Portugal itu memenangkan kategori Ballon d’Or of All Time atau yang dikenal sebagai BOAT, mengungguli Lionel Messi dalam pemungutan suara penggemar.
Pada situs resmi Ballon d’Or, Ronaldo dinilai menang melalui performanya pada 2008 saat masih berseragam Manchester United. Pada musim itu, CR7 membantu MU meraih gelar Premier League dan Liga Champions, sekaligus mengoleksi sejumlah penghargaan individu. Penampilannya di tahun tersebut dianggap sebagai yang terbaik sepanjang masa, bahkan dipandang lebih baik dari keberhasilan Messi mencetak 91 gol pada 2012.
Penghargaan BOAT merupakan kategori baru yang diperkenalkan pada edisi tahun ini. Sebanyak 10 pemain legendaris masuk nominasi, termasuk Ronaldo yang telah lima kali meraih Ballon d’Or dan Messi dengan koleksi delapan trofi. Persaingan juga melibatkan nama-nama besar dari berbagai era, seperti Marco van Basten dan Michel Platini yang masing-masing memiliki tiga Ballon d’Or, Johan Cruyff, Ronaldo Nazario, Franz Beckenbauer, Kevin Keegan, Alfredo Di Stefano, serta Karl-Heinz Rummenigge.
Yang membedakan, gelar BOAT memiliki sistem pemilihan berbeda dibanding Ballon d’Or pada umumnya. Setiap penggemar dapat mendaftar dengan biaya 1 euro dan memilih sebanyak-banyaknya. France Football selaku penyelenggara menyebut BOAT sebagai wadah bagi suara para penggemar dan suporter sepak bola. Penghargaan ini juga tidak disertai trofi baru, sehingga pemenang tidak menerima piala fisik.
Perdebatan Standar Penilaian
Kritik yang dilontarkan eks bintang Arsenal itu tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang bagaimana publik menilai karier seorang pemain, terutama ketika nama besar seperti Messi dan Ronaldo terus dibandingkan dari generasi ke generasi. Di satu sisi, koleksi trofi dan rekor menjadi ukuran yang mudah dihitung. Di sisi lain, konteks musim, level kompetisi, dan konsistensi performa kerap menjadi bahan perdebatan yang tak pernah selesai.
Dalam konteks Ballon d’Or 2026, pernyataan bahwa Lionel Messi tak pantas masuk 10 besar menjadi semacam pengingat bahwa penghargaan individu selalu menyisakan ruang interpretasi. Penggemar, jurnalis, dan mantan pemain kerap memiliki pandangan berbeda terhadap satu daftar yang sama. Karena itu, pernyataan eks bintang Arsenal tersebut sebaiknya dibaca sebagai opini personal yang disampaikan di ruang publik, bukan sebagai penilaian resmi penyelenggara.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari kubu Messi maupun penyelenggara Ballon d’Or terkait kritik tersebut. Yang jelas, isu ini menambah dinamika perbincangan sepak bola dunia setelah gala di London, di mana Kane dinobatkan sebagai yang terbaik dan Ronaldo meraih penghargaan baru berbasis suara penggemar.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Ke depan, publik akan menantikan apakah kritik serupa kembali muncul pada edisi-edisi berikutnya, terutama jika daftar nominasi kembali memuat nama-nama yang dianggap sudah melewati masa keemasannya. Perdebatan soal Lionel Messi dan posisinya di jajaran elite tampaknya masih akan menjadi topik yang menarik perhatian, seiring dengan munculnya generasi baru pemain muda yang mulai mencuri panggung.
Di sisi lain, penghargaan Talenta Muda Terbaik 2026 yang diraih Lamine Yamal menunjukkan bahwa regenerasi pemain top terus berjalan. Dalam gala tersebut, Yamal bahkan menyebut rekan setimnya di Barcelona, Pau Cubarsi, sebagai sosok yang lebih layak menerima trofi itu. Pernyataan itu, bersama kritik terhadap posisi Messi, memperlihatkan bahwa sepak bola dunia tidak pernah kehabisan bahan diskusi soal siapa yang pantas dianggap terbaik.
