Kembali ke Olimpico, Jose Mourinho Kirim Pesan Menyentuh untuk Fans AS Roma

Kembali ke Olimpico, Jose Mourinho Kirim Pesan Menyentuh untuk Fans AS Roma
Kembali ke Olimpico, Jose Mourinho Kirim Pesan Menyentuh untuk Fans AS Roma

Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Jose Mourinho mendapatkan sambutan hangat saat kembali ke Stadion Olimpico dan menyampaikan pesan menyentuh kepada para pendukung AS Roma. Momen itu terjadi ketika pelatih asal Portugal tersebut membawa Real Madrid menang 4-3 atas tuan rumah dalam laga fase liga Liga Champions 2026/2027 pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB.

Bagi Mourinho, pertandingan tersebut menjadi kunjungan perdananya ke Olimpico sejak berpisah dengan Roma pada Januari 2024. Meski kini menukangi klub berbeda, ia masih mendapat tempat istimewa di hati suporter Giallorossi.

Menjelang kick-off, para pendukung Roma menyanyikan namanya dan membentangkan spanduk khusus sebagai bentuk penghormatan. Mourinho pun membalas sambutan itu melalui unggahan di Instagram pada Jumat (16/10/2026).

“Ketika momen-momen terbaik dalam perjalanan karier yang panjang bukanlah gol atau kemenangan, melainkan emosi yang hanya bisa saya balas dengan rasa syukur yang tulus,” tulis Mourinho, seperti dikutip dari Football Italia.

“Terima kasih, Roma. Terima kasih, para pendukung Roma. Emosi dan rasa syukur yang abadi untuk kalian. Jose,” lanjutnya.

Jejak Mourinho di AS Roma

Mourinho memimpin Roma sekitar dua setengah tahun dan meninggalkan jejak penting. Pada musim 2021/2022, ia mempersembahkan trofi UEFA Europa Conference League, gelar Eropa pertama dalam sejarah klub ibu kota Italia tersebut.

Setahun berikutnya, Roma dibawanya melaju hingga final Liga Europa 2022/2023, sebelum takluk dari Sevilla lewat adu penalti. Rangkaian pencapaian itu mengukuhkan posisinya di hati fans.

Kerja sama Mourinho dengan Roma berakhir setelah klub memutuskan berpisah. Meski perpisahan itu berlangsung mendadak, relasinya dengan para pendukung tetap terjaga, sebagaimana tercermin dari sambutan di Olimpico.

Kemenangan Dramatis Real Madrid

Di atas lapangan, Real Madrid harus bekerja keras sebelum mengamankan tiga poin. Menurut laporan Goal, tim asuhan Mourinho sempat tertinggal 1-3 sebelum membalikkan keadaan menjadi kemenangan 4-3 lewat tiga gol di menit-menit akhir.

Kemenangan dramatis itu disebut tidak cukup menutupi berbagai persoalan yang membayangi tim. Meski memiliki pemain seperti Vinicius Junior, Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Federico Valverde, dan Aurelien Tchouameni, Real Madrid dinilai masih jauh dari keseimbangan yang dibutuhkan.

Analisis tersebut menyoroti lemahnya pressing kolektif, ketidakjelasan peran, serta masalah dalam membangun serangan dari belakang. Vinicius Junior disebut menjadi salah satu persoalan paling mencolok, bukan hanya karena protes-protesnya, tetapi juga karena posisinya menuntut kepatuhan terhadap sistem pertahanan.

Di titik inilah tantangan sesungguhnya bagi Mourinho. Ia tidak hanya perlu memperbaiki performa, tetapi juga harus mengambil keputusan yang bisa berbenturan dengan status sebagian bintangnya.

Kembali Bersitegang dengan Berbagai Pihak

Sementara itu, laporan Foot Mercato menilai Mourinho mulai kembali ke karakter lamanya di Madrid. Setelah sempat tampil lebih tenang pada awal masa kepelatihannya, ia disebut kembali terlihat tegang, defensif, dan kerap mencari musuh ketika kritik mulai mengarah ke timnya.

Menurut laporan yang mengutip harian AS, Mourinho sudah bersitegang dengan sejumlah pihak sejak kembali ke Real Madrid. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan komite disiplinnya menjadi sasaran terbaru terkait sanksi terhadap Vinicius Junior yang jatuh sebelum laga melawan Roma.

La Liga juga disebut beberapa kali menjadi sasaran keluhan publiknya, terutama soal jadwal pertandingan. Laga melawan Valencia pada 7 November, hanya sekitar 72 jam setelah lawatan ke markas AEK Athena pada 4 November, disebut memancing kemarahan Mourinho.

Kritik terhadap wasit juga menjadi tema berulang. Dalam setiap kesempatan berbicara, Mourinho disebut menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kualitas pengadil, bahkan sempat menyinggung kasus Negreira dan memberi sinyal bahwa korps wasit di Spanyol cenderung berpihak kepada Barcelona.

Keluhan soal jeda istirahat juga disampaikan Mourinho usai laga melawan Roma. Ia menyebut jadwal tersebut menunjukkan kurangnya rasa hormat, dan menegaskan tidak percaya alasan biasa seperti hak siar televisi.

“Setidaknya, ini menunjukkan kurangnya rasa hormat. Bermain di Athena pada Rabu malam, tiba di Madrid pukul lima pagi, lalu bermain pada Sabtu di Valencia, dalam sepekan yang mendahului jeda internasional, bagi saya itu tidak terlihat sebagai hal yang tak disengaja,” kata Mourinho, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menanggapi pernyataan tersebut dengan nada tenang. Ia mencontohkan pengalaman Barcelona ketika penerbangan mereka dibatalkan saat laga Copa del Rey di Valencia sehingga harus kembali dengan bus.

“Kami tidak bisa mengubah situasi ini, tetapi kami harus menampilkan performa yang dibutuhkan di atas lapangan, karena itulah hal yang bergantung pada kami,” ujar Flick.

Bagi Mourinho, kembalinya ke Olimpico menjadi pengingat akan hubungan emosional yang tak lekang oleh perpisahan. Namun di Madrid, ia menghadapi ujian lain: membangun keseimbangan tim di tengah sederet bintang dan tekanan publik yang dinilai tidak lagi sedermawan dulu. Bagaimana ia mengelola kedua hal itu akan menjadi sorotan dalam beberapa pekan mendatang.

Exit mobile version