Barcelona Krisis Bek Jelang Hadapi PSG, Pau Cubarsí Jadi Tumpuan di Lini Belakang

Barcelona Krisis Bek Jelang Hadapi PSG, Pau Cubarsí Jadi Tumpuan di Lini Belakang
Barcelona Krisis Bek Jelang Hadapi PSG, Pau Cubarsí Jadi Tumpuan di Lini Belakang

Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Barcelona menghadapi situasi sulit di lini pertahanan jelang laga krusial melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions. Klub mengonfirmasi pada Minggu (18/10) bahwa bek Jules Koundé dan Eric García mengalami cedera dan dipastikan absen, membuat pau cubarsí menjadi salah satu dari sedikit opsi yang tersedia di posisi bek tengah untuk laga di Paris pada Selasa (20/10).

Eric García mengalami cedera paha dan diperkirakan absen selama tiga hingga empat pekan. Sementara itu, Koundé menderita keseleo pergelangan kaki dan tidak akan tersedia untuk pertandingan melawan PSG, meski masih berpeluang pulih tepat waktu untuk laga melawan Real Madrid pada Minggu (25/10).

Kondisi ini memperbesar beban pelatih Hansi Flick. Pasalnya, Barcelona juga tidak dapat diperkuat Andreas Christensen yang lebih dulu cedera. Dengan tiga bek absen untuk duel Eropa tersebut, tim berjuluk Blaugrana itu datang ke Paris dengan pilihan terbatas untuk mengisi jantung pertahanan.

Pilihan Terbatas di Jantung Pertahanan

Dalam kondisi ini, pau cubarsí dan Gerard Martín menjadi opsi yang tersedia untuk posisi bek tengah. Namun, situasi Martín juga belum sepenuhnya jelas. Ia ditarik keluar saat jeda pada kemenangan 5-2 atas Real Betis, Sabtu (17/10), sehingga kondisi fisiknya menjadi perhatian menjelang pertandingan melawan PSG.

Barcelona belum memasukkan nama Martín dalam pembaruan medis yang dirilis pada Minggu. Hal itu menimbulkan tanda tanya mengenai kesiapannya, sehingga Flick harus mengevaluasi lebih dulu sebelum menentukan komposisi tim yang akan diturunkan di Paris.

Bagi pau cubarsí, situasi ini menempatkannya pada posisi yang menuntut tanggung jawab lebih besar. Bek muda itu dikenal mampu membaca permainan, mengantisipasi umpan, dan mengoreksi pergerakan lawan di belakang garis pertahanan. Namun, ia tidak bisa menutup semua celah seorang diri.

Sejumlah pengamat menyoroti bahwa lini belakang Barcelona perlu bekerja sebagai satu kesatuan. Ketika koordinasi antarpemain terputus, seorang bek tengah muda seperti pau cubarsí harus bekerja ekstra untuk menutup ruang yang terbuka. Masalah cedera pun memperparah kondisi yang sebenarnya sudah membutuhkan perhatian.

Dua Laga Berat dalam Sepekan

Laga melawan PSG menjadi ujian pertama dalam pekan yang menentukan. Paris Saint-Germain berstatus juara Eropa, sehingga lini pertahanan Barcelona akan diuji oleh kualitas serangan lawan. Setelah itu, Barcelona langsung menghadapi Real Madrid dalam laga klasik LaLiga pada Minggu (25/10).

Dua pertandingan besar dalam jarak berdekatan membuat Flick harus mengatur beban pemain dengan cermat. Dengan sumber daya yang menipis di sektor pertahanan, pilihan rotasi menjadi sangat terbatas. Flick dituntut menemukan solusi agar tim tetap kompetitif di kedua ajang tersebut.

Di tengah situasi itu, muncul pembicaraan mengenai kebutuhan Barcelona mendatangkan bek baru pada bursa transfer Januari. Nama bek Borussia Dortmund, Nico Schlotterbeck, disebut sebagai salah satu kandidat. Pemain berkaki kidal itu dinilai dapat menyeimbangkan distribusi bola dari belakang serta berbagi tanggung jawab dengan pau cubarsí.

Alternatif lain yang dikaitkan dengan rencana Barcelona adalah Castello Lukeba dari RB Leipzig. Bek tersebut disebut memiliki mobilitas dan kemampuan mengoreksi ruang terbuka. Secara teori, ia bisa menjadi pelengkap bagi pau cubarsí dengan membagi tugas penutupan ruang dan menjaga transisi. Namun, Lukeba masih terikat kontrak hingga 2029, sehingga perekrutannya tidak akan mudah.

Konteks di Luar Lapangan

Di sisi lain, pau cubarsí juga menjadi perhatian media Spanyol bukan hanya karena urusan sepak bola. Beberapa laporan menyebut bek berusia 19 tahun itu telah mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Martina Riera, setelah sekitar satu setengah tahun bersama.

Informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh presenter televisi Javier de Hoyos. Menurutnya, hubungan keduanya berakhir secara baik-baik dan tidak ada pihak ketiga yang terlibat. Keduanya juga disebut telah berhenti saling mengikuti di media sosial, yang memicu spekulasi publik sebelum akhirnya dikonfirmasi.

Martina diketahui turut mendampingi pau cubarsí saat Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Momen keduanya berpelukan di lapangan setelah kemenangan atas Argentina menjadi salah satu gambar yang banyak beredar di media sosial. Keduanya disebut telah saling mengenal sejak kecil sebelum menjalin hubungan asmara.

Hingga kini, baik pau cubarsí maupun Martina belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar tersebut. Namun, informasi itu menambah sorotan terhadap bek muda yang tengah menapaki karier penting bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol.

Bagi Barcelona, fokus utama tetap pada upaya menyusun pertahanan yang solid menjelang lawatan ke Paris. Ketersediaan pau cubarsí menjadi kunci, tetapi ia membutuhkan dukungan dari rekan-rekan setim agar lini belakang tidak mudah terbongkar. Keputusan Flick dalam memilih komposisi pemain akan menjadi salah satu hal yang paling dinantikan dalam laga melawan PSG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *