Cakrawala News – 06 Oktober 2026 | Duel belanda vs serbia pada matchday keempat UEFA Nations League 2026/2027 berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tuan rumah Belanda di Philips Stadion, Eindhoven, Minggu (4/10/2026). Hasil ini membawa Oranje ke puncak klasemen Grup A2 dengan delapan poin, unggul selisih gol atas Yunani yang mengoleksi poin sama, sementara Serbia tetap menjadi juru kunci tanpa poin.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi momen istimewa bagi kapten Belanda, Virgil van Dijk, yang mencatat penampilan ke-100 bersama tim nasional saat memimpin skuad menghadapi Serbia. Laga ini juga menandai kiprah pelatih Xavi Hernandez yang baru menangani Belanda pada jeda internasional September-Oktober 2026.
Jalannya Pertandingan
Belanda membuka keunggulan pada menit ke-31 melalui Teun Koopmeiners. Tendangan bebas yang dilepaskannya meluncur melewati seluruh pemain di dalam kotak penalti sebelum masuk ke sudut gawang Serbia yang dikawal Vanja Milinkovic-Savic. Beberapa laporan menyebut gol terjadi pada menit ke-35, perbedaan yang muncul dari pencatatan waktu pertandingan.
Serbia tidak butuh waktu lama untuk merespons. Empat menit berselang, Aleksa Terzic mengirim umpan silang dari sisi kiri ke area pertahanan Belanda. Mihajlo Cvetkovic berhasil memenangkan duel udara dengan Koopmeiners dan mengarahkan bola ke gawang Bart Verbruggen. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi Cvetkovic di level internasional.
Pada babak kedua, Serbia langsung menekan. Cvetkovic hampir mencetak gol keduanya setelah mendapatkan peluang di depan gawang Belanda, tetapi tembakannya melebar. Belanda akhirnya mendapatkan gol penentu pada menit ke-72. Denzel Dumfries mengirim umpan rendah ke depan gawang, Tijjani Reijnders meneruskan bola ke arah tiang jauh, dan Joshua Zirkzee menyelesaikannya menjadi gol.
Zirkzee baru mendapat panggilan ke skuad senior Belanda pada pekan sebelumnya. Kehadirannya langsung memberikan kontribusi penting dengan mencetak gol kemenangan. Serbia berusaha mengejar ketertinggalan, dan pemain pengganti Gjivai Zechiel mendapat peluang pada menit ke-85, tetapi upayanya melebar dari gawang tim tamu.
Tadic dan Kreativitas Serbia
Di balik kekalahan Serbia, media setempat menyoroti penampilan kapten Dusan Tadic. Penyerang NEC itu mendapat kesempatan tampil di starting XI dan bahkan mengenakan ban kapten. Mantan pemain FC Twente dan Ajax tersebut sempat tidak bersedia membela Serbia selama dua tahun karena bermain di Timur Tengah dan tidak berminat terbang jauh ke Eropa setiap kali ada pertandingan. Setelah kembali bermain untuk NEC, ia menyatakan kesediaannya kembali memperkuat tim nasional.
Mozzart Sport menyoroti dua momen penting dari Tadic, yakni umpan luar biasa kepada Pavlovic yang tidak berhasil diubah menjadi gol, serta andilnya dalam proses gol penyama kedudukan. Media tersebut menilai hanya sedikit pemain di Eropa yang punya kemampuan seperti dia dan menyebut seluruh kreativitas tim Serbia berasal darinya.
Sportinjo Informer juga memuji pemain berusia 37 tahun itu, tetapi menyoroti satu masalah besar. Menurut media tersebut, saat Tadic kelelahan pada menit ke-66 dan meninggalkan lapangan, Serbia menjadi tak berdaya, dan tak lama kemudian gol penentu 2-1 tercipta. Sportklub menyoroti hal serupa dengan menilai Serbia tampil sebagai lawan serius yang siap mencetak gol selama Tadic berada di atas lapangan, namun sama sekali tidak lagi setelah ia ditarik keluar.
Dampak pada Klasemen Grup A2
Tambahan tiga poin membawa Belanda ke posisi pertama Grup A2. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena Yunani memiliki jumlah poin yang sama dan hanya tertinggal dalam selisih gol setelah bermain imbang 0-0 dengan Jerman di Thessaloniki. Keduanya sama-sama belum terkalahkan setelah menjalani empat pertandingan.
Jerman yang dilatih Jurgen Klopp berada di peringkat ketiga dengan lima poin. Dari empat pertandingan pertamanya sebagai pelatih Jerman, Klopp baru sekali menang, memperpanjang catatan kurang meyakinkan bersama Die Mannschaft. Situasi ini membuat Jerman menghadapi kesulitan untuk lolos ke Nations League Finals.
Sementara itu, Serbia menjadi juru kunci tanpa poin. Kekalahan dari Belanda mempertegas posisi sulit mereka di grup yang persaingannya semakin terbuka.
Debutan di Era Xavi Hernandez
Kemenangan belanda vs serbia pada 4 Oktober 2026 menjadi bagian dari empat laga pertama Xavi Hernandez sebagai pelatih Belanda. Sebelumnya, Belanda imbang 1-1 dengan Jerman pada 24 September 2026, menang 2-1 atas Serbia pada 27 September 2026, dan imbang 2-2 kontra Yunani pada 1 Oktober 2026.
Berdasarkan data dari situs resmi Timnas Belanda, Xavi memberikan debut kepada tiga pemain pada periode tersebut. Ruben van Bommel menjalani debut saat melawan Jerman dan menyumbang asis penyeimbang untuk Cody Gakpo pada menit 90+2. Mexx Meerdink mencetak dua gol pada caps keduanya saat Belanda menang di kandang Serbia, sedangkan Gjivai Zechiel mendapat dua caps sebagai pengganti, termasuk saat mengalahkan Serbia. Kehadiran Zechiel di lapangan meningkatkan serangan hingga sukses menghasilkan gol kemenangan dari Zirkzee pada menit 72.
Dengan persaingan yang ketat di puncak Grup A2, laga-laga berikutnya akan menentukan siapa yang berhak melaju ke Nations League Finals. Belanda perlu menjaga konsistensi, sementara Serbia harus segera menemukan solusi agar tidak semakin tertinggal.










