Cakrawala News – 01 November 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa rapper asal Amerika Serikat Ye, yang dikenal sebagai Kanye West, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan konsernya di Jakarta. Dapat apresiasi dari Ye, Pramono tantang promotor hadirkan musisi dunia lagi menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, dengan harapan semakin banyak artis internasional yang belum pernah tampil di ibu kota mau dihadirkan.
Pernyataan itu disampaikan Pramono di Balai Kota Jakarta pada Kamis (29/10/2026). Menurutnya, apresiasi Ye menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan musisi dunia terhadap kesiapan Jakarta menggelar acara berskala internasional.
“Ketika Ye main di sini, sebenarnya kita juga deg-degan, bisa nggak kita memberikan dukungan terbaik karena ada Jakarta Running Festival. Ternyata semuanya berjalan dengan baik, dan saya mendapatkan informasi bahwa Ye juga mengapresiasi penyelenggaraan yang kita lakukan,” ujar Pramono, dikutip dari website resmi Pemprov DKI.
Konser Berjalan Lancar Meski Bersamaan dengan Ajang Lain
Konser bertajuk Ye Live in Jakarta digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu (24/10/2026). Penyelenggaraan konser berlangsung bersamaan dengan Jakarta Running Festival, sehingga menjadi ujian tersendiri bagi kesiapan pemerintah daerah dalam mengelola dua acara besar sekaligus.
Pramono menilai hasilnya memuaskan. Ia juga mencontohkan keberhasilan konser The Weeknd yang berlangsung selama dua hari dengan puluhan ribu penonton setiap harinya. Penyelenggaraan konser tersebut didukung akses transportasi menuju Jakarta International Stadium (JIS) yang semakin baik, termasuk operasional KRL hingga pukul 01.00 untuk melayani penonton yang pulang seusai acara.
Keberhasilan itu, menurut Pramono, memperkuat posisi Jakarta sebagai epicentrum of event atau pusat penyelenggaraan berbagai acara, mulai dari konser musik hingga ajang olahraga. Pemprov DKI pun menyiapkan dukungan untuk sejumlah konser mendatang, di antaranya Guns N’ Roses pada November, BTS pada 26, 27, dan 29 Desember, serta Westlife pada Januari.
Dorongan untuk Menghadirkan Musisi Dunia Baru
Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, Pramono mendorong promotor menghadirkan musisi dunia yang belum pernah tampil di ibu kota. Pemprov DKI, lanjutnya, siap memberikan berbagai kemudahan sesuai ketentuan untuk mendukung penyelenggaraan acara tersebut.
“Kita sudah tidak kalah sekarang menyelenggarakan event-event seperti itu dengan Singapura, kita sudah enggak kalah,” katanya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan catatan dampak ekonomi yang disampaikan Pramono. Ia memperkirakan konser The Weeknd yang berlangsung bersamaan dengan Pestapora memberikan dampak ekonomi sekitar Rp250 miliar. Sementara itu, konser Ye dan Jakarta Running Festival diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi gabungan sekitar Rp625 miliar, dengan kontribusi masing-masing Rp450 miliar dari konser Ye dan Rp175 miliar dari Jakarta Running Festival.
Menurutnya, peningkatan kualitas transportasi publik dan fasilitas pendukung menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Jakarta sebagai destinasi penyelenggaraan acara internasional. Selain itu, pengembangan layanan Transjabodetabek dinilai penting untuk memperkuat konektivitas dengan wilayah penyangga sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Dampak Ekonomi dan Gaung Setelah Konser
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebelumnya menyebut penyelenggaraan konser Ye Live in Jakarta telah memutar perekonomian hingga 600 miliar rupiah. Angka itu mengacu pada data Raw Vision Collective selaku promotor konser dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, yang mencakup aktivitas penjualan tiket, kuliner, pembelian merchandise, hingga transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Inilah kekuatan sesungguhnya dari pariwisata berbasis event. Satu konser internasional dapat menghidupkan banyak sektor ekonomi sekaligus, dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga membuka kesempatan kerja bagi ribuan orang,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/10).
Menurut keterangan Kementerian Pariwisata, tingkat okupansi hotel di sekitar kawasan penyelenggaraan konser dilaporkan melonjak hingga mendekati 100 persen. Konser ini juga melibatkan sekitar 5 ribu pekerja, mencakup tenaga produksi, operasional belakang panggung, serta tenaga kerja pendukung. Dari 70 ribu penonton yang hadir, sebanyak 25 ribu di antaranya berasal dari berbagai negara, dengan penonton internasional datang dari 80 negara.
Gaung konser tidak berhenti di panggung utama. Promotor Raw Vision Collective menggelar acara after party yang mempertemukan penggemar dengan sejumlah figur industri musik, di antaranya Justin Laboy sebagai host, André Troutman, Tony Williams, dan Rich Brian. André Troutman dikenal sebagai pengarah musik, penulis lagu, dan produser yang terlibat dalam aspek musikal pertunjukan langsung Ye, sementara Tony Williams merupakan vokalis dan produser peraih Grammy Award yang dikenal melalui kolaborasinya dengan Ye sejak era album The College Dropout.
Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective Karen Tjahja mengatakan pengalaman konser dapat berlanjut melalui ruang yang mempertemukan penggemar dengan komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap musik. “Pengalaman sebuah konser tidak hanya berlangsung selama artis berada di atas panggung. Ada antusiasme yang dibangun jauh sebelum hari pertunjukan, dan ada momen yang ingin terus dibawa pulang oleh para penggemar setelah konser selesai,” ujarnya.
Dengan rangkaian capaian tersebut, dorongan agar promotor menghadirkan lebih banyak musisi dunia menjadi bagian dari strategi Jakarta memperkuat posisinya sebagai destinasi event internasional. Dapat apresiasi dari Ye, Pramono tantang promotor hadirkan musisi dunia lagi, sekaligus menegaskan bahwa dukungan transportasi, fasilitas, dan kemudahan perizinan akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Ke depan, publik akan menantikan apakah sederet konser yang telah dijadwalkan, termasuk Guns N’ Roses, BTS, dan Westlife, dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak ekonomi yang serupa.
