Cakrawala News – 02 November 2026 | Laga Como vs Venezia pada pekan ke-10 Serie A 2026/2027 berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 tuan rumah di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu (1/11/2026). Gol tunggal Lucas Da Cunha lewat titik penalti membawa Como menembus empat besar klasemen, tetapi kemenangan itu tak lepas dari kontroversi keputusan VAR yang justru sempat menguntungkan tim asuhan Cesc Fabregas.
Pertandingan sejatinya berjalan ketat. Como yang mengusung formasi 4-2-3-1 menurunkan Butez di bawah mistar, dengan Yan Couto, Jacobo Ramon, Kempf, dan Kaiki di lini belakang. Milla, Ricci, dan Da Cunha mengisi lini tengah, sementara Nico Paz, Baturina, serta Douvikas menjadi ujung tombak. Venezia asuhan Davide Nicola tampil dengan skema 3-5-2, mengandalkan Adams dan Lauberbach di lini depan.
Insiden VAR yang Jadi Sorotan
Momen paling diperbincangkan terjadi ketika wasit awalnya memberikan penalti kepada Venezia akibat insiden yang melibatkan Luis Milla. Namun, keputusan itu kemudian dibatalkan setelah perangkat pertandingan meninjau ulang melalui VAR. Bagi Fabregas, keputusan akhir tersebut terasa menguntungkan timnya.
“Saat melihatnya, menurut saya itu tampak seperti penalti yang jelas. Sebelum datang ke sini, saya bertanya apakah itu penalti atau bukan. Bukan saya yang mengatakan ini, tetapi saya diberi tahu bahwa itu bukan penalti karena Luis tidak menggerakkan lengannya dan berusaha menjauhkannya dari bola,” kata Fabregas kepada TuttoMercatoWeb.
Pelatih asal Spanyol itu tak menyembunyikan bahwa Como beruntung. “Menurut saya itu tampak seperti penalti. Kami beruntung, tetapi orang-orang yang lebih memahaminya daripada saya, para profesional, mengatakan itu bukan penalti,” ujarnya. Ia juga menyinggung penalti yang didapat timnya. “Penalti untuk kami? Itu lebih jelas. Jika bola sampai kepada Tasos dan dia tidak disentuh dari belakang, itu akan menjadi gol. Ini sulit, dan saya mengatakannya dengan jujur.”
Di sisi lain, Nicola mengarahkan kritik ke sistem video assistant referee. Menurutnya, wasit Maria Caputi telah menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi ia tidak memahami apa yang terjadi setelahnya. “Wasit telah melakukan tugasnya, saya tidak mengerti apa yang terjadi setelah itu. AIA yang akan bertanggung jawab atas hal itu,” kata Nicola, merujuk pada Asosiasi Wasit Italia.
Nicola juga menyoroti simulasi Kaiki pada akhir laga yang berhasil terdeteksi. Ia menilai insiden-insiden semacam itu membuat para pemainnya mudah kehilangan fokus. “Kami juga berisiko di akhir pertandingan, untung simulasi Kaiki terlihat,” ujarnya seperti dikutip Calciomercato.com.
Bayang-Bayang Insiden Sexis
Kontroversi dalam laga Como vs Venezia bertambah setelah beredar komentar sexis yang ditujukan kepada wasit Maria Caputi. Insiden itu terdengar jelas di suara latar siaran televisi, dengan ujaran seperti “pergilah membuat pasta dengan saus atau menyedot debu” dan “pergilah ke dapur” yang dilontarkan penonton di stadion. Peristiwa tersebut menjadi catatan kelam di tengah pertandingan yang seharusnya menjadi panggung sepak bola berkualitas.
Como Terus Menanjak
Dari sisi kompetisi, kemenangan ini menjaga peluang Como merebut tiket kompetisi Eropa. Mereka kini hanya terpaut dua poin dari Inter di posisi kedua dan lima poin dari pemuncak klasemen Lazio. Venezia sendiri hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga, sebuah statistik yang menunjukkan efektivitas pertahanan tuan rumah.
Fabregas mengakui jadwal padat menjadi tantangan tersendiri. “Tidak ada yang mudah di lapangan, dan hari ini kami melihat betapa berharganya kemenangan ini. Kami sudah memainkan banyak laga tandang. Saya sangat menghargai apa yang kami lakukan, dan itu bukan hal sepele,” katanya.
Ia juga menyoroti absennya pemain sayap murni seperti Assane Diao dan Jesus Rodriguez yang membuat timnya kesulitan membongkar pertahanan lawan yang bermain dengan garis rendah. “Saat ini kami tidak memiliki mereka, dan saya tidak pernah membicarakan pemain yang absen kepada para pemain. Cara pemain membaca situasi menjadi sangat penting. Kami tidak boleh mencari alasan. Kami harus menemukan solusi tambahan,” jelasnya.
Salah satu pemain yang mendapat pujian khusus adalah Samuele Ricci. Fabregas bahkan membandingkan gaya bermain gelandang muda itu dengan dua legenda sepak bola Italia. “Saya sangat senang dengan Ricci. Saya melihat Samu yang saya kenal di Torino dan Milan. Dia bermain brilian, seperti Totti dan Pirlo,” ujarnya.
Setelah laga ini, Como akan menghadapi jadwal berat. Mereka dijadwalkan bertandang menghadapi Lens di Liga Champions pada Rabu, sebelum menjalani laga penting melawan Inter di kompetisi domestik pada Minggu berikutnya. Dengan daftar cedera yang bertambah, Fabregas menegaskan timnya harus tetap menjaga mentalitas dan mencari energi dari mana pun agar momentum terus berlanjut.
Bagi Venezia, kekalahan ini menambah tekanan di papan bawah. Nicola menegaskan timnya akan tetap bekerja untuk menjaga keseimbangan dan segera beralih ke laga berikutnya melawan Udinese. Sementara itu, sorotan terhadap keputusan VAR dalam laga Como vs Venezia diperkirakan masih akan bergulir, menunggu penjelasan resmi dari otoritas wasit Italia.












