Rizky Ridho Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Pecahkan Dahaga 35 Tahun

Rizky Ridho Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Pecahkan Dahaga 35 Tahun
Rizky Ridho Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Pecahkan Dahaga 35 Tahun

Cakrawala News – 07 Oktober 2026 | Bek Timnas Indonesia Rizky Ridho menjadi salah satu pilar penting saat Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia mengakhiri penantian 35 tahun tanpa gelar juara tim senior setelah mengalahkan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Laga final berjalan dramatis. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu, sebelum Indonesia memastikan kemenangan 4-2 melalui adu penalti. Gelar ini menjadi yang pertama bagi tim senior Merah Putih sejak terakhir kali meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina.

Rizky Ridho mengungkapkan rasa syukurnya melalui akun resmi Instagram-nya, Selasa (6/10/2026). “Alhamdulillah Ya Allah, bukan mimpi lagi,” kata pemilik 58 caps untuk Indonesia itu.

Rasa syukur Ridho terasa mendalam karena ini merupakan final keduanya bersama tim senior. Final pertamanya terjadi pada Piala AFF 2020, juga melawan Thailand, ketika pasukan Merah Putih menelan kekalahan dengan agregat 2-6.

Peran Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026

Di ajang FIFA ASEAN Cup 2026, Rizky Ridho tampil dalam empat pertandingan, seluruhnya sebagai pemain pengganti. Meski tidak selalu menjadi starter, kontribusinya tetap signifikan. Ia mencetak satu gol ke gawang Bangladesh dan memberikan assist untuk gol Elkan Baggott pada laga kontra Thailand yang memaksa skor menjadi 2-2.

Seusai juara, Ridho mengunggah foto dirinya menatap trofi FIFA ASEAN Cup 2026. “A1 cium piala,” tulisnya. “Sekarang sama-sama kita rayakan,” tambahnya dalam unggahan tersebut.

Perjalanan Ridho menuju titik ini tidak lepas dari kekecewaan pada Piala AFF sebelumnya. Saat itu, Timnas Indonesia tersingkir cepat di fase grup dengan hanya mengoleksi 7 poin, di bawah Singapura (8 poin) dan Vietnam (10 poin).

“Tentunya kami kecewa, otomatis suporter juga pasti lebih kecewa dari kami. Jadi saya mohon maaf mewakili Timnas Indonesia,” kata Ridho usai laga Singapura vs Indonesia. Ia pun menyatakan timnya akan mengevaluasi apa yang diperlukan untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup.

Profil Singkat Rizky Ridho Ramadhani

Rizky Ridho Ramadhani lahir di Surabaya pada 21 November 2001. Pesepakbola beragama Islam ini memiliki tinggi badan 183 cm dan berat 59 kg. Ia berasal dari kawasan Gunung Kramat, Kelurahan Putat, Kecamatan Sawahan, Surabaya, dan mengenakan nomor punggung 5 di Timnas Indonesia.

Nama Ridho mulai dikenal luas setelah menembus skuad Persebaya U-20 yang berlaga di Elite Pro Academy U-20 pada 2019. Berkat penampilan impresifnya, ia dipromosikan ke tim senior pada 2020. Selama membela Persebaya, Ridho tampil dalam 38 pertandingan dan mencetak tiga gol hingga akhir musim 2022-2023.

Perjalanannya bersama Persebaya berakhir pada April 2023. Ridho kemudian menandatangani kontrak dengan Persija dan resmi hijrah ke Jakarta untuk memperkuat Macan Kemayoran hingga 2028.

Di luar lapangan, Ridho tercatat sebagai mahasiswa jurusan Manajemen di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) melalui jalur beasiswa atlet. Dalam sesi tanya jawab di kanal YouTube Persebaya Surabaya, ia mengaku mengidolakan Hansamu Yama, rekan setimnya di Bajul Ijo, Persija, dan Timnas Indonesia.

Saat Garuda Muda meraih medali emas SEA Games 2023, sang ayah, Sutoyo, merayakannya dengan mengibarkan bendera di atap rumah. Momen tersebut menjadi salah satu kenangan emosional dalam karier Ridho.

Dukungan Kampus dan Sosok Istri

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof. Mundakir menyatakan kebanggaannya atas prestasi Rizky Ridho. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga keluarga besar Umsura karena Ridho mampu berprestasi di bidang olahraga sekaligus menjalankan tanggung jawab akademiknya.

“Kami tentu sangat bangga. Rizky Ridho bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga membawa nama Umsura. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berprestasi di bidang olahraga sekaligus tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa,” ujar Mundakir.

Ia menambahkan bahwa Ridho saat ini masih menjalani pendidikan sebagai mahasiswa S1 Manajemen Umsura dan berada pada tahap akhir penyelesaian skripsi. “Ini menjadi bukti bahwa prestasi dan pendidikan dapat berjalan beriringan ketika ada komitmen, kedisiplinan, dan dukungan dari lingkungan,” katanya.

Kepala Kemahasiswaan Umsura Khoirul Anam juga menyebut Ridho tetap mengikuti proses akademik di tengah kesibukannya sebagai pesepak bola profesional. Mundakir berharap capaian Ridho dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Umsura lainnya, khususnya mereka yang memiliki prestasi di bidang olahraga.

Di sisi lain, sosok istri Rizky Ridho, Sendy Aulia, turut menjadi perhatian publik. Hijabers ini viral karena doanya untuk sang suami di ajang ASEAN Cup. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang menguatkan Ridho sepanjang turnamen.

Sejarah Baru untuk Timnas Indonesia

Kapten Timnas Indonesia dalam FIFA ASEAN Cup, Kevin Diks, menyampaikan rasa bangga setelah membawa skuad Garuda mencetak sejarah. Diks menyebut keberhasilan tersebut merupakan momen yang sangat berarti bagi seluruh anggota tim karena berhasil mempersembahkan trofi untuk Indonesia.

“Mencetak sejarah dan memenangkan trofi itu untuk Indonesia adalah pencapaian yang sangat membanggakan. Bangga terhadap tim, bangga mewakili negara, dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami serta mendukung kami sepanjang prosesnya,” kata pemain Borussia Moenchengladbach itu.

Diks mengatakan timnya akan menikmati gelar juara sembari mengingatkan bahwa pencapaian istimewa itu akan menjadi landasan Garuda menginjak level yang lebih tinggi.

Gelar juara ini menjadi tonggak penting bagi sepak bola Indonesia. Setelah 35 tahun menanti, Timnas Indonesia akhirnya kembali merasakan trofi juara di level senior. Bagi Rizky Ridho, pencapaian ini melengkapi perjalanan kariernya yang penuh kerja keras, dari pemain muda Persebaya hingga menjadi bagian dari sejarah baru Merah Putih.

Ke depan, tantangan tetap terbuka. Bagaimana Indonesia mempertahankan level permainan dan melanjutkan momentum ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun untuk saat ini, perayaan atas gelar FIFA ASEAN Cup 2026 pantas dinikmati oleh seluruh pecinta sepak bola tanah air.

Exit mobile version