Arab Saudi Juara Piala Teluk 2026 Usai Taklukkan UEA 2-0, Akhiri Penantian 22 Tahun

Arab Saudi Juara Piala Teluk 2026 Usai Taklukkan UEA 2-0, Akhiri Penantian 22 Tahun
Arab Saudi Juara Piala Teluk 2026 Usai Taklukkan UEA 2-0, Akhiri Penantian 22 Tahun

Cakrawala News – 07 Oktober 2026 | Duel Arab Saudi vs Uni Emirat Arab pada final Piala Teluk Arab ke-27 berakhir dengan kemenangan tuan rumah 2-0 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Selasa (6/10). Hasil ini memastikan Arab Saudi meraih gelar juara sekaligus mengakhiri penantian 22 tahun sejak terakhir kali menjuarai turnamen yang sama pada musim 2003/2004.

Laga yang disaksikan lebih dari 62.800 penonton itu berjalan hanya dalam tempo singkat bagi Green Falcons. Dua gol cepat pada 13 menit pertama sudah cukup untuk mengunci kemenangan dan menutup turnamen tanpa sekalipun kebobolan.

Dua Gol Cepat di Awal Laga

Keunggulan Arab Saudi dibuka pada menit ke-11 melalui Hammam Al-Hammami. Berawal dari tendangan sudut Saleh Abu Al-Shamat yang sempat dihalau lini pertahanan UEA, bola jatuh ke kaki Al-Hammami di luar kotak penalti. Pemain sayap Al-Shabab itu berbalik badan dan melepaskan tembakan keras yang sempat membentur Bruno sebelum melewati kiper Khalid Eissa.

Serangan gencar tuan rumah berlanjut setelah pertandingan dimulai kembali. Bek kiri Moteb Al-Harbi mengalirkan bola kepada Al-Hammami dalam situasi transisi. Al-Hammami menarik lini pertahanan UEA jauh ke wilayah mereka sendiri sebelum mengirimkan umpan kepada Nasser Al-Dawsari, yang kemudian melepaskan umpan terobosan presisi ke jalur pergerakan Feras Al-Brikan. Penyerang itu menuntaskan peluang tersebut menjadi gol kedua Arab Saudi dua menit berselang.

UEA berusaha memperkecil ketertinggalan. Mereka sempat dihadiahi penalti pada menit ke-38, namun keputusan tersebut dibatalkan setelah peninjauan VAR. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tidak berubah.

Formasi Baru Donis dan Susunan Pemain

Kemenangan ini tidak lepas dari keputusan pelatih kepala Arab Saudi, Georgios Donis, yang menerapkan formasi baru pada laga puncak. Berdasarkan laporan Goal.com, Donis untuk pertama kalinya dalam turnamen ini menempatkan tiga pemain di lini tengah, yaitu Abdullah Al-Khaibari, Mohamed Kanno, dan Nasser Al-Dawsari.

Sebelumnya, Donis selalu menandemkan Kanno dengan satu pemain lain di lini tengah. Pada pertandingan terakhir, Saleh Abu Al-Shamat bertugas sebagai pengatur serangan, namun kali ini ia dimainkan sebagai sayap kanan. Donis juga memanfaatkan Hammam Al-Hammami sebagai sayap kiri dan menempatkan Firas Al-Buraikan sebagai penyerang utama. Hassan Tambakti kembali ke susunan utama setelah sebelumnya menjadi cadangan dalam kemenangan atas Qatar.

Susunan pemain Arab Saudi pada laga ini adalah Mohamed Al-Owais di bawah mistar; Mohamed Abu Al-Shamat, Hassan Tambakti, Abdulelah Al-Amri, dan Mutaeb Al-Harbi di lini pertahanan; Abdullah Al-Khaibari, Mohamed Kanno, dan Nasser Al-Dawsari di lini tengah; serta Saleh Abu Al-Shamat, Firas Al-Buraikan, dan Hammam Al-Hammami di lini serang.

Di kubu lawan, pelatih Uni Emirat Arab, Zlatko Dalic, menurunkan komposisi terbaiknya. Khalid Essa berdiri di bawah mistar, dengan Ruben Felipe, Lucas Pimenta, Alaa Eldin Zuhair, dan Marcus Meloni mengisi lini pertahanan. Mamadou Coulibaly, Essam Fayez, dan Bruno Oliveira mengisi lini tengah, sementara Nicolas Gimenez, Guilherme da Silva, dan Ousmane Camara menjadi ujung tombak.

Gelar Keempat dan Rekor Tak Kebobolan

Bagi Arab Saudi, ini adalah gelar Piala Teluk keempat sekaligus yang pertama sejak 2004. Kemenangan tersebut terasa lebih berarti setelah Green Falcons tersingkir lebih awal dan mengecewakan di Piala Dunia tahun ini.

Sepanjang turnamen, Arab Saudi mencatatkan rekor tidak kebobolan. Konsistensi lini belakang menjadi fondasi utama keberhasilan mereka menembus partai puncak dan menaklukkan UEA di hadapan pendukung sendiri.

Jelang laga, pelatih kepala Arab Saudi menegaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan matang. Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad Green Falcons dipacu tampil disiplin sejak menit pertama untuk meredam perlawanan tim tamu yang dikenal memiliki lini serang berbahaya. Pengaturan tempo permainan serta efektivitas memanfaatkan peluang sekecil apa pun menjadi kunci kemenangan tuan rumah.

Di sisi lain, Uni Emirat Arab datang dengan kepercayaan diri tinggi. Skuad asuhan Dalic dipastikan tidak tinggal diam dan siap mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk mencuri poin penuh di kandang lawan. Dukungan suporter yang hadir langsung di stadion diyakini menambah motivasi para pemain, meski pada akhirnya hasil berkata lain.

Pertandingan sarat gengsi ini disiarkan secara langsung melalui berbagai saluran televisi pemegang hak siar resmi serta platform live streaming, sehingga pecinta sepak bola dapat menyaksikan jalannya laga tanpa terlewat.

Dengan hasil ini, Arab Saudi menutup turnamen sebagai juara dan membawa modal berharga menjelang agenda internasional berikutnya. Sementara bagi UEA, kekalahan di partai final menjadi catatan evaluasi, terutama dalam mengantisipasi tekanan awal lawan dan memanfaatkan peluang di laga-laga besar.

Perhatian publik sepak bola Asia Barat kini tertuju pada bagaimana kedua tim merespons hasil ini, termasuk kemungkinan perubahan komposisi dan strategi pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Exit mobile version