Cakrawala News – 01 November 2026 | Pergerakan USD hari ini menjadi perhatian pelaku pasar global setelah tiga bank sentral utama memutuskan menahan suku bunga acuan mereka pada pekan terakhir Oktober 2026. Berdasarkan laporan pengamatan pasar mingguan dari nyanco_lab yang dirilis 1 November 2026, keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi salah satu pemicu utama dinamika nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, dengan data pergerakan yang diukur menggunakan data 1 menit dari Yahoo Finance untuk periode 26–30 Oktober 2026.
Dalam rapat yang berlangsung 29 Oktober 2026 pukul 03.00 waktu setempat, FOMC memutuskan mempertahankan suku bunga kebijakan pada kisaran 3,75–4,00 persen. Keputusan itu diambil melalui pemungutan suara dengan hasil 10 banding 2. Dua anggota yang berbeda pendapat, yaitu Gubernur Cook dan Presiden Federal Reserve Cleveland Hammack, keduanya mendorong kenaikan suku bunga sebesar 0,25 persen.
Dampak keputusan tersebut terhadap nilai tukar dolar terlihat cukup jelas. Dengan menggunakan harga penutupan satu menit sebelum pengumuman sebagai basis pembanding, pasangan USD/JPY tercatat melemah 22,1 pips dalam 60 menit setelah pengumuman, dan berlanjut melemah hingga 41,0 pips sampai harga penutupan hari pasar tersebut pada 29 Oktober 2026 pukul 05.59 waktu Jepang.
Sementara itu, EUR/USD bergerak ke arah sebaliknya dengan menguat 14,9 pips dalam 60 menit setelah pengumuman, lalu menguat 16,2 pips hingga penutupan. Artinya, USD/JPY dan EUR/USD bergerak searah dalam merespons hasil FOMC, sedangkan emas bergerak berlawanan arah.
Emas Paling Fluktuatif pada Jumat
Laporan yang sama menyebut emas menjadi instrumen paling volatil pada Jumat, menyusul hasil akhir rapat Bank of Japan (BOJ). Meski demikian, laporan tersebut tidak merinci besaran rentang harian emas maupun arah pergerakannya secara spesifik dalam kutipan yang tersedia.
Perlu dicatat, data nilai tukar dan emas pada pekan tersebut bukan berasal dari penyedia data biasa nyanco_lab, melainkan dari penyedia lain, yaitu Yahoo Finance, dengan menggunakan bar 1 menit. Karena Yahoo tidak menyediakan data emas spot, laporan itu menggunakan data futures (GC=F). Selain itu, pada Senin, bar pukul 06.00–09.00 untuk USD/JPY dan EUR/USD (hingga pukul 07.10 untuk emas) tidak tersedia di Yahoo, sehingga rentang pergerakan pada Senin berpotensi tampak lebih kecil dari seharusnya.
Laporan tersebut juga menegaskan keterbatasan analisis pasar. Menurut nyanco_lab, peramalan pasar hanya dapat dilakukan untuk mengetahui apakah pasar akan volatil atau tidak, bukan untuk memprediksi arah pergerakan harga. Kesimpulan itu disebut telah diverifikasi dengan data 16 tahun. Karena itu, laporan mingguan mereka tidak berpretensi memprediksi arah, melainkan mengukur derajat volatilitas pada titik waktu tertentu.
Konteks Global: Quad dan Kebijakan Moneter
Di sisi lain, dinamika pasar keuangan global pada periode yang sama juga diwarnai perkembangan geopolitik dan kerja sama ekonomi. Para menteri luar negeri Quad—India, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia—bertemu di Atlanta pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dan mengumumkan rencana bantuan teknis serta finansial lebih dari 85 juta dolar AS untuk mendorong akses terhadap kecerdasan artifisial (AI) terpercaya di kawasan Indo-Pasifik.
Secara terpisah, Amerika Serikat berkomitmen menyediakan 10 juta dolar AS untuk inisiatif daur ulang mineral kritis di India dan negara-negara ASEAN. Pengumuman itu disampaikan setelah pertemuan menteri luar negeri Quad di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Atlanta, yang dihadiri Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri India S Jaishankar, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong.
Menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan, keempat negara berniat menyalurkan bantuan AI melalui inisiatif termasuk Quad AI Accelerator. Para menteri juga menekankan pentingnya teknologi emerging dan inisiatif Pax Silica dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat kerja sama di kawasan. Bagi India, komitmen 10 juta dolar AS dari AS untuk daur ulang mineral kritis di India dan ASEAN dinilai sebagai komponen penting dalam upaya membangun rantai pasok yang tangguh.
Para menteri juga mengumumkan peluncuran Quad Business Leaders’ Forum pertama, yang bertujuan mendekatkan pemerintah dan pemangku kepentingan sektor swasta guna memfasilitasi kemitraan komersial dan peluang investasi di sektor strategis. Lembaga kredit ekspor Quad dijadwalkan bertemu di Tokyo pada 18 November 2026 untuk menjajaki kerja sama praktis.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Bagi pelaku pasar di Indonesia, kombinasi antara sikap bank sentral yang cenderung menahan suku bunga dan arus kerja sama ekonomi di kawasan menjadi faktor yang perlu dicermati dalam membaca arah USD hari ini dan dalam beberapa pekan mendatang. Ketiga bank sentral utama yang disebut dalam laporan memang memilih menahan suku bunga, sehingga volatilitas nilai tukar lebih banyak dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap langkah berikutnya, termasuk pernyataan para pejabat dan data ekonomi yang akan dirilis.
Selain itu, pertemuan lembaga kredit ekspor Quad di Tokyo pada 18 November 2026 dapat menjadi katalis bagi arus investasi dan perdagangan di kawasan, yang pada gilirannya berpotensi memengaruhi sentimen terhadap mata uang regional, termasuk rupiah. Pemantauan terhadap pergerakan USD hari ini tetap relevan, terutama karena data pergerakan pada pekan lalu menunjukkan respons pasar yang cukup cepat terhadap hasil rapat FOMC.
Namun, penting untuk diingat bahwa laporan pasar yang dikutip menekankan keterbatasan dalam memprediksi arah harga. Pembaca disarankan tidak menafsirkan data volatilitas sebagai ramalan arah nilai tukar, melainkan sebagai gambaran mengenai tingkat ketidakpastian yang perlu diantisipasi. Pemantauan berkelanjutan terhadap kebijakan bank sentral dan perkembangan geopolitik akan menjadi kunci dalam memahami dinamika USD hari ini dan ke depan.












