Ballon d’Or 2026 Digelar di London, Kane hingga Yamal Bersaing Ketat

Ballon d'Or 2026 Digelar di London, Kane hingga Yamal Bersaing Ketat
Ballon d'Or 2026 Digelar di London, Kane hingga Yamal Bersaing Ketat

Cakrawala News – 24 Oktober 2026 | Upacara penghargaan ballon d’Or 2026 akan berlangsung di London, Inggris, pada Senin (27/10/2026) waktu setempat atau Selasa waktu Jepang. Berbeda dengan beberapa tahun terakhir yang cenderung mudah diprediksi, edisi kali ini disebut sebagai salah satu yang paling terbuka karena tidak ada kandidat yang benar-benar mendominasi.

Sejumlah nama masuk dalam bursa, namun tiga pesaing teratas yang paling banyak dibicarakan adalah Kylian Mbappé, Lamine Yamal, dan Harry Kane. Ketiganya memiliki modal berbeda, mulai dari performa individu, gelar bersama klub, hingga pencapaian di level tim nasional.

Menariknya, untuk pertama kali dalam sejarah 70 tahun Ballon d’Or, acara penganugerahan digelar di London. Kota tersebut menjadi lokasi istimewa bagi Kane, penyerang Bayern Munich asal Inggris, karena di sanalah ia tumbuh besar dan memulai karier sepak bolanya.

Kriteria Penilaian dan Periode Evaluasi

Penyelenggara, majalah sepak bola Prancis France Football bersama UEFA, menetapkan tiga kriteria yang dinilai secara berurutan. Pertama, performa individu serta kontribusi yang menentukan dan berkesan. Kedua, performa tim dan gelar yang diraih. Ketiga, faktor lain yang turut mempertimbangkan pencapaian kolektif.

Periode evaluasi mencakup musim dari 3 Agustus 2025 hingga 19 Juli 2026, termasuk turnamen internasional yang digelar dalam rentang waktu tersebut. Karena itu, Piala Dunia diperkirakan ikut memengaruhi penilaian pada kategori gelar yang diraih.

Untuk kategori Ballon d’Or putra, satu jurnalis khusus dari masing-masing 100 negara teratas dalam peringkat FIFA bertindak sebagai pemilih. Setiap pemilih mengurutkan 10 pemain dari daftar 30 kandidat. Poin diberikan berurutan: 15 untuk peringkat pertama, 12 untuk kedua, 10 untuk ketiga, 8 untuk keempat, 7 untuk kelima, 6 untuk keenam, 5 untuk ketujuh, 4 untuk kedelapan, 3 untuk kesembilan, dan 1 untuk kesepuluh. Pemain dengan total poin tertinggi berhak menyabet trofi.

Kane Jadi Favorit, Rummenigge Puji Karakternya

Harry Kane disebut sebagai favorit bandar taruhan menjelang malam penganugerahan. Penyerang berusia 33 tahun itu mencetak 73 gol untuk klub dan tim nasional, jumlah terbaik kedua dalam sejarah setelah torehan 82 gol Lionel Messi pada musim 2010-11.

Mantan CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge, secara khusus memuji Kane sebagai pribadi yang luar biasa. Dalam tulisannya untuk Münchner Merkur/tz, ia menyebut Kane menunjukkan bahwa seseorang bisa menjadi yang terbaik di dunia tanpa harus selalu menempatkan diri di pusat perhatian.

“Harry Kane menunjukkan bahwa kita bisa menjadi yang terbaik di dunia tanpa terus-menerus menempatkan diri di pusat perhatian. Bahwa kita bisa ambisius sekaligus menjadi pemain tim,” tulis Rummenigge.

Rummenigge, yang pernah dua kali memenangi Ballon d’Or, juga menyoroti torehan Kane. Menurutnya, Kane meraih Sepatu Emas sebagai top skor Eropa untuk kedua kalinya dalam tiga musim, memenangi double bersama Bayern berupa gelar Bundesliga dan DFB-Pokal, serta membawa Inggris finis ketiga di Piala Dunia, pencapaian terbaik Inggris dalam 60 tahun.

Ia menilai Kane sebagai sosok yang kontras dengan tren sepak bola modern yang kian menonjolkan pencitraan. Menurut Rummenigge, Kane tetap rendah hati, sopan, dan menempatkan kemampuan luar biasanya untuk kepentingan tim. Ia juga menyebut Kane pantas menerima penghargaan itu di London, kota tempat kariernya bermula.

Persaingan Ketat dengan Yamal dan Mbappé

Meski menjadi favorit, peluang Kane disebut masih jauh dari pasti. Ia menghadapi persaingan berat dari duet Spanyol yang memenangi Piala Dunia, Lamine Yamal dan Rodri, serta kapten Prancis Kylian Mbappé dan rekan setimnya di Bayern, Michael Olise.

Yamal dan Mbappé santer dikabarkan menyuarakan kelayakan mereka untuk meraih penghargaan. Sebaliknya, Kane memilih bersikap hati-hati dan menahan diri meski terus ditanya soal peluangnya. Ia mengaku berusaha tidak memikirkan hal tersebut karena sulit untuk dihindari.

Dalam laga melawan Arsenal, Kane kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang lengkap. Ia sempat turun ke belakang untuk mengambil tendangan gawang guna membangun serangan Bayern, sekaligus memberi umpan panjang akurat yang berujung gol penyama kedudukan Alphonso Davies di babak pertama. Ia juga memenangi dan mengeksekusi penalti sebelum Declan Rice menyamakan kedudukan di akhir laga.

Yang Perlu Dicermati

Dengan tidak adanya kandidat yang benar-benar dominan, hasil ballon d’Or 2026 berpotensi bergantung pada kombinasi performa individu, gelar, dan momen-momen menentukan sepanjang periode evaluasi. Faktor Piala Dunia, terutama keberhasilan Spanyol, bisa menjadi pembeda dalam perhitungan suara para jurnalis pemilih.

Bagi Kane, malam di London menjadi kesempatan emas meraih Ballon d’Or pertamanya di kota kelahirannya. Namun dengan persaingan yang begitu terbuka, hasil akhirnya baru akan terjawab saat amplop dibuka pada upacara Senin mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *