Cakrawala News – 27 September 2026 | Laga australia vs brazil di Queensland Country Bank Stadium, Townsville, berakhir dramatis dengan skor 1-1, Jumat (25/9/2026) malam waktu setempat. Timnas Australia nyaris mencatat kemenangan bersejarah atas Brasil berkat gol tendangan bebas Nestory Irankunda pada menit ke-68, sebelum pemain pengganti Rayan menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit 90+5. Hasil ini menjadi laga pertama Socceroos sejak berakhirnya Piala Dunia 2026.
Kegagalan meraih kemenangan terasa menyakitkan bagi tuan rumah karena Australia sudah memimpin hingga menit-menit akhir. Sundulan Rayan memanfaatkan umpan sepak pojok Raphinha dan sempat memantul ke bagian bawah mistar gawang, sehingga sempat menimbulkan keraguan apakah bola benar-benar melewati garis gawang. Gol tersebut akhirnya disahkan dan memaksa laga berakhir imbang.
Irankunda Ukir Sejarah Kecil bagi Australia
Gol Irankunda menjadi salah satu momen paling menonjol dalam pertandingan ini. Pemain berusia 20 tahun itu berdiri sebagai eksekutor tendangan bebas dari jarak sekitar 20 hingga 25 yard, sedikit ke sisi kiri, setelah Paul Okon-Engstler dilanggar Douglas Luiz. Sepakan kaki kanannya melewati pagar betis dan melengkung ke sudut atas gawang, mengecoh kiper Brasil Hugo Souza.
Striker yang kini memperkuat klub Portugal, Sporting, itu merayakan golnya dengan salto di hadapan penonton tuan rumah. Gol tersebut tercatat sebagai gol kedua Australia sepanjang sejarah pertemuan melawan Brasil. Gol pertama sebelumnya dicetak Shaun Murphy pada Piala Konfederasi FIFA 2001, yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Australia. Artinya, kemenangan atas Brasil sudah 25 tahun tidak dirasakan Australia, dan pada laga australia vs brazil kali ini peluang itu kembali buyar di menit-menit akhir.
Menariknya, bek tengah Australia pada laga 2001 itu adalah Tony Popovic, yang kini berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih kepala Socceroos. Ia hampir mengukir kemenangan besar lainnya, tetapi harus puas dengan satu poin di kandang sendiri.
Jalannya Pertandingan
Brasil yang dilatih Carlo Ancelotti tampil dengan sederet nama bintang seperti Vinicius Junior, Raphinha, Bruno Guimaraes, dan Endrick. Meski lebih banyak ditekan, Australia memberi perlawanan sengit. Pada babak pertama, Socceroos tercatat melepas tujuh tembakan, meski hanya satu yang tepat sasaran, sementara Brasil melepas sepuluh tendangan.
Brasil sempat mencetak gol melalui Estevao pada tambahan waktu babak pertama, tetapi dianulir VAR karena ada pelanggaran Bruno Guimaraes terhadap Harry Souttar dalam proses terjadinya gol. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.
Pada babak kedua, Brasil meningkatkan intensitas serangan. Ancelotti memasukkan Samuel Lino dan Pedro untuk menggantikan Vinicius dan Endrick pada menit ke-65. Namun justru Australia yang memecah kebuntuan tiga menit berselang melalui gol Irankunda. Brasil merespons dengan memasukkan Rayan, Mauro Junior, dan Jair Cunha, dan tekanan bertubi-tubi mereka akhirnya berbuah gol penyama kedudukan di masa injury time.
Australia menurunkan formasi 3-4-2-1 dengan Patrick Beach di bawah mistar, dikawal Alessandro Circati, Harry Souttar, dan Lucas Herrington di lini belakang. Jacob Italiano, Jackson Irvine, Paul Okon, dan Aziz Behich mengisi lini tengah, sementara Connor Metcalfe dan Nestory Irankunda mendukung Tete Yengi di lini depan. Pelatih Tony Popovic juga tercatat menurunkan Conner Metcalfe dan Aziz Behich sebagai salah satu pemain paling berpengaruh, terutama pada babak pertama yang berjalan energik.
Reaksi dan Konteks Lebih Luas
Hasil imbang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Brasil dalam pertemuan melawan Australia. Meski demikian, cara Brasil terhindar dari kekalahan, yakni lewat gol di menit akhir, menunjukkan bahwa generasi baru pemain Australia mampu menguji tim nasional sekelas Brasil.
Ancelotti sebelumnya menyatakan bahwa tidak ada laga yang benar-benar bersifat uji coba bagi Brasil. Pernyataan itu tercermin di lapangan, di mana Brasil tetap menurunkan kekuatan terbaiknya dan melakukan rotasi pemain pada babak kedua sebagai bagian dari evaluasi skuad selama jeda internasional.
Bagi Australia, laga ini menjadi penanda dimulainya siklus empat tahunan baru menuju Piala Dunia berikutnya. Penampilan melawan Brasil, terutama kemampuan mempertahankan keunggulan hingga menit-menit akhir, dinilai memberikan sinyal positif soal kualitas skuad saat ini, meski cara kebobolan di akhir laga akan menjadi bahan evaluasi tersendiri.
Pertandingan di Townsville ini juga berlangsung di tengah jadwal padat sepak bola internasional. Sejumlah laga UEFA Nations League turut digelar pada periode yang sama, termasuk pertandingan di grup yang melibatkan Belanda, Jerman, Portugal, Wales, Kosovo, Irlandia, Norwegia, Denmark, Austria, dan Israel. Erling Haaland melanjutkan tren golnya saat Norwegia mengalahkan Denmark, sementara Jerman bermain imbang 1-1 melawan Belanda.
Dengan hasil ini, perhatian kini tertuju pada bagaimana Australia membangun performa dari laga australia vs brazil ini menjelang rangkaian pertandingan internasional berikutnya. Kemampuan mencetak gol berkualitas melawan tim sekelas Brasil menjadi modal, tetapi konsistensi menjaga keunggulan hingga peluit akhir akan menjadi ujian berikutnya bagi pasukan Tony Popovic.
