Maignan Dorong Wajah Pemain Lawan, Pelatih AC Milan Sampai Tak Mau Ngobrol

Maignan Dorong Wajah Pemain Lawan, Pelatih AC Milan Sampai Tak Mau Ngobrol
Maignan Dorong Wajah Pemain Lawan, Pelatih AC Milan Sampai Tak Mau Ngobrol

Cakrawala News – 24 Oktober 2026 | Gegara Maignan dorong wajah pemain lawan, pelatih AC Milan sampai gak mau ngobrol menjadi sorotan utama usai Rossoneri dibantai Bournemouth 0-3 dalam lanjutan Liga Europa 2026/2027 di Vitality Stadium, Jumat (23/10/2026). Kiper sekaligus kapten AC Milan, Mike Maignan, diusir wasit Vassilis Fotias setelah mendorong wajah Tyler Adams di kotak penalti, dan insiden itu mengubah total jalannya pertandingan sekaligus memicu kemarahan pelatih Ruben Amorim di pinggir lapangan.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Milan. Selain kehilangan satu pemain sejak babak pertama, tim tamu harus melanjutkan laga dengan 10 orang dan gagal mencetak satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Kronologi Petaka di Babak Pertama

Bermain di bawah guyuran hujan deras, Bournemouth langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan tuan rumah berbuah penalti setelah wasit meninjau insiden handball Koni De Winter di kotak terlarang melalui VAR. Bola dinilai mengenai tangan De Winter yang terangkat, dan Justin Kluivert yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Maignan lewat tendangan mendatar ke sudut bawah gawang.

Maignan sempat tampil cukup sibuk sebelum insiden fatal terjadi. Ia menggagalkan dua tembakan Ryan Christie, mengamankan upaya Evanilson, serta menghalau tembakan rendah Hill yang memantul di permukaan lapangan licin hingga menghasilkan sepak pojok.

Namun, situasi setelah sepak pojok justru menjadi awal bencana. Dalam perebutan posisi di kotak penalti, Maignan mendorong wajah Tyler Adams menggunakan kedua tangannya. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah, dan keputusan itu tetap dipertahankan setelah pemeriksaan VAR. Bournemouth pun mendapat penalti kedua yang dieksekusi Marcus Tavernier, mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Gol tendangan bebas Amine Adli di akhir laga melengkapi penderitaan Milan menjadi 0-3. Kekalahan ini tercatat sebagai kekalahan kedua Milan dari tiga laga awal fase liga Liga Europa musim ini.

Amorim Marah, tapi Urung Memprotes

Insiden Maignan memantik reaksi keras dari Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu terlihat meluapkan kemarahannya di pinggir lapangan dan menunggu kedatangan para ofisial di dekat garis lapangan. Gesturnya menunjukkan ia tampak bersiap melayangkan protes atas keputusan wasit.

Namun, sikapnya berubah ketika para ofisial akhirnya mendekat. Amorim terlihat mengurungkan niatnya, dan tidak jelas apakah ia sempat menyampaikan sesuatu sebelum meninggalkan lokasi. Situasi makin janggal karena Amorim sempat terlihat berusaha memasukkan Lorenzo Torriani sebagai kiper pengganti sebelum menarik pemain lain keluar lapangan.

Selepas laga, Amorim menilai dua insiden di babak pertama telah menghancurkan rencana timnya. Ia menyebut penalti dari situasi sepak pojok dan kartu merah membuat pertandingan praktis berakhir, sehingga tidak ada lagi laga yang tersisa untuk diperjuangkan. Pernyataan itu ia sampaikan kepada media usai pertandingan, sebagaimana dikutip Football Italia.

Keputusan Amorim melakukan rotasi pemain di laga tandang melawan klub Premier League ini juga tak lepas dari sorotan. Meski skuad lapis keduanya sukses membantai RB Salzburg pekan sebelumnya, Bournemouth terbukti menjadi ujian di level yang berbeda.

Di Gregorio Nganggur Sampai Kedinginan

Di kubu seberang, kiper Bournemouth Michele Di Gregorio justru menjalani laga yang nyaris tanpa tekanan. Ia menyebut dirinya seperti penonton yang menyaksikan pertandingan langsung dari atas lapangan karena lini serang Milan benar-benar mati kutu oleh rapatnya barisan pertahanan The Cherries.

“Saya malah merasa sedikit kedinginan di bawah gawang malam ini,” kelakar Di Gregorio selepas laga, dikutip Football Italia.

Meski terlihat santai, kiper asal Italia itu menolak jemawa. Ia menegaskan clean sheet yang diraihnya adalah hasil kerja kolektif dan mengapresiasi rekan setimnya yang tampil solid sepanjang pertandingan.

Bournemouth sendiri mencatatkan tujuh tembakan tepat sasaran, sementara Milan tidak satu pun. Angka itu menggambarkan betapa beratnya tugas lini pertahanan Rossoneri, terutama setelah kehilangan penjaga gawang utamanya.

Evaluasi untuk Milan

Sejumlah pemain Milan dinilai tampil mengecewakan dalam laga ini. Selain Maignan yang menjadi titik balik pertandingan, De Winter dianggap tidak mampu memberikan ketenangan di lini belakang dan berulang kali kesulitan menghadapi tekanan Bournemouth. Ia bahkan menerima kartu kuning pada menit ke-81 setelah melakukan pelanggaran untuk menghentikan pergerakan lawan.

Estupinan juga disebut kesulitan menjalankan dua tanggung jawab sekaligus sebagai bek kiri, yakni menjaga pertahanan dan membantu serangan. Ia dinilai tidak cukup efektif memberikan lebar permainan, sementara upayanya menjaga sektor belakang belum maksimal.

Gegara Maignan dorong wajah pemain lawan, pelatih AC Milan sampai gak mau ngobrol kini menjadi gambaran nyata kekacauan di kubu San Siro. Insiden itu tidak hanya merugikan tim secara hasil, tetapi juga memaksa Amorim mengubah susunan permainan saat masih tertinggal.

Ke depan, Milan perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama soal disiplin pemain di momen-momen krusial. Dengan dua kekalahan dari tiga laga awal, peluang Rossoneri untuk lolos ke fase berikutnya kini berada di bawah tekanan yang jauh lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *