Cakrawala News – 10 September 2026 | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas kontingen Indonesia untuk bertanding di Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 3 Oktober 2026. Dalam acara pelepasan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026), Prabowo mengumumkan bonus sebesar Rp3 miliar bagi atlet peraih medali emas pada ajang Asian Games 2026.
“Saya diberi laporan Pak Erick, Pak untuk SEA Games, medali emas dapat Rp1 miliar. Tetapi, ini Asian Games, medali emas Rp3 miliar,” kata Prabowo di hadapan ratusan atlet dan ofisial yang hadir.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menjelaskan, angka tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pemberian bonus bagi atlet Indonesia di ajang multi-event internasional. “Tadi Bapak Presiden menyampaikan beberapa hal. Pertama, bonus Asian Games itu menjadi Rp3 miliar. Itu luar biasa. Itu hal yang belum pernah selama ini untuk medali emas,” ujar Erick dalam keterangan pers setelah acara pelepasan.
Erick menambahkan, bonus untuk peraih medali perak dan perunggu, baik perorangan maupun beregu, masih dalam tahap penghitungan. Namun dipastikan nominalnya akan berbeda dengan bonus peraih emas. “Tapi memang, kita itu ketika bertanding di luar negeri, yang dihitung, terutama multi-event itu, pengumpulan emas. Jadi, bukan perak dan perunggu,” jelasnya.
Selain bonus finansial, Prabowo juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk mempercepat karier para atlet dan pelatih berprestasi. Ia mencontohkan, ada seorang pelatih yang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang telah bertahun-tahun belum naik pangkat. “Saya bisikin Kapolri, ‘naikin pangkatlah’. Kita jangan pelit. Kalau baik, kita beri penghormatan,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan pentingnya mengubah cara pandang dalam memberikan penghargaan. Ia mengkritik budaya yang cenderung mengingat kesalahan tetapi melupakan kebaikan. “Kalau orang Indonesia itu ada pepatah, saya nggak tahu sekarang tapi dulu di tentara: kalau kita berbuat baik, komandan suka lupa; kalau kita berbuat kesalahan, komandan nggak lupa-lupa. Jadi kalau kesalahan diingat, kalau kebaikan suka dilupa. Ini kita rubah, ya kan? Kita yang kebaikan kita hargai,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan pesan semangat kepada para atlet. “Tunjukkan bahwa anak-anak Indonesia itu tangguh, semangat, tidak mengenal menyerah,” ujarnya.
Presiden ke-8 RI itu meyakini bahwa kekuatan fisik dan semangat rakyat merupakan fondasi kekuatan bangsa. “Kalau rakyatnya kuat berarti bangsanya kuat. Rakyatnya kuat fisik, kuat keterampilan, kuat semangat, bangsanya itu berarti semangat kuat, bangsa itu terampil, dan bangsa itu berhasil,” tuturnya.
Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 terdiri dari 430 atlet yang berlaga di 35 cabang olahraga. Erick Thohir menjelaskan, dari jumlah tersebut, sekitar 281 atlet hadir dalam prosesi pelepasan resmi di Istana Negara. Sebagian lainnya telah berada di lokasi pertandingan atau sedang menjalani pemusatan latihan di luar negeri.
“Ada bola basket sudah berangkat, terus ada wushu yang masih training camp di sana, bulu tangkis kalau nggak salah malam ini sudah mulai berangkat karena mau training camp juga,” ujar Erick.
Erick juga mengapresiasi dukungan Presiden dalam pengembangan pelatnas yang kini memiliki spesifikasi untuk berbagai ajang. “Jadi Alhamdulillah berkat dukungan Bapak Presiden sekarang yang namanya pelatnas itu kita sudah punya spesifikasi. Ada yang Olimpiade, Asian Games, SEA Games, tidak ada lagi yang pelatnas sebagai payung saja. Sekarang kita sudah ada indeks masing-masing cabor,” jelasnya.
Salah satu cabang olahraga yang menargetkan medali emas adalah angkat besi. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI), Rosan Roeslani, menargetkan setidaknya satu medali emas pada Asian Games 2026. “Insya Allah, mohon dukungannya mudah-mudahan bisa dapat emas dalam Asian Games,” kata Rosan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Rosan menjelaskan, PB PABSI juga membuka peluang untuk menambah perolehan medali dari cabang angkat besi, termasuk medali perak dan perunggu. “Kalau kami mungkin satu emas lah, Insya Allah. Tapi lainnya mungkin bisa dapat perak dan perunggu,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembinaan berkelanjutan telah membawa perubahan prestasi angkat besi Indonesia, mulai dari keberhasilan meraih juara dunia hingga medali emas Olimpiade. “Rizki itu hasilnya sudah hampir tujuh tahun di pelatnas. Waktu itu, dia umur 14. Kami ikutkan pelatnas. Akhirnya dapat emas,” pungkas Rosan.
Dengan bonus yang jauh lebih besar dibanding SEA Games, pemerintah berharap para atlet dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama bangsa di kancah Asia. “Negara dan bangsa menanti prestasimu dan ingin mendengar lagu kebangsaan kita dikumandangkan di sana,” tandas Prabowo.
