Elon Musk Tuduh Oligarki India Hambat Starlink, Mukesh Ambani Terseret Persaingan Internet Satelit

Elon Musk Tuduh Oligarki India Hambat Starlink, Mukesh Ambani Terseret Persaingan Internet Satelit
Elon Musk Tuduh Oligarki India Hambat Starlink, Mukesh Ambani Terseret Persaingan Internet Satelit

Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Elon Musk tuduh oligarki India hambat Starlink, Mukesh Ambani terseret persaingan internet satelit setelah bos SpaceX itu melontarkan kritik tajam melalui platform X. Musk menuding sekelompok elite bisnis di India sengaja menghalangi izin operasi layanan internet satelit miliknya demi mempertahankan dominasi pasar telekomunikasi. Tudingan ini menyeret nama Mukesh Ambani, chairman Reliance Industries yang menguasai operator telekomunikasi terbesar di India melalui Reliance Jio.

Dalam unggahannya pada Rabu (7/10), Musk menyatakan pihaknya dihambat oleh oligarki tertentu untuk mempertahankan cengkeraman monopoli mereka atas rakyat India. Meski tidak menyebut nama perusahaan atau pengusaha secara langsung dalam pernyataan awalnya, kritik tersebut jelas mengarah pada persaingan dengan Reliance Jio milik Ambani dan Bharti Airtel yang dipimpin Sunil Mittal.

“Kami dihambat oleh oligarki tertentu demi mempertahankan cengkeraman monopoli mereka atas rakyat India. Anda bisa menebak siapa mereka,” tulis Musk, seperti dikutip dari Forbes. Ia bahkan menyebut dugaan penghambatan itu sebagai kejahatan terhadap rakyat India.

Sehari setelah unggahan tersebut, Musk kembali mencuit dan menyebut langsung nama Mukesh Ambani. Ia mempertanyakan pengaruh Ambani di industri telekomunikasi India dan menyinggung lamanya proses perizinan Starlink di negara tersebut.

“Starlink sudah memiliki lisensi di lebih dari 165 negara dan telah menghabiskan lima tahun mematuhi semua hukum dan persyaratan pemerintah India, jadi kenapa masih belum ada lisensi?” tulis Musk. “Apakah Ambani bos India sebenarnya?” sambungnya.

Dominasi Pasar Telekomunikasi India

Reliance Jio dan Bharti Airtel diketahui menguasai lebih dari 80 persen pasar telekomunikasi dan internet India. Ambani melalui Reliance Industries mengendalikan Jio, sementara Sunil Mittal memimpin Bharti Airtel. Keduanya merupakan pemain utama yang memiliki kepentingan besar dalam menjaga pangsa pasar di negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.

Musk juga menempatkan akses internet sebagai alasan penting di balik ekspansi perusahaannya. Dalam unggahan terpisah, ia menyatakan Starlink akan memungkinkan konektivitas internet berkecepatan tinggi dan terjangkau bagi mereka yang tidak mampu membayar harga saat ini. Pernyataan itu memperkuat argumennya bahwa kehadiran Starlink dapat memperluas akses internet bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan dengan harga terjangkau.

Namun, Musk tidak menyertakan bukti yang menunjukkan bahwa kedua pengusaha tersebut secara langsung menghalangi izin operasional Starlink. Tudingan itu pun dibantah oleh pemerintah India.

Bantahan Pemerintah India

Dalam pernyataan pada Kamis (8/10), Kementerian Komunikasi India menyebut anggapan bahwa kerangka regulasi negara itu tidak adil atau diskriminatif sebagai tidak berdasar dan keliru. Pemerintah menjelaskan bahwa tiga penyedia layanan komunikasi satelit telah memperoleh lisensi, tetapi seluruhnya tetap diwajibkan memenuhi persyaratan keamanan sebelum dapat beroperasi.

Menurut pemerintah, pemeriksaan keamanan terhadap ketiga pemegang lisensi masih berlangsung. Setelah tahapan tersebut selesai, masing-masing perusahaan dapat mengajukan penetapan spektrum, yakni alokasi frekuensi radio yang diperlukan untuk mengoperasikan layanan satelit. Pemerintah menegaskan ketiganya berada pada tahap regulasi yang secara umum setara.

Reuters melaporkan pada Kamis bahwa proses masuk Starlink telah tertunda selama sekitar empat tahun akibat pemeriksaan keamanan dan persoalan akses spektrum. SpaceX sebelumnya juga berselisih dengan operator lokal mengenai mekanisme pembagian spektrum, sebelum para pihak mencapai kesepakatan pada 2025.

Kesepakatan dengan Jio dan Airtel

Starlink sendiri telah menjalin kesepakatan dengan Jio dan Airtel pada tahun lalu untuk mendistribusikan layanan internetnya di India. Namun, layanan komersialnya belum beroperasi hingga kini. Kerja sama itu menunjukkan bahwa jalur distribusi sebenarnya sudah terbuka, meski persoalan regulasi masih menjadi penghambat utama.

Di sisi lain, Reliance Jio dan Airtel juga mengembangkan bisnis internet satelit di India. Pada Juni, Jio Platforms, bagian dari grup Reliance milik Mukesh Ambani, mengumumkan rencana menghadirkan layanan komunikasi satelit orbit rendah melalui kerja sama dengan penyedia konstelasi satelit global.

Akash Ambani, putra Mukesh Ambani, menyampaikan rencana tersebut kepada para pemegang saham sebagai upaya mempercepat penyediaan konektivitas satelit di India. Langkah ini menegaskan bahwa persaingan di sektor internet satelit India tidak hanya soal perizinan, tetapi juga soal siapa yang lebih dulu menguasai teknologi dan pasar.

Sementara itu, Wakil Presiden Operasi Bisnis Starlink, Lauren Dreyer, mengatakan perusahaan telah lama berupaya memperluas akses internet di India. Berbicara dalam India Mobile Congress pada Rabu, ia menegaskan Starlink telah bekerja selama bertahun-tahun untuk membantu mengatasi kesenjangan digital. Ia juga menyebut perusahaan memiliki kerja sama dengan Airtel dan Reliance Jio.

Persaingan Global versus Konglomerasi Lokal

Perseteruan ini menyoroti persaingan antara perusahaan teknologi global dan konglomerasi telekomunikasi lokal untuk menguasai pasar internet di India. Elon Musk tuduh oligarki India hambat Starlink, Mukesh Ambani terseret persaingan internet satelit karena posisi Reliance Jio yang sangat dominan di pasar domestik.

Bagi Musk, India merupakan pasar strategis dengan populasi besar dan tingkat penetrasi internet yang masih bisa tumbuh. Kehadiran Starlink diyakini dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit diakses infrastruktur telekomunikasi konvensional. Namun, ambisi itu berbenturan dengan kepentingan pemain lokal yang telah menanamkan investasi besar di jaringan terestrial dan sedang bersiap masuk ke segmen satelit.

Pemerintah India berada di posisi sulit karena harus menyeimbangkan antara menarik investasi asing, menjaga keamanan nasional, dan melindungi industri domestik. Proses pemeriksaan keamanan yang berlarut-larut menjadi titik gesekan yang memicu kritik Musk.

Hingga kini, belum ada indikasi kapan Starlink akan memperoleh izin operasi komersial di India. Yang jelas, persaingan antara Starlink, Reliance Jio, dan Bharti Airtel akan terus menjadi sorotan, terutama karena menyangkut akses internet bagi ratusan juta warga India. Elon Musk tuduh oligarki India hambat Starlink, Mukesh Ambani terseret persaingan internet satelit menjadi babak baru dalam rivalitas bisnis teknologi di salah satu pasar terbesar dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *