Cakrawala News – 19 Oktober 2026 | Borneo FC memetik hasil positif di ajang AFC Challenge League 2026-2027 setelah menaklukkan wakil Myanmar, Yangon United, dengan skor 2-0 di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (18/10/2026) malam WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad berjuluk Pesut Etam itu tampil dominan sejak menit awal dan memastikan kemenangan lewat gol Iago Pereira Mendonca serta Moussa Diarra di babak kedua.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Borneo FC dalam kompetisi antarklub Asia tersebut. Meski demikian, catatan pertandingan menunjukkan bahwa jalan menuju kemenangan tidak sepenuhnya mulus, karena babak pertama berakhir tanpa gol.
Babak Pertama Tanpa Gol
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim memperagakan permainan menekan. Perebutan bola berlangsung sengit di lini tengah, tetapi Borneo FC perlahan memegang kendali permainan dan merepotkan barisan pertahanan Yangon United.
Peluang emas pertama lahir pada menit kedelapan. Umpan lambung terukur Marcos Astina disambut sundulan tajam Arthur Moura, namun bola masih bisa dihalau tim tamu. Dua menit berselang, umpan mendatar Juan Villa menjangkau Moura yang berdiri tanpa pengawalan, tetapi sontekannya menyamping tipis di sisi gawang yang dikawal Sann Sat Naing.
Borneo FC nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-15 saat terjadi kemelut di dalam kotak penalti. Villa mendapat ruang tembak matang ketika gawang Yangon United sudah ditinggalkan Sann Sat Naing, tetapi bola sepakannya disapu tepat di garis gawang oleh bek Hein Zeyar Lin.
Hingga menit ke-30, pasukan Mauro Jeronimo terus mengurung lini belakang lawan lewat variasi umpan silang. Sementara itu, Yangon United tampak kesulitan melancarkan serangan balasan dan lebih berfokus memperkokoh pertahanan.
Tim tamu baru melepaskan ancaman berarti pada menit ke-35 melalui skema serangan balik cepat. Than Paing yang mendapat ruang tembak melepaskan sepakan terarah ke sudut kanan gawang, tetapi kiper Borneo FC, Kadu Monteiro, tampil sigap menepis bola. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Gol Iago Pereira dan Diarra di Paruh Kedua
Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Borneo FC tidak mengendor. Peluang langsung didapat Astina memanfaatkan bola liar dari situasi tendangan bebas, tetapi sepakannya masih terbaca oleh Sann Sat Naing.
Gol yang dinanti-nantikan publik Stadion Segiri akhirnya pecah pada menit ke-53. Bermula dari sepak pojok yang dieksekusi pemain pengganti Kablan N’Goma, bola mengarah ke Iago Pereira yang berdiri tanpa pengawalan. Tanpa ampun, sepakan Iago menjebol jala Yangon United dan mengubah skor menjadi 1-0.
Keunggulan satu gol membuat permainan Borneo FC semakin dominan. Mereka terus mengontrol jalannya laga dengan variasi serangan lewat umpan silang, sementara Yangon United dipaksa bertahan total dan sesekali mencoba serangan balik yang belum mampu merepotkan Kadu Monteiro.
Pada menit ke-76, Borneo FC harus menarik keluar ujung tombak Arthur Moura karena mengalami cedera akibat kerja kerasnya sepanjang laga. Moussa Diarra masuk sebagai pengganti, dan keputusan taktis itu terbukti jitu.
Hanya beberapa saat berada di lapangan, Diarra langsung mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-82. Berawal dari keberhasilan Villa merebut bola dari penguasaan lawan, ia langsung mengirimkan umpan matang kepada Diarra yang berdiri bebas. Sentuhan pertama Diarra meluncur deras merobek gawang Yangon United, memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai. Kemenangan 2-0 ini menegaskan dominasi Borneo FC atas wakil Myanmar tersebut di laga kandang.
Susunan Pemain
Borneo FC Samarinda: Kadu Monteiro (GK); Amar Rayhan Brkic, Reva Adi Utama, Iago Pereira Mendonca, Christian Lima Da Silva; Marcos Astina, Juan Villa (C), Aditya Warman, Gabriel Oliveira; Hugo Samir, Arthur Moura.
Yangon United: Sann Sat Naing (GK); Hein Zeyar Lin, Thiago Santos Costa, David Htan (C), Min Kyaw Khant; Aung Myo Khant, Theo Nimely, Zaw Win Thein; Than Paing, Albert Robert Korvah, Moustapha Enock Djidjiwa.
Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Borneo FC dalam kiprahnya di AFC Challenge League 2026-2027. Efektivitas pergantian pemain, terutama masuknya Kablan N’Goma dan Moussa Diarra, terbukti menjadi pembeda dalam laga tersebut. Selain itu, kemampuan lini belakang meredam tekanan, termasuk peluang terbaik Yangon United pada menit ke-35, turut menjaga clean sheet di kandang sendiri.
Ke depan, Borneo FC perlu menjaga konsistensi performa serta mengantisipasi kondisi kebugaran pemain, terutama setelah Arthur Moura ditarik keluar karena cedera. Rotasi dan pemulihan menjadi hal yang patut diperhatikan menjelang laga-laga berikutnya di kompetisi Asia maupun agenda domestik.












