Gabriel Jesus Cetak Gol Debut Liga Champions untuk Barcelona, Sindir Cara Arsenal Memakainya

Gabriel Jesus Cetak Gol Debut Liga Champions untuk Barcelona, Sindir Cara Arsenal Memakainya
Gabriel Jesus Cetak Gol Debut Liga Champions untuk Barcelona, Sindir Cara Arsenal Memakainya

Cakrawala News – 10 September 2026 | Gabriel Jesus langsung mencuri perhatian pada debutnya di Liga Champions bersama Barcelona. Penyerang asal Brasil itu masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol dalam kemenangan 5-1 atas Feyenoord di Camp Nou, Kamis (10/9/2026) dini hari WIB, sekaligus membuka babak baru kariernya setelah meninggalkan Arsenal.

Gol tersebut tercipta melalui sundulan setelah menerima umpan silang matang dari Lamine Yamal. Fakta bahwa Jesus mencetak gol dengan kepala menarik perhatian tersendiri, mengingat postur tubuhnya yang hanya sekitar 175 sentimeter atau 5 kaki 9 inci.

Bagi pemain berusia 29 tahun itu, momen tersebut terasa istimewa. Ia mengaku telah lama memimpikan bermain dan mencetak gol di Camp Nou yang penuh penonton.

“Ini perasaan yang sama seperti saat saya mencetak gol profesional pertama, tetapi rasanya berbeda. Gol pertama saya di Camp Nou yang penuh, mimpi yang selalu saya miliki, dan itu terwujud pada pertandingan kedua saya di lapangan,” kata Jesus usai laga.

Gol Sundulan yang Tak Biasa

Meski tidak memiliki tinggi ideal sebagai target man, Gabriel Jesus ternyata cukup produktif mencetak gol dengan kepala. Data StatBunker yang dikutip dalam laporan menunjukkan ia telah mengoleksi 27 gol sundulan sepanjang karier seniornya, dengan 19 gol bersama Manchester City dan delapan gol bersama Arsenal.

Angka itu berarti sekitar 20 persen dari total golnya lahir dari sundulan. Catatan tersebut menegaskan bahwa kemampuan membaca bola dan penempatan posisi menjadi kekuatan utama Jesus, bukan sekadar mengandalkan postur.

Pada laga melawan Feyenoord, umpan silang Yamal dari sisi kanan menemukan Jesus yang baru saja masuk ke lapangan. Pemain muda Spanyol itu tampil impresif sepanjang pertandingan dan menjadi kreator gol tersebut.

Pindah ke Barcelona dengan Harga Terjangkau

Gabriel Jesus bergabung dengan Barcelona pada hari terakhir bursa transfer, 1 September 2026, dengan nilai transfer dilaporkan mencapai 8,6 juta poundsterling atau sekitar 11,6 juta dolar AS. Angka itu terbilang murah untuk penyerang yang pernah memperkuat Manchester City dan Arsenal.

Kedatangan Jesus ke Catalonia bertujuan menambah kedalaman lini depan Barcelona setelah kepergian Robert Lewandowski ke Amerika Serikat. Barcelona sebelumnya sempat berupaya mendatangkan penyerang Argentina Julian Alvarez dari Atletico Madrid, namun upaya tersebut gagal.

Dalam konteks itu, Jesus menjadi solusi berpengalaman yang datang dengan risiko rendah. Ia mengakhiri empat tahun kebersamaannya dengan Arsenal dan sembilan tahun kariernya di Inggris.

Kritik terhadap Cara Arsenal Memakai Jesus

Sejumlah pengamat menilai kepindahan ini membuka perspektif baru tentang bagaimana Jesus seharusnya dimainkan. Dalam laporan yang membahas debutnya di Liga Champions, muncul pandangan bahwa Arsenal tidak memaksimalkan kemampuan penyerang tersebut, terutama dalam memanfaatkan umpan-umpan silang berkualitas.

Di Barcelona, Jesus kini bermain bersama kreator muda seperti Lamine Yamal yang mampu memberikan umpan matang dari sisi lapangan. Kombinasi itu langsung terlihat pada laga melawan Feyenoord dan menghasilkan gol perdananya di kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi tersebut.

Kritik terhadap Arsenal juga diperkuat oleh pengakuan Jesus soal proses kepergiannya dari klub London utara itu. Ia mengaku menjalani seluruh pramusim bersama Arsenal seperti biasa dan mengetahui peluang bermainnya terbatas, tetapi tidak ada yang memberitahunya secara langsung.

“Kebenarannya, saya berlatih, saya menjalani seluruh pramusim bersama Arsenal seperti biasa. Jelas saya sudah tahu mungkin saya tidak akan bermain atau tidak mendapat banyak kesempatan, tetapi tidak ada yang memberi tahu saya apa pun,” ujar Jesus kepada SportyTV.

Ia menambahkan bahwa dirinya tetap bersikap profesional dan berlatih maksimal untuk siap bermain di level tinggi. Namun, situasinya berubah cepat pada pekan terakhir bursa transfer, ketika ia tiba-tiba diminta berlatih terpisah dari kelompok utama.

Arsenal dikabarkan lebih memilih Kai Havertz dan Viktor Gyokeres untuk posisi penyerang tengah pada musim yang berakhir dengan gelar juara Premier League tersebut.

Menyamai Catatan Rivaldo

Gol ke gawang Feyenoord membawa Gabriel Jesus menyamai catatan legenda Barcelona, Rivaldo, sebagai pencetak gol Brasil terbanyak kelima dalam sejarah Liga Champions. Ia menyebut Rivaldo sebagai pemain istimewa, idola klub, dan sosok yang selalu ia kagumi.

Jesus juga mengaku senang bisa berbagi daftar pencetak gol dengan nama-nama besar Brasil yang hanya bisa dihasilkan oleh negaranya, masing-masing dengan eranya sendiri di Liga Champions.

Meski begitu, kompetisi ini menyimpan catatan pahit baginya. Ia dua kali mencapai final Liga Champions dan kalah di keduanya, pertama bersama Manchester City pada 2021 saat tumbang dari Chelsea, dan terakhir bersama Arsenal melawan Paris Saint-Germain pada musim lalu.

Kemenangan atas Feyenoord menjadi kemenangan kelima Barcelona dalam lima pertandingan di semua kompetisi musim ini. Raphinha mencetak dua gol, sementara Karim Adeyemi, Lamine Yamal, dan Jesus melengkapi pesta gol di Camp Nou.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memuji penampilan Yamal sebagai pemain istimewa yang kualitasnya terlihat di setiap pertandingan. Sementara itu, Jesus berharap musim ini menjadi titik balik untuk memutus catatan buruknya di Liga Champions.

Yang Perlu Diperhatikan Berikutnya

Dengan satu gol di laga kedua, Gabriel Jesus menunjukkan bahwa ia masih bisa menjadi ancaman di kotak penalti meski tidak selalu menjadi pilihan utama. Pertanyaannya kini adalah seberapa besar peran yang akan diberikan Flick kepadanya seiring padatnya jadwal Barcelona di Liga Champions dan La Liga.

Bagi Arsenal, pernyataan Jesus tentang proses kepergiannya menjadi sorotan tersendiri. Namun, klub belum memberikan tanggapan resmi terkait pengakuan tersebut, sehingga perkembangan lebih lanjut masih perlu ditunggu. Yang jelas, awal karier Jesus di Barcelona berjalan sesuai harapan, dan gol sundulannya melawan Feyenoord menjadi sinyal bahwa ia siap berkontribusi lebih besar musim ini.

Exit mobile version