Cakrawala News – 24 September 2026 | Syekh Ahmed bin Rashid Al Maktoum meninggal, Dubai berkabung 10 hari. Kabar duka itu disampaikan Istana Penguasa Dubai melalui Kantor Media Dubai. Syekh Ahmed wafat pada Senin pagi, 21 September 2026, dalam usia 76 tahun. Ia merupakan adik kandung Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Penguasa Dubai yang juga Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA).
Pemerintah Dubai langsung menetapkan masa berkabung resmi selama 10 hari sejak Senin. Selama periode tersebut, bendera di seluruh wilayah emirat dikibarkan setengah tiang. Aktivitas siaran televisi dan radio juga menyesuaikan dengan memutar musik klasik. Sejumlah acara hiburan langsung dibatalkan sebagai bentuk penghormatan.
Salat jenazah digelar pada Selasa, 22 September 2026, pukul 13.00 waktu setempat di Masjid Agung Za’abeel, Dubai. Prosesi takziah dan penerimaan ucapan duka dibuka selama tiga hari di Za’abeel Majlis. Kantor Berita Emirates (WAM) melaporkan bahwa pengumuman kepergian Syekh Ahmed disampaikan oleh Pengadilan Penguasa Dubai.
Dalam pernyataan resminya, Istana Penguasa Dubai mengawali pengumuman dengan kutipan Al-Quran: Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku yang saleh, dan masuklah ke dalam surga-Ku. Pengumuman ditutup dengan kutipan: Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali.
Ucapan Duka dari Keluarga Kerajaan dan Pemimpin Dunia
Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum menyampaikan duka cita mendalam melalui akun media sosialnya. “Anda tidak ada di mata kami, tetapi tidak dari doa dan hati kami, O Ahmed,” tulisnya. “Semoga Tuhan membuat Anda tinggal di hamparan luas Surga-Nya dan menginspirasi kami serta orang-orang yang Anda cintai dengan kesabaran dan pelipur lara.”
Presiden UEA Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan turut menyampaikan belasungkawa setinggi-tingginya. Ia memuji rekam jejak pengabdian almarhum bagi kemajuan bangsa sejak awal berdirinya UEA. “Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Mohammed bin Rashid atas meninggalnya saudaranya Syekh Ahmed bin Rashid Al Maktoum, yang kontribusi lamanya terhadap perkembangan UEA sejak didirikan terus menginspirasi perjalanan kemajuan bangsa kita,” ungkapnya di platform X.
Ungkapan duka juga mengalir dari Putra Mahkota Dubai Syekh Hamdan bin Mohammed, Sheikha Latifa bint Mohammed, hingga sejumlah pemimpin negara tetangga seperti Raja Bahrain Hamad, Sultan Haitham dari Oman, dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Syekh Hamdan menyebut pamannya sebagai sosok yang sangat dicintai keluarga dan akan tetap berada dalam hati, kenangan, serta doa mereka.
Jejak Panjang di Dunia Olahraga Dubai
Bagi dunia olahraga Dubai, Syekh Ahmed bukan sekadar anggota keluarga penguasa. Selama lebih dari empat dekade, ia menjadi salah satu figur yang terlibat dalam membangun berbagai cabang olahraga, mulai dari sepak bola, olahraga air, hingga pacuan kuda. WAM menyebut perjalanan Syekh Ahmed sebagai bagian penting dalam perkembangan gerakan olahraga UEA di tingkat regional dan internasional.
Salah satu warisan terbesarnya adalah Al Wasl Sports Club. Hubungannya dengan klub tersebut bermula sejak masa awal berdirinya pada 1960. Saat itu, organisasi yang kelak menjadi Al Wasl bermula dari sebuah rumah kecil di kawasan Zabeel dengan nama Al-Zamalek. Pada 1962, Syekh Ahmed menjadi pelindung sekaligus presiden klub yang kemudian berganti nama menjadi Al Wasl. Di bawah kepemimpinannya, Al Wasl berkembang menjadi salah satu institusi olahraga terkemuka di UEA.
Kecintaannya terhadap olahraga tumbuh sejak usia muda. Jejaknya di dunia pacuan kuda juga menjadi bagian penting dari warisannya. Pada 1983, kuda miliknya, Wassl, meraih kemenangan di Irish 2,000 Guineas dengan warna balap kuning-hitam khas Syekh Ahmed. Kesuksesan berlanjut melalui Mtoto yang meraih sejumlah kemenangan bergengsi, termasuk Eclipse Stakes pada 1987 dan 1988 serta King George VI and Queen Elizabeth Stakes pada 1988.
Syekh Ahmed juga berkontribusi besar dalam pengembangan olahraga air di Dubai. Pada 1988, ia memainkan peran utama dalam mendirikan Dubai International Marine Club dan menjadi ketua pertamanya. Klub tersebut kemudian memperoleh pengakuan internasional dalam olahraga air kompetitif. Di bidang pacuan kuda, ia turut membantu merancang dan mendirikan Arena Balap Jebel Ali bersama pelatih Dhruba Selvaratnam. Lintasan dan tribun arena tersebut dibangun pada 1990, sebelum musim balap pertamanya dimulai pada 1991.
Karier Militer dan Pengabdian Kenegaraan
Syekh Ahmed bin Rashid Al Maktoum lahir di Dubai pada 1950. Ia merupakan putra keempat sekaligus putra bungsu dari pendiri emirat Dubai, mendiang Syekh Rashid bin Saeed Al Maktoum. Selain dikenal di dunia olahraga, ia menjalani karier panjang dalam pengabdian kepada negara.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst, Inggris, ia bergabung dengan Komando Militer Pusat Dubai pada 1975. Kariernya di bidang keamanan terus berkembang. Syekh Ahmed dipercaya menjadi komandan Komando Militer Pusat Dubai dan menjabat sebagai Wakil Ketua Kepolisian dan Keamanan Publik Dubai. Ia juga menjabat sebagai Ketua ARM Holding.
Wafatnya Syekh Ahmed menandai berakhirnya satu babak penting dalam sejarah olahraga Dubai. Warisannya tidak hanya tercatat dalam institusi yang ia bangun, tetapi juga dalam arah perkembangan olahraga UEA yang kini diakui di panggung internasional. Masa berkabung 10 hari yang ditetapkan pemerintah menjadi penanda betapa besar penghormatan terhadap sosoknya.
Setelah masa berkabung berakhir, perhatian publik diperkirakan akan tertuju pada kelanjutan kepemimpinan Al Wasl Sports Club dan sejumlah institusi olahraga yang pernah ia naungi. Prosesi takziah di Za’abeel Majlis selama tiga hari menjadi kesempatan terakhir bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat untuk memberikan penghormatan kepada almarhum.












