Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Anies Baswedan terima Freedom of the City of London, ini maknanya menjadi sorotan publik Tanah Air. Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menerima penghargaan sipil bergengsi tersebut dalam upacara di Guildhall, London, Inggris, pada Jumat (16/10/2026) waktu setempat. Penerimaan ini menempatkan Anies sebagai orang Indonesia pertama yang menerima kehormatan itu menurut pemberitaan mengenai prosesi tersebut.
Anies hadir didampingi istrinya, Fery Farhati. Upacara berlangsung khidmat dan mengikuti tradisi yang telah dijalankan selama ratusan tahun. Di penghujung acara, sesuai adat yang berlangsung sejak abad ke-13, Anies disambut sebagai “Citizen of London”.
Melalui akun media sosialnya, Anies menuturkan bahwa Guildhall merupakan balai kota yang berdiri sejak abad ke-15 dan menjadi tempat tradisi penganugerahan tersebut dijalankan. Ia menyebut prosesinya berlangsung tanpa kamera yang boleh menyala sampai seluruh rangkaian selesai.
“Prosesinya khidmat. Tidak ada kamera yang boleh menyala sampai seluruh rangkaian selesai. Hanya ada deklarasi yang dibacakan dengan kata-kata yang sama seperti ratusan tahun lalu, sebuah buku besar untuk ditandatangani, jabat tangan, diakhiri dengan satu kalimat sambutan: a Citizen of London,” tulis Anies, dikutip Senin (19/10/2026).
Apa Itu Freedom of the City of London?
Freedom of the City of London adalah salah satu tradisi sipil tertua di dunia yang masih hidup. Tercatat sejak 1237, status ini awalnya menandai warga merdeka yang berhak berdagang di Kota London. Seiring perubahan zaman, makna praktisnya berkembang, dan kini penghargaan diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi bagi kehidupan publik.
Penting dicatat, meski menggunakan istilah freedom, penghargaan ini tidak berarti penerimanya otomatis memperoleh kewarganegaraan Inggris, hak tinggal permanen, atau hak politik sebagai warga negara Inggris. Status tersebut juga perlu dibedakan dari Honorary Freedom, kategori penghormatan tersendiri yang diberikan oleh City of London Corporation. Penerimaannya pun tidak terbatas pada warga Inggris, karena orang dari negara lain dapat memperoleh status ini melalui prosedur nominasi dan persetujuan yang berlaku.
Dalam daftar panjang penerimanya tercantum nama-nama besar dunia, seperti Winston Churchill, Nelson Mandela, Desmond Tutu, Lee Kuan Yew, Stephen Hawking, Sir Tim Berners-Lee, J.K. Rowling, Harry Kane, Ed Sheeran, dan, pekan sebelumnya, Andrew Lloyd Webber.
Proses Nominasi dan Rekam Jejak Anies
Anies dinominasikan oleh Alderman Alastair King ketika masih menjabat Lord Mayor of London, bersama Alderman Gregory Jones KC. Nominasi itu disetujui Court of Common Council, badan tertinggi City of London Corporation, pada Juni 2025. Dalam daftar persetujuan yang sama tercantum aktris peraih Oscar Cate Blanchett dan kapten tim rugi Inggris Maro Itoje.
Menurut keterangan Anies, nominasi diberikan atas kontribusinya terhadap kehidupan publik, termasuk berjejaring internasional antarkota. Rekam jejaknya mencakup peran dalam jaringan kota dunia, transformasi transportasi Jakarta, serta keterlibatan di lingkungan akademis.
Upacara dipimpin Alderman Vincent Keaveny, Lord Mayor of London periode 2021-2022, yang bertindak sebagai Representative Lord Mayor. Keaveny dan Anies bukan orang asing. Pada Mei 2022, Keaveny menerima Anies di Mansion House, kediaman resmi Lord Mayor, dan sebulan kemudian giliran Anies menjamunya di Balai Kota Jakarta. Alderman Gregory Jones, sang penominasi, juga baru kembali dari Jakarta sebagai bagian dari delegasi Lord Mayor pada Oktober 2025.
Penghargaan sebagai Pintu, Bukan Piala
Dalam pidatonya, Anies menyebut penghargaan itu sebagai “pintu, bukan piala” yang diharapkan membuka peluang kerja sama Indonesia-Inggris, terutama dalam bidang tata kota, pendidikan, transportasi, dan pertukaran pengetahuan.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, melainkan juga menjadi pengakuan atas kerja bersama yang pernah dilakukan, terutama saat mengemban amanah sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Kami sadar, yang dibawa masuk ke ruangan itu bukan nama satu orang, melainkan kerja-kerja kami sebelumnya, terutama saat diberi amanah di Jakarta. London memberi pengakuan terhadap kerja bersama itu, maka penghargaan ini pun kami dedikasikan menjadi milik bersama,” jelas Anies.
Anies berharap penghargaan ini dapat menjadi jembatan untuk mempererat pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan London, termasuk melalui kesempatan belajar bagi para pemimpin daerah, insinyur, guru, dan generasi muda Indonesia.
Penerimaan Anies Baswedan terima Freedom of the City of London, ini maknanya menghubungkan rekam jejak kepemimpinannya di Jakarta dengan tradisi sipil bersejarah di salah satu pusat keuangan dunia. Penghargaan ini tidak dapat dipahami hanya sebagai seremoni personal, karena tradisi berabad-abad tersebut memiliki konteks sejarah dan prosedur resmi yang membedakannya dari penghargaan biasa.
Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana nilai penghargaan ini diterjemahkan menjadi kerja sama nyata, khususnya dalam pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Inggris. Bagi publik Tanah Air, pencapaian ini sekaligus menjadi catatan bahwa pengakuan internasional atas kontribusi publik dapat diraih melalui kerja bersama, bukan semata nama satu orang.












