Cakrawala News – 24 September 2026 | Duel arsenal w.f.c. vs hb køge pada laga pembuka Liga Champions Wanita 2026/2027 berakhir dramatis. Arsenal harus menunggu hingga menit 90+3 untuk memastikan kemenangan 1-0 atas HB Køge di Mangata Developments Stadium, Meadow Park, Selasa (22/9/2026) malam waktu setempat. Gol tunggal Mariona Caldentey dari titik penalti itu menyelamatkan tim tuan rumah dari hasil imbang yang nyaris mengejutkan.
Kemenangan tersebut diraih dengan cara yang jauh dari meyakinkan. Arsenal menguasai bola hampir sepanjang pertandingan, tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat tim tamu asal Denmark yang tampil disiplin dan bertahan dengan organisasi ketat.
Gol Kelly Dianulir VAR
Arsenal sempat berpikir telah memecah kebuntuan pada menit ke-13. Chloe Kelly menyelesaikan serangan dengan sepakan voli memakai sisi luar kakinya setelah menerima umpan dari Kyra Cooney-Cross, yang sebelumnya mendapat bola dari Taylor Hinds. Namun, wasit video atau VAR menganulir gol tersebut karena Stina Blackstenius dinilai berada dalam posisi offside dan menghalangi pandangan kiper Køge, Alberte Vingum.
Momen itu menjadi gambaran betapa alotnya laga bagi Arsenal. Tuan rumah terus menekan, menciptakan peluang demi peluang, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat skor tetap 0-0 hingga waktu normal hampir habis.
Pelatih Arsenal, Renée Slegers, mengakui timnya menang bukan karena kualitas permainan. “Ini kemenangan mentalitas dan ketahanan hari ini. Sepak bola tidak memberi kami kemenangan, tetapi kami mendapatkan gol itu sebagai sebuah skuad,” ujarnya seusai laga.
Penalti Cerci Jadi Penentu
Titik terang datang di masa tambahan waktu. Selina Cerci yang masuk sebagai pemain pengganti melakukan penetrasi ke kotak penalti dan dijatuhkan. Wasit menunjuk titik putih, dan Caldentey dengan tenang mengeksekusi penalti pada menit 90+3.
Bek Arsenal, Steph Catley, menyebut lima menit terakhir pertandingan sebagai periode yang gila. “Ini sepak bola, kadang seperti ini dan kami menyelesaikannya di akhir. Sulit saat ini, dan di Liga Champions tidak ada pertandingan yang mudah. Mereka bertahan dengan hebat, kami tidak mencetak gol lebih awal, dan gol baru datang di akhir,” kata Catley kepada Disney+.
Catley juga memuji kontribusi Cerci dalam memenangkan penalti. “Saya tidak pernah ragu ketika dia menguasai bola. Anda selalu merasa dia akan mencetak gol. Selina membuat dampak besar dengan menggiring bola masuk ke kotak penalti,” tambahnya.
Pelatih Køge, Kristian Mørch, menggambarkan tekanan Arsenal di 20 menit awal seperti terjun ke air sedingin es. Menurutnya, timnya hanya berusaha bertahan, menenangkan panik dan rasa takut, lalu keluar dari tekanan. Strategi itu hampir berhasil membawa Køge pulang dengan satu poin.
Masalah Ketajaman Arsenal
Kemenangan tipis ini menegaskan kembali persoalan Arsenal di depan gawang. Sebelumnya, tim asuhan Slegers juga kesulitan mencetak gol saat bermain imbang melawan Manchester United dan Crystal Palace. Dominasi penguasaan bola tidak berbanding lurus dengan produktivitas gol.
Catley mengakui hal itu. “Sulit untuk menentukan apa yang salah, ini agak berat dan gol tidak datang semudah sebelumnya. Ini bukan karena kurang berusaha, kami melakukan segala yang bisa untuk memasukkan bola ke gawang. Kadang tidak terasa mudah dan di situlah posisi kami, tetapi kami bekerja keras setiap hari untuk memperbaikinya,” jelasnya.
Slegers menyebut penyelesaian masalah ketajaman sebagai upaya multifaset. Fokus utamanya adalah membuat hal-hal menjadi sederhana, mudah dipahami, dan mudah dieksekusi, sekaligus melibatkan pemain dengan meminta masukan tentang apa yang mereka lihat dan rasakan di lapangan.
Dalam laga ini, Slegers melakukan delapan perubahan dari tim yang bermain imbang melawan Manchester United pada akhir pekan. Rotasi itu dilakukan dengan pertimbangan laga besar melawan Chelsea di Stamford Bridge pada Minggu mendatang.
Hasil Lain di Matchday Pertama
Pada pertandingan lain di matchday pertama Liga Champions Wanita, Manchester City bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk bermain imbang 2-2 di markas Bayern Munich. Bayern memimpin lebih dulu lewat Giulia Gwinn pada menit ke-11 dan gol bunuh diri Kerstin Casparij pada menit ke-28. City memperkecil kedudukan melalui Beth Mead pada menit ke-45, sebelum Carlotta Wamser menyamakan skor pada menit ke-86.
Inter Milan yang membuat debut di kompetisi utama menang 1-0 atas tamunya, Häcken. Benfica menang 2-1 di markas Juventus, sementara Real Madrid dan Paris Saint-Germain bermain imbang 1-1 di ibu kota Spanyol.
Bagi Arsenal, hasil ini memang membawa tiga poin, tetapi menyisakan banyak pertanyaan. Laga melawan Chelsea akhir pekan nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Slegers dan para pemainnya untuk membuktikan bahwa masalah ketajaman bisa segera diatasi.
Pertandingan arsenal w.f.c. vs hb køge juga menunjukkan bahwa di Liga Champions Wanita, tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng. Køge yang berstatus tim semi-profesional mampu menyulitkan juara Eropa dua kali itu selama hampir 90 menit, sebuah peringatan bagi tim-tim besar bahwa kualitas pertahanan dan disiplin taktik bisa menetralkan perbedaan kualitas individu.
