Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Nama Elkan Baggott menjadi sorotan setelah bek Timnas Indonesia itu tampil sebagai pahlawan dalam laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Gol penyama kedudukan pada menit ke-116 serta eksekusi penalti yang berhasil menembus gawang Thailand mengantar Skuad Garuda menang 4-2 melalui adu tos-tosan dan mengakhiri penantian panjang trofi sepak bola Asia Tenggara.
Kemenangan tersebut terasa istimewa bagi Elkan Baggott karena laga final mempertemukannya dengan negara kelahirannya. Pesepak bola kelahiran Bangkok, Thailand, 23 Oktober 2002 itu merupakan anak dari ayah berkewarganegaraan Inggris dan ibu asal Indonesia. Dengan latar belakang tersebut, ia sebenarnya memiliki peluang untuk membela Inggris maupun Thailand, namun memilih Indonesia karena alasan keluarga.
“Saya memilih Indonesia karena (alasan) pertama keluarga, saya bangga merepresentasikan negara keluarga saya di Indonesia,” ujar Elkan Baggott sebagaimana dikutip dari laman resmi PSSI pada Desember 2021.
Ia resmi mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia pada 9 November 2021. Dalam pernyataannya kala itu, bek bertinggi 196 sentimeter ini juga menyebut pengalaman di Indonesia sangat mengesankan dibandingkan di Inggris karena besarnya dukungan dan cinta dari penggemar.
Gol Penyelamat dan Penalti Penentu
Dalam laga final yang berlangsung dramatis, Indonesia sempat tertinggal 1-2 hingga menit-menit akhir babak tambahan. Elkan Baggott kemudian muncul sebagai penyelamat setelah mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116 yang membawa laga ke babak adu penalti.
Baggott kembali memberikan kontribusi pada babak tos-tosan. Eksekusi kaki kirinya berhasil menembus gawang Thailand dan membantu Indonesia memastikan kemenangan sekaligus meraih trofi kompetitif perdana dalam sejarah. Kevin Diks dan kawan-kawan akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.
Dibilang emosional karena laga ini mempertemukan Elkan Baggott dengan negara kelahirannya untuk pertama kali. Dihadapkan pada situasi tersebut, bek milik Millwall FC itu mencoba tampil profesional dan dinilai tampil optimal sepanjang pertandingan.
Soroti Transformasi PSSI
Usai pertandingan, Elkan Baggott menilai keberhasilan Timnas Indonesia tidak lepas dari perubahan besar di ekosistem sepak bola nasional. Menurutnya, transformasi di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ikut membangun fondasi prestasi Skuad Garuda.
“Ya, ini sebuah perjalanan yang panjang,” ujar Elkan Baggott.
“Ada banyak perubahan di federasi (PSSI) dan ada banyak wajah baru di dalam tim ini namun satu hal yang pasti, kami sangat bangga mewakili Negara ini dan seperti yang saya bilang, saya sangat bangga menjadi warga Indonesia dan kami kini menjadi raja Asia Tenggara,” lanjutnya.
Ia juga menyebut rangkaian kegagalan di partai puncak turnamen Asia Tenggara menjadi bahan motivasi. Pelatih John Herdman disebutnya menunjukkan cuplikan video berisi momen-momen ketika tim kalah di final, termasuk saat kebobolan melawan Thailand pada final Piala AFF 2020, sebelum partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026.
Baggott sendiri pernah merasakan pil pahit tersebut ketika Indonesia kalah dari Thailand di final Piala AFF 2020. Pengalaman itu disebutnya menjadi bagian dari pembelajaran menuju kesuksesan kali ini.
Apresiasi kepada Erick Thohir
Setelah pertandingan usai, Elkan Baggott tidak hanya merayakan keberhasilan di lapangan. Dalam sebuah percakapan dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir di area stadion, ia menyampaikan apresiasinya terhadap perubahan yang terjadi di tubuh sepak bola Indonesia.
“Sejak Anda datang, Anda membawa banyak perubahan bagi sepak bola Indonesia,” ujar Baggott kepada Erick.
Erick yang mendapat pujian tersebut justru merendah. “Bukan saya, tapi kamu yang membawa perubahan,” kata Erick.
Baggott tetap pada pendiriannya. Menurut dia, perubahan tersebut tidak hanya terasa di level federasi, tetapi juga berdampak kepada tim nasional.
“Tidak, Anda yang membawa perubahan. Saya berterima kasih karena Anda membawa perubahan kepada semuanya, kepada federasi, kepada tim. Anda membawa semuanya ke tempat yang lebih baik. Saya berterima kasih,” ujar Baggott.
Dalam kesempatan itu, Elkan juga mengaku bangga menjadi orang Indonesia dan mencintai negara ini.
Gaya Hidup di Luar Lapangan
Di tengah padatnya aktivitas sebagai pesepak bola profesional, Elkan Baggott juga memanfaatkan waktu senggang untuk berlibur. Sejumlah unggahan di akun Instagram pribadinya memperlihatkan dirinya menikmati suasana di berbagai destinasi ketika sedang mendapatkan waktu istirahat dari aktivitas sepak bola.
Musim panas tampaknya menjadi salah satu momen yang dimanfaatkan Baggott untuk menjelajahi berbagai tempat. Ia beberapa kali memperlihatkan momen perjalanan bersama pacarnya, Katie Marsden. Keduanya diketahui telah menjalin hubungan cukup lama dan sering menikmati waktu bersama ketika ia sedang tidak memiliki jadwal pertandingan.
Hubungan Elkan Baggott dan Katie disebut semakin serius setelah sang pesepak bola melamarnya pada Mei 2026. Momen tersebut diketahui dari unggahan Instagram pribadinya yang memperlihatkan perjalanan mereka di New York, sementara Katie kemudian menunjukkan cincin pertunangannya.
Tak jarang Baggott membagikan momen romantis bersama Katie di Instagram, bahkan seringkali mereka tampil kompak mengenakan baju warna senada. Ia juga kerap mengabadikan momen di berbagai tempat wisata bersama sang kekasih maupun keluarga.
Arti Penting bagi Sepak Bola Indonesia
Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momen bersejarah bagi Timnas Indonesia. Skuad Garuda akhirnya mampu mengakhiri penantian selama puluhan tahun untuk kembali mengangkat trofi sepak bola di level regional, setelah berulang kali tersendat di partai puncak turnamen Asia Tenggara.
Bagi Elkan Baggott, keberhasilan ini sekaligus menegaskan pilihannya membela Indonesia. Dari seorang pemain yang lahir di Thailand dan besar di Inggris, ia kini menjadi bagian dari generasi yang mengantar Indonesia menyandang status raja Asia Tenggara.
Ke depan, sorotan akan tertuju pada bagaimana fondasi yang disebut Baggott terbangun melalui transformasi PSSI dapat dijaga. Perjalanan Timnas Indonesia berikutnya, termasuk di Piala Asia 2027, akan menjadi ujian apakah gelar ini menjadi titik balik atau hanya puncak sesaat.
