Arema FC vs Persik Kediri: Panpel Imbau Suporter Tamu Tak Datang ke Kanjuruhan

Arema FC vs Persik Kediri: Panpel Imbau Suporter Tamu Tak Datang ke Kanjuruhan
Arema FC vs Persik Kediri: Panpel Imbau Suporter Tamu Tak Datang ke Kanjuruhan

Cakrawala News – 18 September 2026 | Laga bertajuk Arema FC vs Persik Kediri, ada imbauan khusus untuk suporter tamu agar tidak hadir di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027, Jumat (18/9/2026) pukul 15.30 WIB. Imbauan itu disampaikan panitia pelaksana (panpel) Arema FC sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi insiden di dalam maupun di luar stadion, mengingat hubungan antara Aremania dan Persikmania masih pasang surut dan duel Derbi Jatim ini kerap memantik psywar di media sosial.

Keputusan tersebut turut berdampak pada sisi komersial. Dengan tidak hadirnya suporter Persik, panpel Arema kehilangan potensi pemasukan dari penjualan tiket tamu. Padahal, PSSI sudah mencabut larangan away bagi suporter sehingga setiap klub tuan rumah dapat memperoleh pemasukan dari kehadiran pendukung lawan.

Arema Datang dengan Modal Produktivitas

Di sisi permainan, Arema FC menuju laga ini dengan catatan impresif. Singo Edan mengoleksi empat poin dari dua pertandingan pembuka, hasil kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC di Kanjuruhan dan hasil imbang 3-3 saat bertandang ke markas PSM Makassar pada 13 September 2026. Dari dua laga itu, Arema mencetak tujuh gol yang lahir dari tujuh pemain berbeda, menjadikannya tim paling produktif di kompetisi sejauh ini.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa ketajaman lini depan timnya tidak bergantung pada satu pemain. Ia menyebut timnya sempat tampil tanpa penyerang murni pada dua laga awal akibat cedera yang dialami Gustavo Henrique, namun mampu menemukan cara untuk tetap mencetak gol.

“Kami adalah tim yang paling banyak mencetak gol. Padahal, kami tampil tanpa striker dalam dua laga awal akibat Gustavo Henrique cedera. Striker memang penting, tetapi kami punya cara sendiri dalam bermain,” kata pelatih asal Brasil itu.

Kabar baik datang dari sisi kedalaman skuad. Alfeandra Dewangga dipastikan siap tampil setelah mengantongi izin dari tim medis. Arema juga sudah memiliki opsi penyerang asing anyar, Samuel Otusanya, bomber asal Nigeria yang baru bergabung. Marcos mengisyaratkan peluang menurunkan pemain nomor sembilan secara bertahap, sembari menilai perkembangan sang pemain.

Waspadai Transisi Serangan Balik Macan Putih

Meski produktif, lini belakang Arema dinilai masih rapuh setelah kebobolan tiga gol di markas PSM Makassar. Marcos menyoroti permainan Persik Kediri yang rapi dalam penguasaan bola di lini tengah serta berbahaya dalam transisi serangan balik. Ia menyebut tiga pemain kunci lawan yang harus diwaspadai, yakni Jose Enrique, Eduardo Barbosa, dan Ernesto Gomez.

Menurut Marcos, Jose Enrique adalah penyerang yang tahu betul cara mencetak gol meski hanya memanfaatkan satu peluang kecil. Eduardo Barbosa dinilai pandai mengontrol permainan, sementara Ernesto Gomez dan para penyerang sayap Persik disebut agresif dalam situasi satu lawan satu. Marcos juga meyakini Persik akan lebih banyak memegang bola karena dilatih pelatih asal Spanyol yang identik dengan gaya penguasaan bola.

Persik datang ke Malang dengan kepercayaan diri setelah meraih kemenangan pertama musim ini. Macan Putih menelan kekalahan pada laga pembuka, tetapi bangkit dengan mengalahkan Garudayaksa FC 2-0 di Stadion Pakansari. Jose Enrique menjadi penentu lewat dua gol pada menit ke-11 dan ke-75. Hasil itu membuat Persik mengoleksi tiga poin dan berada di posisi kesembilan klasemen.

Rekor Pertemuan Memihak Persik

Catatan pertemuan kedua tim membuat laga ini diprediksi berlangsung ketat. Dalam sembilan pertemuan resmi terakhir, Persik mencatat enam kemenangan dan Arema meraih tiga kemenangan, tanpa satu pun laga berakhir imbang. Pada lima pertemuan terakhir, Persik menang empat kali, sedangkan satu-satunya kemenangan Arema terjadi pada Januari 2026 dengan skor 2-1 di Stadion Kanjuruhan.

Sejak kembali bermain di Malang pasca Tragedi Kanjuruhan, Arema tercatat dua kali menjamu Persik. Pada musim 2024/2025, Singo Edan kalah telak 0-3. Adapun pada musim 2025/2026, Arema menang tipis 2-1 dengan susah payah karena baru mencetak dua gol kemenangan sepuluh menit jelang bubaran. Catatan itu menjadi bukti bahwa Persik bukan lawan yang mudah ditaklukkan Arema, bahkan ketika bermain di kandang sendiri.

Marcos mengakui masa persiapan timnya terbilang singkat setelah perjalanan tandang dari markas PSM Makassar. Meski demikian, ia memastikan anak asuhnya berada dalam fokus dan kesiapan mental yang tinggi menghadapi derbi ini.

“Kami harus sangat berhati-hati, menjaga kedisiplinan, dan fokus sepanjang laga. Namun, kami pasti tidak hanya bertahan. Kami harus tetap menerapkan gaya permainan kami sendiri, mengontrol laga, dan memanfaatkan setiap peluang agar bisa membawa pulang tiga poin,” tegas Marcos.

Dengan kombinasi produktivitas Arema, rekor pertemuan yang memihak Persik, serta absennya suporter tamu di Kanjuruhan, laga Arema FC vs Persik Kediri, ada imbauan khusus untuk suporter tamu yang menjadikan aspek keamanan sama pentingnya dengan taktik di lapangan. Pertandingan ini akan menjadi ujian bagi Singo Edan untuk membuktikan tren positifnya sekaligus mematahkan catatan buruk melawan Macan Putih di hadapan pendukung sendiri.

Bagi kedua tim, hasil di Kanjuruhan berpotensi memengaruhi posisi mereka di papan klasemen pekan-pekan awal BRI Super League 2026/2027. Arema ingin menjaga momentum empat poin, sementara Persik berambisi meraih kemenangan beruntun untuk memperbaiki peringkat. Sorotan juga tetap tertuju pada penerapan imbauan panpel, agar laga Derbi Jatim ini berjalan aman dan sportif tanpa insiden di dalam maupun di luar stadion.

Exit mobile version