Cakrawala News – 10 Oktober 2026 | Duel instituto vs boca juniors pada lanjutan Liga Profesional Argentina 2026 berakhir sama kuat 2-2 di Estadio Mario Alberto Kempes, Córdoba. Boca Juniors dua kali tertinggal sebelum akhirnya menyamakan kedudukan, namun hasil ini meninggalkan kekhawatiran besar jelang semifinal Copa Sudamericana melawan Vasco da Gama.
Instituto membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-13 atau 14 melalui Fernando Alarcón. Bek tersebut memanfaatkan bola muntahan di tengah kotak penalti dan menyelesaikan peluang tanpa pengawalan untuk mengubah skor menjadi 1-0. Boca merespons cepat. Pada menit ke-22 atau 23, Enner Valencia menyamakan kedudukan setelah kiper Instituto, Marcos Ledesma, gagal menguasai bola di udara dan si kulit bundar jatuh ke kaki penyerang asal Ekuador itu di depan gawang kosong.
Namun tuan rumah kembali memimpin tak lama setelah babak kedua dimulai. Sundulan Leonel Mosevich berbuah bola yang jatuh kepada Jonathan Galván, yang menyelesaikan dengan kaki kanan pada menit ke-47 atau 48. Skor berubah 2-1 untuk Instituto.
Pelatih Boca, Rodolfo Arruabarrena, kemudian memasukkan Leandro Paredes dan Miguel Ángel Merentiel pada menit ke-54. Keputusan itu membuahkan hasil dengan cepat. Merentiel memanfaatkan umpan mendatar dari bek sayap Lautaro Blanco, menyentuh bola dengan sentuhan pertama, dan menciptakan gol penyeimbang kedua bagi Boca.
Rotasi Besar dan Fokus Copa Sudamericana
Laga instituto vs boca juniors ini memang berlangsung dalam konteks khusus. Arruabarrena menegaskan fokus utama timnya adalah semifinal Copa Sudamericana melawan Vasco da Gama yang dijadwalkan berlangsung di La Bombonera. Karena itu, ia melakukan rotasi besar dengan sekitar tujuh perubahan pada susunan pemain.
Álvaro Montero kembali mengawal gawang setelah menjalani tugas bersama timnas Kolombia, menggantikan Leandro Brey. Di lini belakang, Malcom Braida dan Marco Pellegrino mengisi posisi bek menggantikan Leandro Lozano dan Facundo Herrera. Lautaro Di Lollo dan Lautaro Blanco melengkapi kuartet pertahanan.
Di lini tengah, Williams Alarcón dan Carlos Palacios dipercaya menjadi starter, menggantikan Leandro Paredes dan Santiago Ascacibar. Sementara di lini depan, Leonel Flores dan Sebastián Villa mendampingi Enner Valencia yang kembali menjadi starter. Merentiel, yang mencetak gol penyelamat, memulai laga dari bangku cadangan.
Keputusan tidak memainkan Paredes sejak awal diambil setelah diskusi antara pelatih dan pemain. Paredes baru pulih dari cedera dan tidak ingin memaksakan kondisi fisiknya. Ia akhirnya masuk pada menit ke-54, tetapi kemudian menjadi sorotan karena mengalami masalah fisik yang menimbulkan kekhawatiran menjelang laga melawan Vasco.
Evaluasi Carlos Palacios dan Williams Alarcón
Dua gelandang asal Chile, Carlos Palacios dan Williams Alarcón, bermain penuh selama 90 menit dalam laga instituto vs boca juniors. Penampilan keduanya mendapat penilaian beragam dari media Argentina.
Carlos Palacios dinilai belum mampu tampil maksimal pada babak pertama. Ia ditempatkan di belakang penyerang dan terlihat kurang nyaman bermain di depan double pivot. Pada babak kedua, performanya meningkat ketika ia menempati peran yang lebih ofensif. Ia menunjukkan kemampuan mengolah bola dan berasosiasi dengan rekan setim. Pada akhir laga, Palacios memiliki peluang jelas untuk memenangkan pertandingan, tetapi tembakannya mampu dihalau Marcos Ledesma.
Williams Alarcón mendapat catatan serupa. Ia disebut tampil kurang partisipatif saat berperan sebagai gelandang bertahan, namun membaik ketika bermain lebih ke depan. Ia juga menerima kartu kuning pada menit ke-53. Sejumlah penilaian menyebut ia beberapa kali melakukan kesalahan dalam keluar dari lini belakang dan mudah diantisipasi lawan pada babak kedua.
Meski demikian, performa keduanya tetap penting bagi Boca, terutama karena Ascacibar mengalami cedera. Kondisi tersebut membuat Alarcón berpeluang menjadi starter saat menghadapi Vasco da Gama.
Posisi Klasemen dan Catatan Instituto
Hasil imbang ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Boca Juniors menjadi 17 pertandingan di semua kompetisi. Meski begitu, tambahan satu poin tidak cukup mendekatkan mereka ke puncak klasemen. Boca berada di posisi ketiga Zona A dengan 21 poin, sementara Instituto tetap memimpin grup dengan 26 poin.
Instituto datang ke laga ini dengan modal kuat. Mereka mencatat tiga kemenangan beruntun dan mengoleksi delapan kemenangan, satu hasil imbang, serta dua kekalahan dalam sebelas pertandingan terakhir. Laga melawan Boca sendiri dipindahkan dari markas biasa mereka, Monumental Presidente Perón, ke Estadio Mario Alberto Kempes dengan alasan ekonomi dan keamanan, termasuk kapasitas penonton yang lebih besar.
Kehadiran suporter Boca di stadion tersebut turut diizinkan pada pertandingan ini. Duel instituto vs boca juniors pun berlangsung dengan tensi tinggi karena mempertemukan pemuncak klasemen Zona A dengan tim peringkat ketiga.
Yang Perlu Dicermati
Bagi Boca Juniors, hasil ini menyisakan pekerjaan rumah. Rotasi yang dilakukan Arruabarrena memang bertujuan menjaga kebugaran skuad untuk semifinal Copa Sudamericana, tetapi kondisi Paredes dan cedera Alan Velasco pada otot aduktor kiri menjadi perhatian serius. Velasco diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan sekitar tiga minggu.
Di sisi lain, Rodrigo Battaglia sebenarnya sudah mendapatkan izin medis dan berpotensi tampil untuk pertama kalinya pada tahun ini. Namun, keputusan memainkannya bergantung pada kondisi pertandingan dan cuaca. Jika ia tampil, momen tersebut menjadi langkah penting dalam proses pemulihannya dan persiapan menghadapi laga-laga berikutnya.
Dengan jadwal padat, Boca harus segera beralih fokus ke leg pertama semifinal Copa Sudamericana melawan Vasco da Gama. Sementara itu, Instituto membuktikan diri sebagai pesaing serius di Zona A. Hasil imbang ini menegaskan bahwa instituto vs boca juniors bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian bagi kedalaman skuad Boca di tengah ambisi mereka di kompetisi kontinental.
