Delapan Awak KM Sinar SGP Selamat Usai Terombang-ambing Semalaman di Laut Mimika

Delapan Awak KM Sinar SGP Selamat Usai Terombang-ambing Semalaman di Laut Mimika
Delapan Awak KM Sinar SGP Selamat Usai Terombang-ambing Semalaman di Laut Mimika

Cakrawala News – 05 November 2026 | Delapan anak buah kapal (ABK) KM Sinar SGP yang mengalami musibah tenggelam di perairan Keakwa, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua, berhasil luput dari maut. Tim SAR gabungan Timika mengevakuasi kedelapan awak kapal tersebut dalam keadaan selamat pada Kamis, 28 Maret 2019, setelah mereka bertahan semalaman di tengah laut dengan mengandalkan peralatan pelampung.

Kasubsi Operasi Kantor SAR Timika, Syahril, menyatakan bahwa seluruh korban ditemukan selamat dan sudah berada di Timika. Tidak ada laporan korban mengalami cedera, meski kondisi mereka terlihat lemas akibat berjam-jam terombang-ambing di lautan.

Semua korban bisa kami temukan dalam keadaan selamat. Mereka semua sudah berada di Timika. Tidak ada yang cedera, hanya terlihat lemas mengingat mereka sudah semalaman terombang-ambing di laut.

Kedelapan ABK KM Sinar SGP yang selamat tersebut adalah Melki Massu, Amaludin, Abi, Galir, Natanael, Beni, Melnan, dan Nelson. Saat ditemukan, mereka bertahan dengan berpegangan pada peralatan pelampung stereoform, sementara kapal yang mereka tumpangi telah tenggelam sejak Rabu malam, 27 Maret 2019.

Kronologi Musibah dan Upaya Pencarian

KM Sinar SGP dilaporkan mengalami kebocoran pada lambung kapal saat tengah mencari ikan di perairan sekitar Kampung Keakwa pada Rabu, 27 Maret 2019, petang. Pemilik kapal, Siti Butar Butar, melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Timika pada malam harinya.

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Timika mengerahkan KN 217 ditambah tiga perahu karet untuk mencari para ABK. Posisi terakhir kapal berada pada koordinat 04 46 873 – 136 27 28, atau sekitar dua mil dari Kampung Keakwa.

Namun upaya pencarian pada malam itu tidak membuahkan hasil. Tim SAR menghadapi rintangan berat berupa kabut tebal dengan jarak pandang terbatas disertai hujan lebat.

Lantaran kondisi cuaca tidak memungkinkan, kami memutuskan kembali. Sementara personel SAR yang menggunakan tiga perahu karet menyisir lewat pinggiran kali.

Pada Kamis pagi, tim SAR Timika yang beranggotakan 22 orang ditambah empat personel Kepolisian Perairan Mimika kembali menggunakan KN 217 menuju lokasi musibah. Cuaca di laut dilaporkan sangat ekstrem dengan tinggi gelombang mencapai 2-3 meter disertai hujan lebat.

Kondisi tersebut bahkan membuat peralatan radar kapal patah dihantam ombak, sehingga tim memutuskan menurunkan perahu karet untuk menyisir dari laut. Pada saat bersamaan, datang informasi dari tim yang menggunakan perahu fiber bermesin rangkap 2×40 PK bahwa mereka telah menemukan dan menyelamatkan para korban.

Setelah dievakuasi dari perairan Keakwa, kedelapan ABK KM Sinar SGP dibawa ke Kantor Kepolisian Sektor Perairan Mimika di kawasan Pelabuhan Paumako.

Peringatan Cuaca Ekstrem yang Diabaikan

Syahril mengingatkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di laut. Seluruh pihak yang hendak berlayar diminta berhati-hati.

Menurutnya, gelombang setinggi 2-3 meter di perairan Arafura cukup berbahaya bagi pelayaran kapal-kapal berukuran kecil, seperti perahu motor penumpang maupun kapal pencari ikan. Namun, peringatan tersebut adakalanya tidak diindahkan oleh pemilik atau operator kapal.

Memang sudah ada peringatan sebelumnya dari BMKG bahwa cuaca di laut cukup ekstrem sehingga semua yang hendak berlayar diminta untuk berhati-hati. Namun adakalanya peringatan yang disampaikan itu enggan diindahkan oleh pemilik atau operator kapal.

Insiden yang menimpa awak KM Sinar SGP menjadi pengingat akan risiko pelayaran di perairan Arafura, khususnya bagi kapal kecil yang beroperasi saat cuaca buruk. Keselamatan awak kapal, mulai dari kelengkapan alat pelampung hingga kepatuhan terhadap peringatan cuaca, menjadi faktor krusial yang menentukan hasil akhir sebuah musibah di laut.

Hingga berita ini diturunkan, kedelapan awak KM Sinar SGP telah berada di Timika untuk menjalani pemulihan. Kasus tenggelamnya kapal ini juga menjadi perhatian bagi otoritas terkait untuk terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi para pelaut dan nelayan di wilayah Mimika, Papua.

Exit mobile version