Barcelona Kalahkan Logroño 2-0, Mayssa Baha Cetak Rekor Gol Termuda

Barcelona Kalahkan Logroño 2-0, Mayssa Baha Cetak Rekor Gol Termuda
Barcelona Kalahkan Logroño 2-0, Mayssa Baha Cetak Rekor Gol Termuda

Cakrawala News – 27 September 2026 | Duel logroño vs fc barcelona femení di Estadio Municipal Las Gaunas berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Barcelona pada lanjutan Liga F, Sabtu 26 September 2026. Kemenangan ini membawa Barcelona meraih tiga poin tambahan sekaligus mencatatkan sejarah baru lewat gol penyerang muda Mayssa Baha.

Gol pembuka Barcelona lahir pada menit ke-17 melalui sundulan Mayssa Baha yang memanfaatkan sepak pojok Caroline Graham Hansen. Gol tersebut membuat Mayssa tercatat sebagai pencetak gol termuda untuk tim utama Barcelona femení sejak tim putri resmi menjadi bagian klub pada 2002, tepatnya pada usia 15 tahun, 8 bulan, dan 10 hari.

Catatan itu melampaui rekor sebelumnya yang dipegang rekan setimnya, Vicky López, yang mencetak gol pada usia 16 tahun, 5 bulan, dan 27 hari saat Barcelona menghadapi Levante Las Planas pada 25 Januari 2023.

Dominasi Barcelona dan Perlawanan Logroño

Barcelona mendominasi penguasaan bola sejak awal pertandingan, meski kesulitan menembus pertahanan rapat yang dibangun tim tuan rumah. Pelatih Pere Romeu melakukan banyak rotasi di starting eleven untuk mendistribusikan menit bermain dan memberi istirahat kepada pemain dengan beban kerja terberat.

Keputusan Romeu memberi kepercayaan kepada sejumlah pemain muda. Selain Mayssa, bek Martina González juga menjalani debut sebagai starter bersama tim utama Barcelona. Carolina Ferrera kembali dipercaya sebagai starter untuk laga kedua secara beruntun.

Di kubu Logroño, tim tuan rumah sempat mengajukan protes penalti pada akhir babak pertama setelah Velazco terjatuh di kotak penalti akibat tarikan kaus Ferrera. Pelatih Santi García meminta peninjauan ulang, namun wasit tidak mengubah keputusan dan tidak memberikan penalti.

Logroño juga memiliki sejumlah peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Morcillo membentur mistar gawang, sementara Isina memaksa kiper Barcelona, Gemma Font, menunjukkan kemampuannya dengan penyelamatan penting.

Gol Patri Guijarro dan Kembalinya Aitana Bonmatí

Barcelona akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-71 melalui gol indah Patri Guijarro. Gelandang yang masuk sebagai pemain pengganti itu mencungkil bola dari tepi kotak penalti untuk melewati kiper Miralles.

Pere Romeu memasukkan Patri Guijarro dan Ewa Pajor pada awal babak kedua untuk menambah pengalaman di lapangan. Pajor sebelumnya sempat memuji potensi Mayssa Baha menjelang debut Liga Champions melawan Paris FC.

Kabar baik lain datang dari kembalinya Aitana Bonmatí yang masuk pada menit ke-78. Ini menjadi penampilan pertamanya musim ini setelah absen hampir empat bulan. Kehadiran Aitana menambah kekuatan Barcelona menjelang pekan sibuk melawan AS Roma di Liga Champions pada Rabu 30 September dan Real Madrid di Camp Nou pada Minggu 4 Oktober.

Poin Penting bagi Barcelona

Kemenangan ini membuat Barcelona melanjutkan performa sempurna tanpa kehilangan poin di musim ini. Sebelumnya, Barcelona juga memulai Liga Champions dengan kemenangan 5-2 atas Paris FC pada Rabu lalu.

Bagi Logroño, hasil ini menjadi pukulan dalam upaya menemukan konsistensi. Tim asuhan Santi García menjalani awal musim yang tidak stabil dengan catatan kemenangan dan kekalahan yang saling bergantian. Kekalahan dari Barcelona membuat mereka semakin tertinggal dalam klasemen.

Laga logroño vs fc barcelona femení juga menyoroti perbedaan kualitas antara kedua tim. Barcelona datang dengan status favorit dan rekor impresif, sementara Logroño berusaha memanfaatkan keunggulan bermain di kandang di hadapan penonton Estadio Municipal Las Gaunas yang berkapasitas 16.000 orang.

Konteks Liga F dan Tantangan Berikutnya

Pertandingan ini juga menjadi bagian dari dinamika Liga F yang baru memasuki musim kelima sebagai kompetisi profesional. Presiden asosiasi pemain Futpro, Marta Perarnau, menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi sepak bola putri Spanyol, termasuk masalah jadwal pertandingan dan peningkatan profesionalisasi klub.

Perarnau menyebut peningkatan fasilitas dan kondisi kerja pemain, seperti ruang ganti sendiri dan perjalanan yang memadai, menjadi kebutuhan yang belum merata di semua klub. Ia juga menyoroti minimnya pelatih perempuan di liga, dengan hanya dua dari 30 kursi pelatih di Divisi Pertama dan Kedua yang diisi figur perempuan.

Meski demikian, Barcelona femení tetap menjadi tolok ukur di Spanyol dan Eropa. Kemenangan atas Logroño menegaskan kedalaman skuad mereka yang mampu tampil solid meski melakukan rotasi besar-besaran.

Barcelona selanjutnya akan menghadapi AS Roma di Liga Champions dan Real Madrid di Camp Nou. Dua laga tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi skuad asuhan Pere Romeu, sekaligus kesempatan bagi pemain muda seperti Mayssa Baha untuk terus menunjukkan kualitasnya.

Sementara itu, Logroño perlu segera memperbaiki konsistensi permainan agar dapat bersaing di papan tengah klasemen Liga F. Kekalahan dari Barcelona menjadi pelajaran berharga, terutama dalam menghadapi tim-tim papan atas yang memiliki kedalaman skuad lebih baik.

Exit mobile version