Cakrawala News – 23 Oktober 2026 | Borneo FC tembus perempat final AFC Challenge League, Mauro Jeronimo puji mental pemain usai Pesut Etam bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Tainan City 3-1 pada laga Grup D di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (21/10/2026) malam. Kemenangan tersebut memastikan tim asal Kalimantan Timur itu mengunci puncak klasemen akhir grup dengan nilai sempurna, enam poin dari dua pertandingan.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, secara khusus menyoroti mentalitas anak asuhnya yang tidak goyah meski sempat tertinggal lebih dulu. Menurutnya, kemampuan bangkit di babak kedua menjadi kunci keberhasilan tim memastikan tiket ke babak delapan besar.
"Kami tentu merasa bangga dengan hasil laga ini, karena kami mampu mendapatkan apa yang kami inginkan, yaitu lolos ke perempat final, dan ini adalah target kami," ujar Mauro dalam konferensi pers seusai laga, Rabu (21/10/2026).
Sempat Tertinggal, Borneo Bangkit di Babak Kedua
Borneo FC sebenarnya mengambil inisiatif menyerang sejak laga dimulai. Namun, tim tuan rumah justru dikejutkan oleh gol cepat Tainan City pada menit ke-11 melalui aksi Kim Sang-jun. Keunggulan 1-0 untuk tim tamu bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Pesut Etam tampil lebih agresif. Upaya mengejar ketertinggalan membuahkan hasil pada menit ke-51 setelah gelandang serang Juan Felipe Villa menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Hanya berselang enam menit, tepatnya pada menit ke-57, Juan Villa kembali menjadi aktor utama. Umpannya berhasil dikonversi menjadi gol oleh Kablan N’Goma untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Menjelang bubaran, pemain pengganti Amar Brkic menyempurnakan kemenangan Borneo FC lewat gol dari luar kotak penalti pada menit ke-82, sekaligus menutup laga dengan skor 3-1.
Catatan AFC menyebut kemenangan ini membuat Borneo FC mengunci peringkat pertama klasemen sementara Grup D AFC Challenge League dengan enam poin dari dua pertandingan. Satu tempat lainnya untuk lolos ke perempat final dari Grup D masih akan diperebutkan Tainan City serta Yangon United, yang akan bertemu pada laga terakhir di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (24/10) pukul 19.00 WIB.
Kemenangan untuk Samarinda dan Indonesia
Bagi Mauro, pencapaian ini memiliki arti penting karena Borneo FC membawa nama Indonesia di kompetisi Asia. Menurutnya, kemenangan yang diraih juga berkontribusi terhadap poin pemeringkatan klub Indonesia di tingkat Asia.
"Kemenangan ini pertama-tama kami persembahkan untuk Samarinda, dan tentu untuk Indonesia karena kami membawa nama negara," kata Mauro.
"Kami memahami setiap kemenangan juga memberikan poin bagi pemeringkatan klub-klub Indonesia di Asia. Jadi ada banyak hal yang dipertaruhkan dalam laga ini," sambungnya.
Mauro menegaskan, sejak awal timnya menargetkan posisi teratas di Grup D. Dengan menjadi juara grup, Borneo FC berpeluang menjalani leg pertama perempat final di kandang lawan dan leg kedua di kandang sendiri.
"Tentu saja, target utama kami adalah menjadi juara grup. Sebab dengan menjuarai grup dan lolos ke perempat final, kami akan memainkan laga pertama sebagai tim tamu dan laga kedua di kandang," ujarnya.
Meski demikian, pelatih asal Portugal itu meminta para pemainnya tidak terlalu jauh memikirkan target akhir kompetisi. Mauro ingin timnya fokus menghadapi setiap pertandingan, terlebih babak perempat final akan menggunakan sistem gugur.
"Pertandingan berikutnya adalah yang paling penting. Di perempat final nanti menggunakan sistem gugur; jika kalah, kami gugur," jelasnya.
"Jadi tidak perlu berpikir terlalu jauh, kami hanya akan fokus mencoba untuk menang dan melangkah tahap demi tahap. Harapannya kami bisa melangkah sejauh mungkin, tetapi fokus utama saat ini adalah bersaing dan menang di perempat final," tambah Mauro.
Modal Berharga Menuju Babak Gugur
Status juara grup menjadi modal berharga bagi Borneo FC. Selain memberi keuntungan jadwal dengan laga penentu di kandang sendiri, catatan sempurna di fase grup menunjukkan konsistensi tim besutan Mauro Jeronimo di kompetisi Asia musim ini.
Mentalitas bangkit yang dipuji sang pelatih juga menjadi sinyal positif menjelang babak gugur. Pada sistem gugur, kemampuan tim merespons tekanan dan situasi tertinggal akan sangat menentukan, terutama ketika menghadapi lawan yang kualitasnya meningkat seiring fase kompetisi.
Borneo FC tembus perempat final AFC Challenge League, Mauro Jeronimo puji mental pemain menjadi penanda bahwa target tim tidak berhenti di fase grup. Kini perhatian beralih ke undian dan persiapan menjelang leg pertama perempat final, sementara Tainan City dan Yangon United masih harus menyelesaikan perebutan tiket terakhir dari Grup D.








