Daerah  

BPBD Pastikan Tak Ada Kerusakan akibat Gempa Kepulauan Seribu, Warga Diminta Tetap Waspada

BPBD Pastikan Tak Ada Kerusakan akibat Gempa Kepulauan Seribu, Warga Diminta Tetap Waspada
BPBD Pastikan Tak Ada Kerusakan akibat Gempa Kepulauan Seribu, Warga Diminta Tetap Waspada

Cakrawala News – 14 September 2026 | Tak ada kerusakan akibat gempa Kepulauan Seribu, warga diminta waspada setelah gempa berkekuatan magnitudo 5,9 yang dimutakhirkan menjadi 6,5 mengguncang perairan wilayah tersebut pada Sabtu (12/9) dini hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan peristiwa itu tidak menimbulkan kerusakan fisik berarti, namun masyarakat diimbau tetap siaga dan memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah.

Gempa terjadi sekitar pukul 04.23 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 5,81 derajat Lintang Selatan dan 106,56 derajat Bujur Timur, atau sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, dengan kedalaman hiposenter 376 kilometer. Karena kedalamannya, gempa ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami dan tidak sampai memicu kerusakan di permukaan.

Kondisi Lapangan Terpantau Aman

Kepala BPBD DKI Jakarta, Maruli Sijabat, menjelaskan pusat gempa tepat berada di sebelah utara Pulau Payung Besar, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Menurutnya, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal, dan merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab.

“Kejadian gempa dengan magnitudo sekitar 5,9 itu tidak mengakibatkan tsunami dan tidak sampai memicu kerusakan. Karena episentrum gempanya ada di kedalaman 376 kilometer,” kata Maruli, dikutip dari siaran tertulis, Minggu (13/9/2026).

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu juga memastikan kondisi pascagempa aman. Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu, Munawar, menyatakan gempa tersebut tidak memberikan dampak berarti terhadap kondisi masyarakat maupun lingkungan di wilayahnya.

“Kondisi pulau masih aman. Tidak ada dampak terasa gempa. Kebanyakan, hampir semua warga pulau tidak merasakan gempa secara langsung. Justru mengetahui gempa dari informasi media. Jadi, untuk wisatawan masih aman untuk berkunjung,” kata Munawar di Jakarta.

Senada dengan itu, Lurah Pulau Pari, Yusuf, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memantau kondisi pascagempa. Koordinasi dilakukan bersama pengurus RT dan RW, TNI/Polri, serta unsur lainnya guna memastikan keamanan warga dan lingkungan.

“Warga tidak merasakan dampaknya dan kondisi lingkungan juga aman. Jadi, Kepulauan Seribu aman untuk dikunjungi, khususnya Kelurahan Pulau Pari,” ujar Yusuf.

Hasil Pemantauan di Enam Kelurahan

Berdasarkan keterangan tertulis BPBD Kepulauan Seribu dan hasil monitoring langsung di lapangan, kondisi wilayah terpantau aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal serta kondusif. BPBD setempat melakukan pemantauan di enam kelurahan untuk mengetahui dampak getaran gempa.

  • Kelurahan Pulau Kelapa dan Kelurahan Pulau Harapan: tidak terdapat dampak gempa.
  • Kelurahan Pulau Panggang: sebagian warga merasakan getaran, namun tidak menimbulkan dampak.
  • Kelurahan Pulau Tidung: tidak mengalami dampak.
  • Kelurahan Pulau Pari: warga sempat merasakan getaran sekitar lima detik.
  • Kelurahan Pulau Untung Jawa: sebagian warga merasakan getaran, tetapi tidak berdampak terhadap lingkungan maupun bangunan.

“Kondisi lapangan terpantau aman, tidak ada yang terdampak. Aktivitas warga berjalan kondusif,” demikian keterangan resmi BPBD Kepulauan Seribu.

Hingga sekitar pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. BMKG terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat. BPBD Kepulauan Seribu juga terus memantau perkembangan informasi gempa yang disampaikan BMKG serta BPBD Provinsi Jakarta.

Gempa Dalam akibat Aktivitas Intraslab

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengungkapkan gempa di Kepulauan Seribu subuh tadi berjenis gempa dalam yang disebabkan aktivitas intraslab. Gempa intraslab adalah gempa akibat pecahnya batuan dalam slab lempeng yang memiliki karakteristik pancaran groundmotion guncangan jauh lebih kuat dibandingkan gempa dengan magnitudo sama dari sumber lain.

Gempa intraslab disebut juga gempa bumi Benioff atau intra-plate. Jenis gempa ini terjadi pada lempeng subduksi dengan sudut tajam dan sesar turun akibat tegangan tarik ke bawah pada lempeng tersebut. Umumnya, gempa intraslab atau gempa menengah memiliki kedalaman sekitar 70 hingga 300 kilometer dan terjadi karena aktivitas penunjaman atau subduksi.

Meski hasil verifikasi lapangan menunjukkan tidak ada kerusakan fisik, Maruli mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Imbauan itu mencakup langkah perlindungan saat gempa, seperti melindungi kepala dan tubuh dari benda atau reruntuhan yang jatuh ketika berada di dalam bangunan.

Pemerintah Provinsi DKI bersama BMKG juga memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan. Warga diimbau mengenali tempat aman, jalur evakuasi, serta langkah perlindungan saat dan setelah gempa. Dengan demikian, kendati tak ada kerusakan akibat gempa Kepulauan Seribu, warga diminta waspada dan mengikuti pembaruan informasi dari kanal resmi pemerintah.

Kepulauan Seribu merupakan wilayah yang menjadi tujuan wisata di DKI Jakarta, sehingga kepastian kondisi pascagempa menjadi penting bagi warga maupun wisatawan. Pemerintah menegaskan aktivitas masyarakat tetap normal dan wilayah tersebut aman untuk dikunjungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *